Translate

Tuesday, September 25, 2012

Books "BLOOD RED ROAD"



Judul Asli : BLOOD RED ROAD 
( book 1 of THE DUST LANDS TRILOGY )
Copyright © 2011 by Moira Young
Penerbit Bentang | Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Lulu Fitri Rahman
Editor : Dhewiberta & Ine & Intan.
Desain Sampul : RAI Studio
Cetakan I : Juli  2012 ; 504 hlm  

[ source ]
Pada suatu pertengahan musim dingin yang panjang, lahirlah sepasang bayi kembar di wilayah Silverlake. Yang pertama diberi nama Lugh dan yang kedua bernama Saba. Pasangan Willem dan Allis hidup penuh kebahagiaan bersama kedua putra – putri mereka, meski kehidupan yang dijalani sangat sederhana. Hingga suatu hari, Allis tewas saat melahirkan putrinya yang bernama Emmi. Semenjak itu kehidupan mereka tak pernah sama. Willem tak mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah, tenggelam dalam kesedihan, memaksa kedua anaknya Lugh dan Saba harus mengambil alih pekerjaan rumah tangga. 

Lugh tumbuh menjadi sosok yang tampan dengan rambut pirang dan mata kebiruan seperti sang ibu, meski kurus karena kekurangan makanan, ia mampu menjaga dan mengasuh kedua adiknya. Saba yang senantiasa dekat dengan Lugh, berpenampilan berbeda dengan rambut kecokelatan dan mata hitam seperti ayahnya. Ia tidak terlalu dekat dengan Emmi, karena secara tidak langsung, Saba menyalahkan kelahiran Emmi yang menyebabkan kematian sang ibu. Seperti juga Lugh, meski bertubuh kurus, namun Saba memiliki kekuatan dalam dirinya bukan hanya bertahan dalam kondisi kehidupan yang parah, tetapi juga ia memiliki  ikatan batin yang sangat kuat dengan Lugh. Berdua mereka akan selalu saling menjaga. 



[ source ]
Dan suatu hari, saat keduanya telah menginjak usia 18 tahun, tiba-tiba muncul kawanan asing berjubah serba hitam di kawasan Silverlake yang tandus, gersang, panas serta jauh dari peradaban. Empat orang disertai John Procter – tetangga terdekat mereka, datang dengan satu tujuan : menculik sang Bocah Emas alias Lugh. Tiada yang sanggup melawan mereka, bahkan Willem tewas dalam usaha menolong putranya. Meninggalkan Saba serta Emmi yang baru berusia 9 tahun. Saba tak mampu hidup tanpa saudara kembarnya, maka hanya ada satu jalan, segera menyusul Lugh dan berusaha membebaskannya dengan cara apa pun.

Saba terlebih dahulu harus menitipkan Emmi kepada Mercy – wanita yang dulu selalu berkunjung dan membantu proses kelahiran yang dialami oleh Allis. Mereka belum pernah keluar dari wilayah Silverlake, maka perjalanan menuju Crosscreek wilayah kediaman Mercy membuka pikiran Saba, bagaimana ayah mereka telah terpuruk hingga menjerumuskan kehidupan mereka semua dalam kesengsaraan, kemiskinan dan kelaparan dengan bertahan di Silverlake. Dan Mercy mengingatkan bahwa perjalanan Saba masih sangat jauh, karena ia harus ke Hopetown – kota terdekat tempat di mana para Tonton (kawanan yang telah menculik Lugh) yang merupakan antek-antek Raja akan ditemukan. Dengan menemukan mereka, kemungkinan untuk melacak jejak Lugh akan lebih mudah. 

~ Blood Read Road ~ [ source ]
Perjalanan Saba menuju Hopetown mengharuskan dirinya menyeberangi Sandsea yang luas, panas dan gersang, serta badai pasir yang sewaktu-waktu hadir. Hanya ditemani oleh Nero – burung gagak peliharaannya yang cerdik, Saba membulatkan tekad tak akan kembali sebelum menemukan Lugh. Namun bagaimana ia mampu menyelesaikan perjalanan yang sangat berat serta berbahaya ini, jika ternyata Emmi menyusul dirinya diam-diam, membuat beban bagi dirinya. Apalagi di perjalanan mereka berdua tertangkap duet suami-istri aneh bernama Rooster Pinch dan Miz Pinch, yang ternyata penjual budak untuk Pertarungan Kerangkeng di Hopetown. Saba merupakan kandidat kuat sebagai petarung memperjuangkan nyawanya di arena taruhan yang diadakan oleh sang Raja, dan jika ia tak mau menuruti kemauan Miz Pinch yang keji, maka ia akan menyiksa dan menyakiti Emmi di hadapan Saba -- membuat dirinya tak mampu melawan demi keselamatan Emmi.

~ Rebel Heart ~ [ source ]
Saba sedari dulu selalu kuat. Tapi kini ia bukan sekedar kuat, ia memiliki gejolak dalam dirinya yang membuat ia tak pernah mundur dan selalu menang dalam pertarungan demi pertarungan, hingga ia dijuluki sebagai Malaikat Kematian.  Saba bertahan demi Emmi yang ditawan oleh Miz Pinch, demi tekad menemukan dan membebaskan Lugh yang ternyata berada di wilayah lain yang bernama Freedom Fields – wilayah kekuasaan dan penjara bagi para budak-budak Raja, tempat dimana Lugh akan dijadikan korban sebagai ‘tumbal’ kekuatan sang Raja. Saba memiliki rencana untuk melarikan diri pada saat yang tepat. Dan ketika ia didekati oleh kawanan Rajawali Bebas – wanita-wanita petarung yang diam-diam menyusup di arena Koloseum, Saba melihat peluang untuk memanfaat mereka.

Saba mampu melaksanakan semua rencana ‘gilanya’ karena ia memiliki tekad yang tak mudah dikalahkan. Namun saat batu-hati peninggalan ibunya berubah menjadi hangat saat ia bertemu dengan Jack – pria petarung di wilayah petarung-petarung pria, hati serta pikirannya tak mampu berjalan sebagai mana biasanya. Akal sehat serta logika sering kali tak mampu mengenyahkan sosok Jack dalam benaknya. Dan terbukti bahwa jalur kehidupan mereka berdua akan senantiasa bersilangan, saat perjumpaan menjadi perpisahan, dan kemudian kembali menjadi pertemuan dan pertarungan sengit, yang mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawa mereka masing-masing.

Tentang Penulis :
[ source ]
Moira Young lahir di New Westmister, Kanada. Dia telah mencoba berbagai macam karir, mulai dari aktris, penari dan penyanyi opera, tetapi akhirnya fokus pada hasrat terbesarnya : buku serta menulis. Blood Red Road adalah novel pertamanya yang merupakan awal dari seri Dust Lands Trilogy. Buku ini berhasil meraih penghargaan dalam ketegori buku anak di Costa Book Award pada tahun 2011 dan hak filmnya telah dibeli oleh perusahaan film milik Ridley Scott. Saat ini Moira tinggal di Inggris bersama suaminya, dan mempersiapkan buku kedua Rebel Heart yang akan rilis akhir tahun 2012. Untuk mengenal lebih dekat silahkan kunjungi BloodRedRoad Fan Page atau DustLandsBook
[ source ]
Best Regards, 
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...