Translate

Thursday, April 12, 2012

Books "TIME QUAKE"


Books “GEMPA WAKTU”
Judul Asli : TIME QUAKE ( book three of The Gideon Trilogy )  
From Gideon Trilogy / The Enlightenment of Peter Schock
Copyright © 2009 by Linda Buckley – Archer
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Berliani M. Nugrahani
Editor  : Esti budihabsari & Enfira  
Ilustrasi Isi : Sweta Kartika
Desain Sampul : Dodi Rosadi
Cetakan ke-1 : 500 hlm , November 2010

Sinopsis :
Kate akhirnya berhasil menemukan Peter kembali di tahun 1763. Tapi dampak atas perjalanan lintas-waktu yang dilakukannya berkali-kali,bagaikan merubah susunan tubuhnya. Kate lebih sering ‘memudar’ hingga benar-benar menjadi sosok hantu yang transparan. Bahkan pada saat dirinya ‘memudar’ Kate bagaikan melintasi waktu dengan kecepatan tinggi, sedangkan lingkungan di sekelilingnya menggerak sangat lambat dibanding dirinya. Kate seperti manusia super yang mampu berpindah tempat dengan cepat di saat sekelilingnya membeku.

Peter yang dulu juga pernah mengalami proses “memudar” saat perjalanan lintas-waktunya yang pertama, merasakan suatu kejanggalan pada diri Kate. Tapi karena Kate tak pernah mau membicarakannya, Peter tak mau mendesak lebih lanjut. Peter tidak tahu bahwa kondisi Kate sangat berbahaya. Jika ia tak mampu lagi mengendalikan dirinya, maka Kate akan lenyap dalam pergerakan kecepatan yang sangat tinggi.

Bersama dengan Gideon Seymor dan Sir Richard Picard, didampingi oleh Parson Ledbury dan Hannah, Peter dan Kate mencari jalan guna menemukan mesin waktu yang dibawa oleh Tar Man. Mereka tidak tahu bahwa Tar Man telah kembali dari abad 21, dan mesin waktu yang digunakannya dibawa lari oleh Lord Luxon – yang memiliki agenda tersendiri. Yang ada mesin waktu lainnya, tapi Tar man tidak tahu kode untuk mengaktifkan mesin itu.

Dan ketika rombongan Gideon dan Peter mengejar posisi Tar Man yang diketahui berada di sebuah Perayaan Pasar Malam, Tar Man justru muncul di tempat yang tak terduga. Ia menemui Kate yang berada seorang diri, kondisi fisiknya sering lemas akibat efek ‘memudar’ yang dialaminya. Tar Man memaksa Kate mengikuti dirinya dan mengancam akan siksaan mengerikan jika Kate tidak memberikan kode akses ke mesin waktu. Kate yang tidak tahu menahu kode rahasia yang dipasang oleh ayahnya, berusaha meloloskan diri dari Tar Man … dan ia berhasil lari, hanya saja dalam wujud hantunya.

Sementara itu di abad 21, Lord Luxon menjelajahi Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ia memiliki rencana untuk memanfaatkan mesin waktu guna mengubah sejarah dunia dan menjadikannya pahlawan serta penguasa dunia. Ia bahkan mengirim pasukan tentara yang dipilihnya untuk mendampinginya di abad 21, membuat berbagai keanehan serta kelucuan saat mereka semua brusaha beradaptasi di lingkungan yang sama sekali baru. Lord Luxon mempersiapkan rencana-rencananya dengan seksama. Ia bahkan berusaha membekali dirinya dengan pengetahuan yang mampu menunjang rencananya.

Maka ia berkenalan dengan Mrs. Stacey, yang memiliki keponakan bernama Alice – wanita muda yang melakukan riset Jurusan Sejarah di Universitas Princeton.  Melalui Alice, Lord Luxon berhasil mengorek berbagai informasi serta detil sejarah saat serangan Amerika yang memberontak atas kungkungan koloni yang diberlakukan Inggris selama bertahun-tahun. Terutama tentang peran penting George Washington dalam memenangkan perang kebebasan terhadap tirani koloni Inggris.

Sembari mematangkan rencana utamanya, Lord Luxon juga menyempatkan untuk menuai kekayaan dengan memanfaatkan pengetahuan modern dan kembali ke tahun 1763 guna membawa barang-barang yang dihargai sangat tinggi pada abad 21. Lord Luxon menyibukan diri dengan mondar-mandir dengan menggunakan mesin anti-gravitasi yang direbutnya, tanpa menyadari efek berbahaya yang telah menimpa Kate, akan juga menimpa dirinya suatu saat.

Di sisi lain kota New York, Anjali menatap Tom yang terbaring kaku di rumah sakit, terluka parah akibat berusaha menyelamatkan Anjali. Gadis yang terbiasa hidup seorang diri di kota yang keras, membuat dirinya menjadi sosok yang tidak pernah mau memperdulikan orang lain selain dirinya sendiri, kali ini hatinya tergerak dengan kepolosan serta keberanian Tom. Maka Anjali bertekad membantu Tom untuk kembali ke tempat asalnya. Tapi dengan menghilangnya Vega Riaza atau Tar Man beserta mesin anehnya, maka ia harus mencari jalan lain, dan suatu kebetulan ia melihat berita di surat kabar yang memberikan ide baru guna membantu Tom …

Masing-masing karakter, berbeda tempat dan lokasi, berbeda tujuan, namun pada akhirnya semuanya bertemu dan bersinggungan pada saat dan tempat yang bersamaan. Dan peran serta Peter dan Kate, menjadi kunci penentu yang dapat mencegah terjadi gempa-waktu, akibat pergeseran waktu yang berbeda dengan penggunaan mesin anti-gravitasi, karena jika dibiarkan berlarut-larut, dunia akan hancur, perbedaan dunia satu dengan dunia pararlel lainnya akan bercampur-aduk ….dan bencana kiamat terjadi !!!

Kesan :
Buku ketiga dan terakhir dari Trilogy Gideon ini baru rilis dalam jeda tempo yang sangat lama dibandingkan buku kesatu dan kedua yang tidak terlalu jauh jaraknya. Akibatnya mode membaca sudah lama lenyap, dan diriku melupakan beberapa detil penting yang menjalin kisah ini. Memang resiko membaca novel berseri apalagi dengan jeda rilis satu tahun lebih … maka begitu sempat, kubaca ulang buku-buku sebelumnya, sekedar mendapatkan kembali ‘perasaan’ dalam menyelami kisah ini.

Ibarat kisah yang mendekati klimaks, maka kisah dalam buku ini berusaha menjawab berbagai pertanyaan serta kebingungan yang melanda para pembaca buku-buku sebelumnya. Tapi karena beberapa hal berhubungan dengan masalah tehnis, mungkin ada beberapa yang menganggap sedikit bertele-tele, membosankan dan semakin membingungkan. Janganlah hal tersebut mengurangi minat baca bahkan sampai tidak meneruskan kisahnya, justru kerugian akan berada di pihak Anda …

Dibandingkan buku kedua yang penuh dengan aksi menegangkan, maka buku ketiga sedikit berkurang, walau tetap saja mengasyikkan dengan adanya Lord Luxon dan kawanan pasukan tentara Sersan Thomas di abad 21, terutama saat pasukan tentara menonton bioskop ( belum pernah ada ‘layar-tancap’ di abad lampau haha .. ) dan mereka semua melihat film The Lord of The Ring … hua-ha-hah, tak terbayangkan ceritanya. ( and LOTR just the most best movie I’ve ever see, never gets bored even seeing for many times )

Tak kalah menarik yaitu keberadaan Marquis de Montfaron – bangsawan Prancis dari abad kedelapan belas yang sangat tertarik dengan berbagai penemuan dan diselamatkan dari kematian, dan dibawa ke abad 21 oleh Kate dan ayah Peter saat penjelajahan sebelumnya. Pria ramah dengan penampilan anggun, tapi sangat tergila-gila dengan berbagai hal yang dijumpainya di abad 21 … lucu sekali, apalagi ketika melihat cara kerja komputer dan internet, mengingatkan diriku yang juga agak ‘gaptek’ soal tehnologi hehe.

Dengan ending yang benar-benar mengakhiri kisah perjalanan Peter Schock dan Kate Dyer, pertemuan dua bersaudara Gideon “the Cutpurse” Seymour dan Nathaniel “Tar Man” maka suatu akhiran tak berbeda denga  suatu awalan, segala sesuatu di dunia ini meski melalui perjalanan yang jauh tetap akan kembali ke asal – kembali ke awal. Sebagai kisah fantasi yang berfokus pada pengembangan sejarah (fantasy-historical fiction) Trilogy Gideon menjadi salah satu kumpulan kisah favorit-ku, layak baca, harus dikoleksi (^o^) …. 

Jika saja Illustrasi cover serta isi disesuaikan dengan aslinya, maka ketiga buku ini benar-benar menjadi kesukaanku yang teramat sangat ( yang asli sangat bagus hehe )

Best Regards,
* HobbyBuku *    

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...