Translate

Showing posts with label The Black Magician Trilogy. Show all posts
Showing posts with label The Black Magician Trilogy. Show all posts

Friday, May 4, 2012

Books "THE MAGICIANS' GUILD"



Judul Asli : THE MAGICIANS’ GUILD – ( book 1 of The Black Magician Trilogy )
Copyright © 2001 by Trudi Canavan
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Maria M. Lubis
Editor : Andhy Romdani
Proofreader : Oclivia Dwiyanti P.
Cetakan ke-01 : Juli 2008 ; 624 hlm
Cover by Dodi Rosadi

Sinopsis :
Kota Imardin, suatu hari dikejutkan akan kejadian yang tak pernah disangka oleh banyak pihak – munculnya calon penyihir dari kalangan biasa-biasa saja, gadis cilik bernama Sonea dari kawasan pemukiman kumuh. Hari itu saat Aksi Pembersihan Kota dilakukan, Sonea berpisah dari Ranel & Jonna, paman dan bibinya, guna mencari tempat tinggal baru karena mereka terusir dari tempat tinggal semula. Saat itulah tanpa sengaja ia mengetahui bahwa pasukan Raja hendak menyergap gerombolan perusuh yang dikenalnya. Demi memberikan informasi tersebut kepada Harrin, ketua kelompok sekaligus sahabatnya, Sonea terjebak dalam pengejaran oleh pasukan pembersih yang terdiri dari para penyihir. Saat melakukan pelemparan batu kepada para penyihir, yang juga dilakukan oleh gerombolan mereka-terjadi keanehan karena batu yang dilempar Sonea mampu menembus perisai sihir pertahanan para penyihir dan hal tersebut hanya berarti satu hal : Sonea memiliki kemampuan sihir.

Maka sejak itu dimulailah pelarian Sonea dibantu oleh Harrin dan Ceryni, khawatir nyawa Sonea terancam setelah ia melukai salah satu penyihir. Namun Sonea tak dapat bersembunyi lebih lama di satu tempat, pengejaran & berita tentang pencarian dirinya semakin meluas, bahkan bagi siapa saja yang berhasil memberikan informasi tentang Sonea akan menerima imbalan yang tidak sedikit. Hal ini menimbulkan masalah dalam kelompok Harrin, saat beberapa orang anggota berusaha menyerang serta menangkap Sonea. Maka tidak ada jalan lain bagi mereka selain meminta bantuan orang lain. 


Cery yang memiliki masa lalu terkait dengan Kaum Pencuri, demi menyelamatkan Sonea yang diam-diam dicintainya, Cery rela berkorban dan membuat perjanjian dengan Kaum Pencuri asalkan Sonea dapat dilindungi serta memiliki waktu belajar mengendalikan kekuatannya. Namun Sonea makin kewalahan mengendalikan kekuatan sihir dalam dirinya yang semakin berkembang. Tanpa panduan maupun bimbingan bagaimana ia harus mengendalikan serta mengatur kekuatan tersebut, maka terjadi beberapa kecelakaan yang nyaris menewaskan dirinya maupun membahayakan lingkungan sekelilingnya.

Di tempat lain, Kaum Penyihir juga mengalami kegemparan lebih pada fakta bahwa diluar sana terdapat calon penyihir dari kaum yang dianggap rendah-kaum kumuh, manusia biasa. Selama ini calon-calon penyihir yang berbakat senantiasa berasal dari kaum bangsawan atau orang-orang pilihan. Namun dari hasil pengamatan, disimpulkan bahwa gadis dari kawasan kumuh tersebut memiliki potensi kekuatan yang tak dapat diremehkan, dan penting bahwa dia ditemukan agar dapat mempelajari pengendalian kekuatan sihirnya. Kaum Penyihir terbagi antara pro dan kontra tentang pembinaan gadis tersebut, namun dipastikan bahwa gadis tersebut harus ditemukan terlebih dahulu sebelum terjadi kerusakkan yang lebih besar akibat kekuatan yang tak terkendali itu. 


Lord Rothen sebagai salah satu saksi yang dapat mengenali Sonea pada kejadian pelemparan batu tersebut, berminat memberikan kesempatan dan bimbingan pada gadis tersebut. Ia tidak menyetujui pemusnahan kekuatan yang disarankan sebelum gadis itu diberikan penjelasan. Maka dibantu sahabat serta mantan muridnya-Lord Dannyl, ia harus segera menemukan gadis tersebut sebelum Lord Fergun-penyihir yang telah dilukai oleh Sonea tanpa disengaja. Kesempatan tersebut dapat dipercepat dengan kemampuan Lord Dannyl yang mampu membaur dan menyusup di kawasan kumuh serta berhubungan dengan Kaum Pencuri. 

Dan mereka tiba tepat pada waktunya di saat kekuatan Sonea tak terkendali – nyaris menewaskan dirinya dan menimbulkan kerusakan yang cukup berat sebelum ia jatuh pingsan. Akhirnya Sonea dibawa ke Persekutuan. Menduga bahwa dirinya akan ditawan, Sonea terkejut saat dirinya dibawa menetap di kediaman Lord Rothen, dirawat bahkan diberikan arahan serta bimbingan bagaimana mengendalikan kekuatan yang sedang bergolak dalam dirinya. 

Walau pun masih menaruh kecurigaan serta sikap antipati yang terbentuk akibat konflik masa lalu (terutama saat-saat pembersihan kota, dimana Kaum Penyihir membantu Kerajaan mengusir kaum miskin dan kumuh keluar kota), namun Sonea cukup cerdas menaruh minat pada pembelajaran yang diberikan oleh Lord Rothen. Bahkan sedikit demi sedikit, Sonea mulai menaruh kepercayaan pada diri Lord Rothen bahkan mulai dapat menerima persahabatan dari kenalan-kenalan dekat Lord Rothen, terutama Lord Dannyl yang sangat berbeda karena ia termasuk penyihir golongan muda yang tidak terlalu memperdulikan aturan ( bahkan cenderung mengambil inisiatif sendiri dalam menghadapi masalah )


Perkembangan Sonea yang pesat dalam bimbingan Lord Rothen menimbulkan konflik tersendiri dalam Kaum Penyihir yang sejak awal terbagi antara pro & kontra tentang latar belakang Sonea yang berbeda. Dan Sonea tak menyangka di saat dirinya mulai menunjukkan minat serta perhatian dan kepercayaan terhadap sihir maupun Kaum Penyihir, ada orang yang berusaha menyingkirkan dirinya secara permanen dari lingkungan tersebut & membuang Sonea kembali ke kaum kumuh. Bahkan orang tersebut bermain dengan cara kotor, ia menawan Cery yang tertangkap saat berusaha menyusup ke Persekutuan guna menemui Sonea. Orang tersebut mengancam akan menghabisi Cery jika Sonea tidak menuruti kemauannya. Merasa tidak ada jalan lain, Sonea terpaksa melakukan hal yang sangat dibencinya – mengkhianati Lord Rothen yang terbukti menyayangi dirinya dan telah memebela Sonea dan ia harus berbohong pada Pertemuan Pemungutan Suara di Aula Persekutuan Penyihir. Sonea terjepit dalam situasi yang sulit dan tak ada satu orang pun yang dapat dipercaya untuk dimintai bantuan.

Namun ‘doa permohonan’ Sonea terkabulkan secara ajaib, muncul penolong tak terduga yang sekaligus dapat menyelamatkan Cery. Akan tetapi ibarat selamat dari lubang satu namun terjatuh dalam lubang yang lebih besar, ternyata kejadian tersebut membawa nasib Sonea pada bahaya yang jauh lebih besar karena ia memendam rahasia kelam seseorang yang sangat ditakuti oleh Kaum Penyihir, seseorang dengan kekuatan Sihir yang Maha Dahsyat dan tak ada yang mampu menandinginya. Bagaimana nasib Sonea selanjutnya ?
Well … kisah ini bersambung pada bagian kedua dari seri The Black Magician Trilogy.


Kesan :
Suatu kisah yang tidak biasa dengan latar belakang kehidupan Kaum Penyihir. Walau tidak sekelas dengan kisah Harry Potter ( juga awalnya diketahui sebagai anak keturunan ‘muggle’ atau manusia biasa ) namun dengan mengambil latar belakang kawasan Timur Tengah, penulis mampu memberikan sentuhan-sentuhan tentang sejarah yang membuat kisah ini cukup ‘enjoyable’ untuk dinikmati.

Tentang Pengarang :


Trudi Canavan tinggal di Melbourne, Australia. Tulisan perdana yang telah diterbitkan menjadi nominasi peraih Aurealis Award for Best Fantasy Short Story 1999. Berkat penggambaran dunia hitam para penyihir dalam novel trilogy Black Magician, namanya masuk ke dalam daftar penulis bestseller di Inggris, Australia, & Amerika Serikat.

Menyusul kesuksesan novel trilogi ini, penulis mengeluarkan prekuel-nya yaitu The Magician's Apprentice, sebuah kisah yang memberikan gambaran lebih jelas era sebelum sosok Sonea muncul. Dan jangan khawatir dengan bagaimana kisah tokoh-tokoh kita di sini, nantikan sekuel The Black Magician Trilogy dalam kisah yang lebih baru yaitu : The Traitor Spy Trilogy yang terjemahannya dalam proses rilis di tahun 2012 ( just hope : semoga tidak ada hambatan serta 'delay' dalam peluncurannya )

Untuk informasi lebih lanjut tentang Trudi dan karya-karyanya, silahkan kunjungi websitenya : www.trudicanavan.com

Best Regards, 
* Hobby Buku * 

Books "THE NOVICE"



Judul Asli : THE NOVICE – ( book 2 of The Black Magician Trilogy )
Copyright © 2002 by Trudi Canavan
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Maria M. Lubis
Editor : Andhy Romdhani
Proofreader : Oclivia Dwijanti P.
Ilustrasi Isi : Sweta Kartika dan Radhinal Indra
Cetakan ke-01 : September 2008 ; 752 hlm
Cover by Dodi Rosadi

Sinopsis :
Sonea, gadis yang berasal dari kaum miskin di kawasan kumuh, kini resmi menjadi penghuni Persekutuan Penyihir di Kyralia sebagai murid kesayangan Lord Rothen. Dengan tekun Sonea terus belajar dibawa bimbingan sang master, hingga tiba waktunya bagi Sonea untuk secara resmi memasuki sekolah bagi para penyihir pemula. Walaupun Lord Fergun-salah satu penyihir yang telah menimbulkan masalah besar bagi Sonea telah disingkirkan, namun benih-benih kebencian diantara kaum Penyihir yang tidak menyetujui keputusan para Tetua tak dapat dihindari. Sonea harus belajar hal baru – bagaimana menghadapi musuh-musuh seusianya, sesama murid yang mengganggu dan berusaha menjatuhkan Sonea dalam setiap kesempatan.

Sonea dengan cepat mengetahui bahwa dirinya memiliki kemajuan dalam beberapa bidang pengetahuan dibanding teman-teman sekelasnya. Tentu saja hal itu berkat bimbingan Rothen sebelumnya serta kecerdasan Sonea yang membuat perkembangan dirinya semakin pesat. Akan tetapi kehausan akan pembelajaran yang sebelumnya dirasakan dalam bimbingan Rothen, seakan sirna karena tidak adanya respon dari beberapa pengajar yang sebagian menganggap remeh serta tidak pantas bagi kaum sebangsa Sonea untuk lebih maju. Apalagi dengan keberadaan musuh besar pada hari pertama sekolah dimulai yakni Regin, kemenakan Lord Garrel yang juga merupakan sekutu Lord Fergun. Regin bahkan memimpin gerombolan siswa lain untuk mengeroyok Sonea dalam serangan-serangan tersembunyi.


Kejadian penyerangan dan pengucilan dirinya membuat Sonea menjadi sangat lelah, karena gangguan yang berlangsung setiap hari dan setiap saat benar-benar menghabiskan energinya guna memikirkan cara untuk menghindarinya, sedangkan ia juga dituntut untuk segera menguasai semua materi yang diberikan oleh guru-gurunya. Sonea adalah gadis yang kuat secara mental, namun semuanya menjadi tak tertahankan saat isu-isu keji dilontarkan oleh Regin dkk tentang hubungannya dengan Rothen. Apalagi saat beberapa Tetua akhirnya mengambil keputusan bahwa Sonea harus keluar dari kediaman Rothen dan tinggal di Asrama Murid, dimana gangguan akan semakin mudah dialaminya. Sonea semakin kesepian, tanpa ada kawan yang mendampingi memberikan semangat pada dirinya. Seakan-akan semua yang pernah dekat dijauhkan darinya, mulai dari Cery-sahabat yang sangat mencintainya; Rothen-yang telah dianggap sebagai pengganti keluarganya, bahkan Lord Dannyl yang mampu menghibur dengan eksperimen-eksperimen anehnya, saat itu berada jauh di Elyne setelah diangkat sebagai Duta Besar.

Jika Sonea merasa kesepian, hal yang sama juga dialami oleh Rothen. Setelah kematian istrinya tercinta, dan putranya tersayang, Dorrien yang pergi menunaikan tugasnya sebagai Penyihir Penyembuh di daerah terpencil, maka kehadiran Sonea yang telah dianggap sebagai putrinya telah menghangatkan semangat hidupnya yang penuh rutinitas. Namun saat kekuatan jahat bersekutu memisahkan dirinya dengan Sonea, ia tak mampu melawan selain berusaha membantu sebisa mungkin. Di saat-saat kepindahan Sonea ke Asrama Murid, tanpa diduga datanglah Dorrien, putranya yang sekian lama tak pernah berkunjung. Dan saat itu pula pertemuan pertama putra kandung dengan putri angkatnya. Ternyata keceriaan Dorrien mampu memberikan hiburan bukan saja pada diri Rothen namun juga pada diri Sonea. Apalagi Dorrien merupakan pemuda yang bukan saja periang namun juga banyak akal, bahkan ia memberikan bantuan serta saran bagaimana Sonea harus menghadapi Regin – termasuk membuat perangkap jebakan guna menunjukkan niat buruk Regin terhadap dirinya yang selama ini tak pernah terbukti karena kelicikkan Regin, di hadapan para saksi dan menjadi bukti tak terbantahkan. 


Di pihak lain, ada juga seseorang yang mengalami kegelisahan yakni sang Ketua Harian Lord Lorlen yang mengetahui rahasia gelap Lord Akkarin-sang Ketua Tertinggi. Lorlen mengetahui hal tersebut saat ia memasuki pikiran Sonea dalam penyelidikan tentang kejahatan yang dilakukan oleh Lord Fergun. Akibat dari kejadian tersebut, Lorlen meminta Sonea untuk menetap di Persekutuan demi perlindungan dirinya serta merahasiakan hal tersebut sampai tiba waktu yang tepat. Maka Sonea beserta Rothen selaku pembimbing turut menyimpan rahasia tersebut. Namun beban terberat ditanggung oleh Lorlen karena ia bersahabat erat dengan Akkarin dan membongkar masalah tersebut akan sangat berbahaya dengan adanya kekuatan sihir Akkarin yang sangat besar. Maka Lorlen menyusun siasat guna menyelidik rahasia kekuatan Akkarin dengan menelusuri jejak petualangan yang pernah dilakukan oleh Akkarin sebelum ia menetap di Persekutuan Penyihir Kyralia. Tugas penyelidikkan diberikan secara tersamar kepada Lord Dannyl yang diangkat sebagai Duta Besar di Elyne.

Lord Dannyl yang dikirim sebagai Duta Besar di Elyne semula mengira dirinya akan kesepian meninggalkan para sahabatnya di Kyralia. Namun ternyata ia menemukan banyak hal menarik di daerah-daerah baru yang dikunjunginya. Apalagi dengan adanya bantuan dari Tayend-cendikiawan Perpustakaan Besar yang pernah pula mendampingi Akkarin saat ia mencari sumber pengetahuan kuno. Rasa penasaran dan ketekunan Dannyl membawanya semakin dekat dengan jalur perjalanan yang telah dilakukan Akkarin, saat tiba-tiba datang sepucuk surat aneh dari Lord Lorlen yang memerintahkan untuk menghentikan penyelidikkan. Karena Dannyl terbiasa tidak terlalu mengikuti aturan, apalagi ia sudah terlanjur penasaran, maka demi kepuasan pribadi ia meneruskan penyelidikkan sendiri. Namun keanehan datang kembali, muncul sepucuk surat dari sahabat & mentornya, Lord Rothen yang secara tersirat menanyakan hal sama yang berkaitan dengan masa lalu Akkarin. Belum tuntas semua pertanyaan yang ada terjawab, muncul surat panggilan langsung dari Ketua Tertinggi Akkarin yang memerintahkan agar ia pulang ke Kyralia.


Di Kyralia, Sonea senantiasa bangkit dari kondisi terburuk yang dialami, terutama yang berhubungan dengan Regin, mampu mengatasi dengan bantuan serta dorongan dari Dorrien. Bahkan pertemuan dua insan yang hanya sekejab, mampu menumbuhkan benih-benih kasih yang dalam diantara mereka. Sonea bagai mendapat suntikkan semangat baru dalam menghadapi hari-hari depan. Namun tak ada yang mampu mempersiapkan dirinya akan datangnya hari-hari yang ditakutkan oleh Lorlen. Akkarin akhirnya mengetahui bahwa paling tidak ada tiga orang yang mengetahui rahasia dirinya. Maka Akkarin mengambil langkah drastis dengan mengambil alih bimbingan Sonea dari tangan Rothen, menyingkirkan secara perlahan campur tangan maupun kehadiran Rothen dari sisi Sonea, bahkan ia mampu mengendalikan Lorlen semua langkah dan perintah yang dilakukan. Langkah lainnya adalah memanggil Lord Dannyl kembali sebelum penyelidikkan berlangsung lebih dalam.

Maka masing-masing pihak, Sonea, Rothen dan Lorlen berusaha melawan dan mencari jalan keluar dengan cara mereka masing-masing. Apalagi dengan adanya isu-isu tentang pembunuhan berantai di luar kawasan Persekutuan di mana korban-korbannya tewas secara misterius, hanya ditemukan luka-luka goresan kecil di tubuhnya. Lorlen yang menyelidik hal tersebut hanya menemukan fakta bahwa sang pembunuh pastilah seorang penyihir kuat yang melakukan praktek sihir hitam.



Kesan :
Lanjutan kisah dalam buku kedua ini semakin tegang dengan terungkapnya beberapa fakta tentang diri Sonea maupun hubungannya dengan Rothen dan Dorrien, maupun dengan keluarganya di luar persekutuan. Bahkan kilas balik masa lalu Dannyl mengungkapkan rahasia yang selama ini ditutupi termasuk terhadap mentornya Rothen.

Konflik demi konflik dijalin dengan rapi sehingga ketegangan serta rasa penasaran memacu untuk segera menyelesaikan halaman demi halaman. Dan pada saat halaman terakhir buku kedua ini selesai, beberapa pertanyaan telah terjawab namun meninggalkan banyak pertanyaan baru akan penyelesaian dalam buku ketiga.

Bagaimana hubungan antara Sonea dan Dorrien akan berjalan ? Apakah Cery akan melepas Sonea dengan tulus ? Bagaimana Dannyl menyelesaikan konflik pribadi yang akan berdampak besar pada masa depannya ? Apakah Rothen maupun Lorlen mampu mencari penyelesaian dalam menghadapi Akkarin ? Dan siapakah sebenarnya Akkarin ? Apakah ada hubungan lebih dalam antara Akkarin dengan keberadaan Sonea, gadis yatim-piatu dari kaum kumuh yang memiliki kemampuan sihir tinggi ? Hhmmm … tak sabar menunggu buku ketiga, semoga penyelesaiannya memuaskan rasa penasaran para pembacanya.

Tentang Pengarang :

 
Trudi Canavan tinggal di Melbourne, Australia. Tulisan perdana yang telah diterbitkan menjadi nominasi peraih Aurealis Award for Best Fantasy Short Story 1999. Berkat penggambaran dunia hitam para penyihir dalam novel Trilogy Black Magician, namanya masuk ke dalam daftar penulis bestseller di Inggris, Australia dan Amerika Serikat. 


Menyusul kesuksesan novel trilogi ini, penulis mengeluarkan prekuel-nya yaitu The Magician's Apprentice, sebuah kisah yang memberikan gambaran lebih jelas era sebelum sosok Sonea muncul. Dan jangan khawatir dengan bagaimana kisah tokoh-tokoh kita di sini, nantikan sekuel The Black Magician Trilogy dalam kisah yang lebih baru yaitu : The Traitor Spy Trilogy yang terjemahannya dalam proses rilis di tahun 2012 ( just hope : semoga tidak ada hambatan serta 'delay' dalam peluncurannya )

Untuk informasi lebih lanjut tentang Trudi dan karya-karyanya, silahkan kunjungi websitenya : www.trudicanavan.com

Best Regards, 
* Hobby Buku *

Books "THE HIGH LORD"



Books “SANG KETUA PENYIHIR”

Judul Asli : THE HIGH LORD – ( book 3 of The Black Magician Trilogy )

Copyright © 2003 by Trudi Canavan

Penerbit Mizan Fantasi

Alih Bahasa : Esti Budihabsari 

Proofreader : M. Eka Mustamar & Adriyani Kamsyah

Illustrasi Isi : Sweta Kartika

Cetakan ke-1 : Desember 2008 ; 828 hlm

Cover by Dodi Rosadi

Sinopsis :
Setelah Sonea mengalahkan Regin secara telak dalam pertarungan, membawa dampak bukan saja hilangnya gangguan dari komplotan Regin tapi juga timbulnya respek sebagai pengakuan atas kemampuan sihir Sonea – sebagai murid Pilihan Sang Ketua Tertinggi  Akkarin. Namun justru saat-saat dimana mulai munculnya ‘uluran persahabatan’ dari sesame siswa maupun pengajar lain ( sesuatu yang dulu sangat didambakan oleh Sonea ), saat ini Sonea justru menutup diri dari orang lain. Kehidupan Sonea hanya berkisar antara belajar di sekolah, belajar di perpustakaan & belajar di kediaman pembimbingnya – Akkarin. Nyaris tanpa hubungan sosial dengan orang lain, namun tak ada yang mengetahui keadaan sebenarnya, sehingga beberapa orang malah menganggap diri Sonea sombong & angkuh sejak dibimbing langsung oleh Akkarin.

Langkah Sonea untuk ‘menyendiri’ dilakukan semenjak ia menyadari bahwa orang-orang yang dekat dengan dirinya akan berada dalam bahaya tanpa mereka sadari – terutama bahwa fakta dirinya diambil alih dari tangan Rothen, pembimbingnya terdahulu yang dianggap sebagai pengganti ayahnya, bukanlah suatu kehormatan namun dirinya ‘disandera’ sebagai jaminan agar rahasia Akkarin tidak tersebar oleh ke-3 orang yang mengetahuinya yakni Lorlen, Sonea serta Rothen. Bahkan Akkarin telah mengambil langkah lebih lanjut dengan menjauhkan Sonea dari Rothen ( jadwal-jadwal pengajaran Rothen telah diatur sehingga ia tak leluasa menemui Sonea ). Sang Ketua Harian Lorlen tak mampu menyembunyikan apapun dari ‘penglihatan’ Akkarin semenjak ia diminta menggunakan cincin batu merah pemberian Akkarin setiap saat. 


Sementara itu, peristiwa pembunuhan aneh di masyarakat semakin memburuk, semakin banyak korban berjatuhan dalam frekuensi waktu yang cukup singkat. Kapten Barran sebagai kepala penyelidik terus berhubungan dengan Lord Lorlen, terutama setelah ditegaskan bahkan para korban tewas akibat kekuatan sihir. Lorlen yang ‘diperintah’ oleh Akkarin untuk terlibat langsung dalam penyelidikan  demi mengumpulkan informasi, semakin lama semakin bingung dengan situasi yang dihadapi. Kecurigaan dirinya akan keterlibatan Akkarin dalam pembunuhan yang jelas-jelas menunjukkan penggunaan Sihir Hitam tak mampu memberikan petunjuk jelas yang dapat digunakan untuk menghadapi Akkarin. Diantara ketakutan akan kekuatan sihir Akkarin yang tinggi yang mampu menghabisi para penyihir Persekutuan serta kekhawatiran akan keselamatan Sonea saja, yang membuat Lorlen mampu menjalani kehidupannya … ia hanya berharap segera menemukan jalan terbaik bagi semua pihak – jalan untuk melawan Akkarin.

Lord Rothen yang senantiasa mengamati keadaan Sonea secara diam-diam, tak dapat menghilangkan rasa khawatir akan keselamatan mantan siswa sekaligus putri angkatnya. Rothen satu-satunya yang melihat bahwa kehidupan sosial Sonea sangat tertutup & ia menyadari alasan dibalik tindakan Sonea. Jika sebelumnya Rothen sempat berharap menemukan jalan guna melawan Akkarin lewat penyelidikan diam-diam yang dilakukan oleh Dannyl sebagai Duta Besar di Elyne, harapan tersebut pupus setelah ia melihat bahwa Dannyl justru menerima tugas khusus dari Akkarin & kembali ke Elyne setelah kepulangan singkat saat pertarungan Sonea dengan Regin berlangsung. Keinginan dirinya untuk menceritakan keadaan sebenarnya pada Dannyl terbentur pada kekhawatiran akan keselamatan Sonea, sebagaimana juga Lorlen. Jalan satu-satunya yang dapat Rothen lakukan hanyalah tetap mengawasi keadaan Sonea maupun Akkarin secara ketat, menunggu saat yang tepat untuk mengungkap rahasia kelam Sang Ketua Tertinggi. 


Sonea yang mengetahui bahwa baik Rothen maupun Lorlen tak mampu berkutik di hadapan Akkarin semata karena meng-khawatirkan dirinya. Maka ia pun menguatkan diri mencari jalan agar tidak ada korban lain selain dirinya. Namun Sonea tidak memperhitungkan kecerdikkan Akkarin yang mengenal diri Sonea, terutama saat dimana jika dihadapkan pada suatu pilihan antara kebencian & ketakutan melawan keingintahuan akan suatu rahasia … mana yang akan menang ? Maka Akkarin mulai memperkenalkan suatu rahasia pada Sonea, rahasia yang diungkapkan secara perlahan yang akan mengungkit rasa ingin tahu yang mendalam. Maka tanpa disadari, Sonea mulai memasuki pengetahuan akan apa sebenarnya Sihir Hitam tersebut.

Pemahaman awal tentang Sihir Hitam mulai mengguncang kesadaran Sonea. Segala sesuatu yang pernah dipelajarinya tentang hal tersebut bertentangan dengan hal-hal baru yang diperkenalkan oleh Akkarin. Apalagi saat ia mendengarkan kisah masa lalu Akkarin yang penuh penderitaan – Sonea mulai merasakan suatu hal yang tak pernah dirasakan sebelumnya, rasa simpati pada diri Akkarin. Walau demikian, keragu-raguan masih membayangi diri Sonea, hingga suatu saat Akkarin membawa dirinya keluar dari Persekutuan melalui jalan rahasia dan mempertemukan dirinya dengan seorang tawanan – seorang budak Sachaka yang memiliki kemampuan sihir. Tawanan yang bernama Tavaka adalah pembunuh yang menghabisi korban-korbannya dengan sihir hitam. Ia ditangkap oleh komplotan Pencuri yang bekerjasama dengan Akkarin. Dan ternyata sang pembunuh bukan hanya ia seorang namun terdiri dari komplotan khusus penyihir Ichani dibawah pimpinan Kariko yang sengaja dikirim demi misi balas dendam serta rencana konspirasi untuk menaklukkan bangsa Kyralia. Sonea sangat terkejut dengan adanya fakta-fakta yang tak dapat dipungkiri, apalagi kebenaran tersebut diperoleh melalui pembacaan pikiran yang dilakukannya terhadap Tavaka dengan bimbingan Akkarin. 


Pemikiran baru muncul dalam benak Sonea disertai kesadaran yang menyentak dirinya … pemikiran yang membawa suatu keputusan besar dalam hidupnya, keputusan untuk mempelajari Sihir Hitam dengan resiko yang akan membahayakan dirinya. Akan tetapi halangan pertama justru datang dari Akkarin yang tidak memperbolehkan dirinya belajar melakukan Sihir Hitam. Akkarin hanya mengijinkan dirinya mengetahui kebenaran latar belakang akan Sihir Hitam yang disebut-sebut sebagai sihir tertinggi. Namun bukan Sonea jika ia tidak berkeras dalam mencapai tujuannya, apalagi saat ia melihat Akkarin terluka parah dalam salah satu konfrontasi dengan salah satu pembunuh. Dan alasan terbesar adalah semuanya dilakukan bukan demi kepentingan pribadi tapi demi keselamatan serta kelangsungan bangsa Kyralia.

Di luar kawasan Kyralia, Lord Dannyl juga menempuh resiko besar dalam tugasnya mengungkap para pemberontak yang diam-diam mempelajari sihir diluar Persekutuan. Apalagi perintah dari Akkarin guna memancing para pemberontak tersebut justru menempatkan dirinya pada posisi yang seumur hidup dihindarinya. Dannyl harus memberi kesan adanya hubungan antara dirinya dengan Tayend of Tremmelin. Tindakan berpura-pura ini memberi beban tersendiri disebabkan kebenaran akan hubungan tersebut ( yang hanya diketahui oleh kedua pihak yang terkait yakni Dannyl & Tayend ). Dannyl yang seumur hidup senantiasa melakukan hal-hal yang menantang sekali ini merasakan sedikit getar ketakutan … khawatir akan kembalinya perlakuan masa lalu yang menyakitkan. Namun saat Dannyl bertemu dengan Farand – pemuda dari kaum pemberontak yang kehilangan kendali akibat mempelajari sihir tanpa bimbingan, mau tidak mau ia teringat akan diri Sonea saat pertama kali ia ditemukan. Maka Dannyl menyanggupi membimbing Farand sekaligus secara diam-diam menyusun jebakan bagi para pemberontak tersebut. Dan penyelidikan Dannyl membawa pada pengungkapan akan adanya masalah yang lebih serius dari sekedar pembelajaran sihir diluar lingkup Persekutuan – Dannyl menemukan adanya bukti-bukti ilmu pembelajaran sihir tertinggi mengarah pada hal terlarang, yaitu Sihir Hitam. 


Kembali di kawasan Kyralia, diluar Persekutuan, masyarakat yang resah akan pembunuhan keji yang melanda, dikejutkan dengan kemunculan sosok-sosok mayat tak dikenal yang bukan seperti korban pembunuhan lainnya. Tak banyak yang mengetahui bahwa ada pihak-pihak yang mengejar & menghabisi para pembunuh tersebut ( secara umum diketahui hanya ada satu pembunuh, dimana kebenaran akan adanya komplotan pembunuh hanya diketahui pihak-pihak tertentu saja ). Tokoh yang berperan aktif dalam perburuan tersebut tidak lain adalah Ceryni – sahabat Sonea sedari kecil. Semenjak ia meninggalkan Sonea untuk belajar di Persekutuan, melepas Impian akan mendampingi Sonea yang dicintainya namun hanya mengasihi dirinya sebatas saudara – maka Cery membaktikan dirinya pada seseorang dimana ia telah berhutang nyawa akan keselamatan dirinya serta Sonea dimasa lampau, sang penolong itu tidak lain yaitu Akkarin (= baca buku pertama ). Cery mampu meningkatkan statusnya menjadi salah satu Ketua Pencuri dan memanfaatkan hal tersebut dalam memburu dan menangkap para pembunuh guna diserahkan pada Akkarin, namun betapa terkejut dirinya saat mengetahui Akkarin melibatkan Sonea dalam perburuan yang berbahaya. Saat Akkarin memberikan jaminan bahwa ia tak akan membiarkan keselamatan Sonea terancam, Cery sedikit merasa lega namun tetap was-was.

Hingga kedatangan wanita misterius bernama Savara-penyihir Ichani yang diutus sebagai mata-mata menyelidiki sejauh mana tindakan Kariko. Savara menawarkan kerjasama dalam memburu komplotan Kariko dan mencegah terlaksananya konspirasi penaklukan bangsa Kyralia. Cery adalah seorang yang cerdik, meski ada kecurigaan atas itikad Savara, ia menyambut tawaran tersebut sejauh hal tersebut masih menguntungkan dirnya. Bahkan dengan berbagai sumber berbeda yang dimilikinya, secara perlahan Cery mulai memperoleh gambaran akan bahaya yang akan menimpa Persekutuan Penyihir, walaupun ia tidak sepenuhnya percaya bahwa bangsa Kyralia dalam bahaya yang lebih besar akan penaklukan dan pemusnahan penyihir Ichani dibawah pimpinan Kariko. Cery baru terbuka seberapa dahsyat kekuatan Sihir Hitam saat ia menyaksikan pembunuhan dengan sihir tersebut … dan yang membuat dirinya syok saat melihat pelaku pembunuhan itu adalah Sonea. 



Kesan :
Buku ke-3 ini memberikan gambaran lebih jelas akan perjalanan masing-masing tokoh, terutama Sonea – gadis pemukiman kumuh yang berhasil merubah kehidupannya ke tingkat sosial yang lebih baik. Sosok Ketua Tertinggi Akkarin yang misterius akan terbuka dengan jelas, tentang siapa Akkarin sebenarnya dan bagaimana awal ia berhubungan dengan sihir hitam yang terlarang.   

Dalam sebuah kisah serial, dimana ada sebuah awalan, tentu ada sebuah akhiran, sesuatu yang boleh dikatakan perbandingan antara kegembiraan sekaligus kesedihan - gembira karena pada akhirnya semua pertanyaan dan teka-teki terungkap, sedih karena harus berpisah dengan tokoh-tokoh yang sudah melekat di hati pembaca. Tak terkecuali ending pada kisah  di buku ke -3 ini, merupakan sebuah kejutan, menyedihkan dan tragis, namun entah bagaimana, hal ini dapat dimaklumi, karena berarti perjalanan kisah ini tidak berhenti disini ... terus berlanjut dan berkembang lebih jauh, sesuatu yang bukan saja merupakan pengharapan sang penulis, tapi juga pengharapan para pembaca setia, termasuk diriku (^_^)

Tentang Pengarang :

 
Trudi Canavan tinggal di Melbourne, Australia. Tulisan perdana yang telah diterbitkan menjadi nominasi peraih Aurealis Award for Best Fantasy Short Story 1999. Berkat penggambaran dunia hitam para penyihir dalam novel Trilogy Black Magician, namanya masuk ke dalam daftar penulis bestseller di Inggris, Australia, & Amerika Serikat. 

Menyusul kesuksesan novel trilogi ini, penulis mengeluarkan prekuel-nya yaitu The Magician's Apprentice, sebuah kisah yang memberikan gambaran lebih jelas era sebelum sosok Sonea muncul. Dan jangan khawatir dengan bagaimana kisah tokoh-tokoh kita di sini, nantikan sekuel The Black Magician Trilogy dalam kisah yang lebih baru yaitu : The Traitor Spy Trilogy yang terjemahannya dalam proses rilis di tahun 2012 ( just hope : semoga tidak ada hambatan serta 'delay' dalam peluncurannya )

Untuk informasi lebih lanjut tentang Trudi dan karya-karyanya, silahkan kunjungi websitenya : www.trudicanavan.com

Best Regards, 
* Hobby Buku * 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...