Translate

Thursday, May 31, 2012

Books "THE DEATH CURE"

Judul Buku : Book III - THE DEATH CURE  
Copyright © 2011 by James Dashner
Penerbit : Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Yunita Candra
Editor : Dhewiberta, Nurani P. & Fitriana
Desain Sampul : Tyo
Cetakan I : Februari  2012 ; 496 hlm  

Sinopsis :
Mereka semua terselamatkan !!! Atau setidaknya demikan pemikiran para mantan Glader serta Crank yang tertolong pada saat-saat akhir di Scorch Trials. Dan sekali Thomas berada posisi sebagai tahanan. Dikurung dan dipisahkan dari yang lain, pengasingan total selama tiga minggu lebih ( atau setidaknya selama itu berdasarkan perhitungannya ). Tiada hal lain yang bisa dikerjakan, hanya makan dan tidur, atau sekedar menatap dinding kosong sekeliling ruangan tempat ia ditahan. Thomas hampir gila, tanpa komunikasi, tanpa bisa membersihkan diri, hanya ada tempat untuk buang ‘kotoran’  - dan badannya mulai mengeluarkan aroma tak sedap setelah berminggu-minggu, tanpa ada baju ganti yang bersih. Ia berusaha menjaga pikiran sehatnya, melatih otak serta fisik dengan berolahraga teratur. Thomas tak bersedia menyerah pada keadaan setelah perjuangan yang dilakukannya. Namun seberkas kekhawatiran bahwa virus Flare telah berkembang di dalam otaknya, cukup mengusik di saat-saat tertentu. 
 
Dan akhirnya pada hari ke dua puluh enam, pintu ruangan terbuka lebar bagi Thomas. Saatnya menemui apa lagi kemauan WICKED darinya. Thomas bertemu kembali dengan pria yang dijuluki anak-anak ‘si Tikus Botak’ – dan ia memberi kabar mengejutkan, bahwa Thomas merupakan manusia langka yang kebal terhadap virus Flare. Karena itu, WICKED meminta pada mereka yang termasuk anak-anak kebal untuk bekerjasama dalam penemuan anti-virus Flare. Dan meski kabar tersebut cukup menenangkan kekhawatiran Thomas, ia segera menemukan bahwa tidak semua temannya yang terselamatkan, juga kebal terhadap virus Flare ...


Bukan hanya itu kejutan yang menanti kawanan anak-anak yang tersisa ini. WICKED menawarkan program pemulihan, di mana penghapusan masa lalu masing-masing saat mereka memasuki arena Maze, saat ini akan dikembalikan. Semua kenangan dan ingatan akan masa lalu, masa kecil, keluarga, semuanya akan kembali. Tapi pilihan diserahkan kepada masing-masing, siapa yang mau melakukannya, siapa yang tidak. Thomas, Minho dan Newt termasuk diantara kelompok yang tidak bersedia menjalani proses pengembalian tersebut. Kecurigaan mereka terhadap WICKED yang berkali-kali ‘ingkar-janji’ dan tetap melakukan berbagai percobaan, menghapus kepercayaan yang tinggal secuil. Dan sekali lagi, insting mereka, terutama Thomas benar. Karena WICKED tetap memaksa setiap orang menjalani proses pengembalian di otak masing-masing. Maka sekali lagi mereka harsu berjuang demi keselamatan nyawa masing-masing, melakukan pemberontakan dan lari dari instalasi WICKED tersebut. 

Melalui perjuangan, pertempuran sengit melawan para penjaga, Thomas, Minho, Newt, Brenda dan Jorge berhasil membawa salah satu pesawat angkut WICKED, keluar dari area tempat mereka ditahan. Tujuan telah ditetapkan. Mereka menuju Denver – kota yang masih memiliki kekuatan perlawanan, di mana para buronan WICKED melarikan diri dan bersembunyi di sana. Salah satu kenalan Brenda merupakan mantan ilmuwan WICKED yang tidak setuju dengan perbuatan organisasinya, dan ia telah melarikan diri, bersembunyi di Denver. Ia dapat membantu mengeluarkan ‘chip’ yang ditanam di otak Thomas – alat serupa yang ditanam pada Gally sehingga ia mau membunuh Thomas akibat dikendalikan oleh WICKED, dan menyebabkan kematian Chuck ( = baca buku pertama ). 


Namun rencana tinggal rencana. Berbagai kendala menghadang perjalanan mereka. Dimulai dengan perubahan yang dialami oleh Newt – terutama setelah diketahui ia positif menderita virus Flare. Thomas tidak rela melihat sahabat baiknya tersiksa, ia bersedia membantu dengan jalan apa pun guna memulihkan Newt, tapi Newt sendiri memiliki pemikiran yang berbeda. Ia meminta bantuan pada Thomas – bantuan khusus yang tak akan pernah mampu dikabulkannya....hingga saatnya tiba bagi mereka berdua menghadapi kenyataan yang mengerikan. 

Kawan menjadi lawan, musuh lama kembali muncul, menawarkan kerjasama, sekutu dan musuh tak jelas posisinya, setiap saat keadaan di sekeliling mereka berubah. Tidak ada tempat yang aman. Tidak ada anti-virus yang mampu mencegah serangan wabah mengerikan yang sedang terjadi. Thomas tidak pernah merasa putus asa mau pun putus harapan ... hingga kini !!! Apa yang harus ia lakukan jika semuanya hancur, semuanya rusak, semuanya binasa ...  

Kesan  :
Semakin lama semakin suram. Ibarat pengggambaran Armageddon berupa wabah penyakit yang diakibatkan oleh virus yang menyerang otak – membuatku ‘miris’ membayangkannya. Orang-orang menjadi gila, tak terkendali, tidak lagi memiliki rasa manusiawi. Jika pernah melihat adegan-adegan game atau film seperti Resident Evil atau Walking Dead, ya kurang-lebih seperti itu bayanganku saat membaca kisah ini. 


Entah bagaimana jalannya – dari buku pertama yang mengisahkan tentang anak-anak yang terkurung dalam Maze, kemudian mendapati ternyata semua adalah percobaan dan penelitian yang dilakukan untuk melihat sampai seberapa jauh ketahanan mental dan pikiran mereka menghadapi semua ujian mengerikan  tersebut ( tentunya mereka tidak tahu bahwa itu semua adalah sebuah ujian ). 

Namun kesimpulan yang kutangkap dari kisah ini, meski yang terlihat adalah para korban yang terjangkit virus Flare pada akhirnya menjadi “gila” – kurasa yang patut disoroti adalah ‘kegilaan’ macam apa yang menjangkiti orang-orang dan penguasa yang menciptakan virus tersebut, mencobanya pada manusia, kemudian mencari jalan keluar dengan memanfaatkan oarng lain sebagai percobaan hidup-mati ??? 

Orang-orang yang mengaku memiliki kekuatan serta kekuasaan merubah kehidupan orang lain, justru merupakan pelaku di belakang layar segala kejahatan, segala kerusakan yang melanda dunia. Entah ini memang untuk menyindir perilaku para tokoh dunia atau tidak, paling tidak membaca kisah fiksi ini membuatku berpikir ... berpikir lumayan keras, masih adakah orang-orang yang memiliki akal sehat dan tidak berpikir bahkan melakukan suatu tindakan yang nantinya akan merusak dunia ???  ... well, just think about this for a moment every day, ok  everyone (^_^)

Tentang Penulis : 


James Dashner lahir dan besar di Georgia pada tahun 1973, tetapi kini menetap dan menulis di Rocky Mountain. Dia juga menulis serial The 13th Reality, serial Jimmy Fincher Saga dan serial Infinity Ring. Untuk serial Maze Runner ini selesai dalam tiga buku, namun saat ini beliau mengeluarkan prekuel-nya The Kill Order, yang menceritakan asal-mula terbentuknya kisah-kisah dalam Maze Runner.  Kunjungi situs resminya www.jamesdashner.com untuk informasi lebih dalam tentang karya-karyanya.

Best Regards,
* HobbyBuku* 

21 comments:

  1. aku nangis dua kali gara-gara Newt.
    Itu berarti aku nangis tiga kali selama membaca serial ini. Pertama saat kematian Chuck. Di buku ke dua aku malah sempet marah sama om Dashner.
    Tapi ini cerita yang keren. Membuatku ingin menulis cerita dystopia-ku sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Punya ebook the death cure gak? Kalo boleh, boleh minta? Makasih

      Delete
    2. I read paperback edition alias printed book edisi terjemahan, tertulis datanya diatas :D

      Delete
    3. datanya yang mana ya ? pengen baca soalnya. makasih

      Delete
    4. Bisa minta link download novel versi indonesianya kah? Please.. @Hobby Buku

      Delete
  2. Newt mati :((( itu waktu di the scorch trials apa the death cure?

    ReplyDelete
  3. si Gally bakal balik lgi ya di sekuel ke 3?

    ReplyDelete
  4. Iniii gimanaaa? Newt nanti bakal mati? Jawab please soalnya aku blom slse baca bukunya? Hwaaa masa iya newt mati����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm ... jika dijawab skrg, nanti malah tidak enak lho bacanya :D

      Delete
  5. Kalau boleh tau minho selamat engga ya ... Kan di buku 2 minho tertangkap oleh wckd

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, bukan tidak mau bagi info, tapi jika tidak baca cerita lengkapnya nanti malah menyesal belakangan ... baca aja sampai tuntas ya (^_^)

      Delete
  6. yang jelas newt mati kan ?? oke fix gue ga mau baca , masak iya sihh..kan si newt yg jd alasan gue nonton maze runner Karakternya yg cool, wise n respect..harus dibinasakan om dashner jahattttt

    ReplyDelete
  7. akhhhhhhhh newt jangan mati donggggg dia kan ganteng bgt yg mati fry ajh kan fry masih lanjut ke3 kan????

    ReplyDelete
  8. Cman filmnya blum d kluarin..... aaarrrggghhhh.....pdhal ini film mnrut sya sbnding dngan fast and furious

    ReplyDelete
  9. Bisa minta link download novel versi indonesianya kah? Please.. @Hobby Buku

    ReplyDelete
  10. Ava paige itu baik apa jahat? Aku udah baca buku ke 5 the fever code, pertama kesannya baik, tp ternyata jahat, nah

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...