Translate

Tuesday, May 7, 2013

Books "HARRY POTTER & THE GOBLET OF FIRE"


Books “HARRY POTTER & PIALA API”
Judul Asli : HARRY POTTER & THE GOBLET OF FIRE
( book 4 of Harry Potter Series )
Copyright © Text Joanne Rowling 1999
Illustrations by Mary GrandPré
Illustrations copyright © 1999 by Scholastic Inc.
Cover Artwork © Warner Bros
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Cetakan III : Maret 2001 ; 544 hlm
Rate : 5 of 5 | 9 of 10

Desa Little Hangleton yang tenang dikejutkan dengan peristiwa aneh yang terjadi pada penghuni ‘Rumah Riddle’ – sebuah gedung besar dan megah di atas bukit milik keluarga Riddle yang kaya raya dan tak disukai oleh seluruh penduduk. Peristiwa aneh yang menyebabkan kematian semua penghuninya menjadi bahan perbicaraan selama berbulan-bulan kemudian. Dan suatu saat, di kediaman yang dibiarkan kosong tak terpelihara, masuknya penghuni tak diundang, tanpa diketahui oleh siapa pun kecuali sang penjaga yang harus menerima kematian dengan cara yang menyakitkan...dan di saat yang sama, nun jauh di suatu tempat, tepatnya di Privet Drive No. 4, Harry Potter terbangun dengan rasa sakit menyerang bekas lukanya ...

Harry Potter telah menjalani kehidupan yang cukup unik, saat ia bersama keluarga Muggle-nya, ia ‘diwajibkan’ bersikap normal dan dilarang keras untuk mengungkit apa pun yang berkaitan dengan kalimat terlarang : SIHIR. Padahal Harry bukan anak biasa, ia putra James dan Lily Potter, salah satu pasangan penyihir terkenal sebelum keduanya tewas dibunuh oleh Lord Voldermort, meninggalkan bayi Harry yang secara ajaib selamat dari kutukan mengerikan yang dilakukan oleh kekuatan sihir gelap yang sangat kuat. Sebagian pihak menganggap Harry sebagai bocah ajaib karena selamat dari kutukan tersebut, namun banyak pula pihak yang membencinya, menganggap dirinya sebagai penyebab hilangnya kekuatan Sang Penguasa Kegelapan.



Meski kehidupannya harus terombang-ambing dalam kondisi yang tidak menentu, Harry berusaha menikmati hal-hal yang menyenangkan alih-alih senantiasa mengeluh akan ketidak-beruntungannya. Meskipun yatim-piatu (karena keluarga Dursley boleh dikatakan tidak bersedia dan berlaku sangat terpaksa untuk berperan sebagai pengganti kedua orang tuanya), Harry mendapati adanya kasih sayang dari orang-orang yang tak pernah dikenal sebelumnya, diantaranya persahabatannya dengan Hermione yang selalu cerewet dan mengingatkan akan tugas serta kewajibannya, dan Ron yang selalu siap melakukan keisengan serta berpetualang bersamanya, asalkan tidak berhubungan dengan monster atau Laba-Laba. Harry cukup bahagia, apalagi setelah bertemu dengan walinya Sirius Black – buronan Penjara Azkaban dan sahabat James Potter. 

Buku ke-4 petualangan Harry Potter ini merupakan salah satu favorit-ku dari ke-7 serial karena di sinilah titik tolak perubahan drastis dalam kehidupan Harry yang semula menyenangkan, penuh permainan, keisengan serta mencoba berbagai hal baru bersama sahabat-sahabatnya. Jika dalam ke-3 buku sebelumnya, Harry merupakan bocah yang cukup polos dan bisa bersenang-senang tanpa terlalu memikirkan beban serta tanggung jawab masa depannya, maka perjalanan berat dimulai dalam kisah ini. Pertempuran antara Harry dan Lord Voldemort selalu terjadi melalui perantara atau sosok yang dimanfaatkan oleh Lord Voldemort untuk menyakiti dan menghabisi Harry. Bisa jadi karena sosok Voldemort telah kehilangan wujud nyata secara fisik dan kekuatannya hancur saat ia mencoba membunuh bayi Harry. Namun Sang Penguasa Kegelapan senantiasa mencari jalan untuk memulihkan kekuatan serta kekuasaannya, dan kini ia menemukan cara guna mencapai kembali kekuasaan melalui Kerajaan Kegelapan, sekaligus melenyapkan Harry Potter.

JK Rowling benar-benar memberikan sajian yang spektakuler melalui kisah ini. Dibuka dengan kemeriahan suasana pertandingan perebutan Piala Dunia Quidditch yang membuatku ingin ikut berada di tengah stadiun untuk ikut berteriak dan bersorak-sorak, padahal kenyataanya diriku tidak pernah  menyukai olah raga bola (sepak bola, footbal, rugby, dll), dan disusul oleh diadakannya Turnamen Triwizard yang melibatkan pertandingan antara 3 sekolah sihir terbesar di Eropa : Hogwart, Beauxbatons dan Durmstrang. Jika selama ini Hogwart sudah cukup menakjubkan dan membuatku terheran-heran, nah kali ini malahan ada dua sekolah Sihir lainnya dengan para peserta yang tak kalah menariknya. Entah apa yang ada di benak JK Rowling sehingga mampu membuat sebuah kisah sepanjang 896 halaman (edisi terjemahan Indonesia) yang sudah kubaca lebih dari 10 kali dan tetap mengasyikkan sekaligus takjub. Boleh jadi karena beliau mampu ‘merangsang’ hampir seluruh indera serta imajinasi pembacanya hingga larut dan terhanyut dalam petualangan yang membuat adrenalin naik-turun berulang kali.

Dibumbui dengan adegan-adegan yang cukup membuat geli sekaligus membuat pembaca tersadar bahwa Harry kini telah berusia 14 tahun, cukup mendekati akil-baliq dan tentunya sudah mulai merasakan daya tarik lawan jenis. Di sini pula kepolosan kanak-kanak mulai mengalami perubahan, dengan rasa cemburu serta iri hati yang dialami oleh Ron, hingga pertengkaran dan permusuhannya dengan Harry, bahkan tingkah laku Ron serta Hermione yang mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan pada masa depan mereka nantinya.Perpaduan sifat dan karakter antara Harry, Ron dan Hermione telah berkembang dan jika dapat di-ilustrasikan sebagai sebuah tongkat yang dibentuk menjadi segitiga yang kokoh, maka Harry melambangkan keberanian dan kekuatan, Ron melambangkan kesetiaan persaudaraan dan ketabahan, dan Hermione merupakan penghubung dan sebagai penyeimbang sekaligus pemandu. Ketiganya akan mengalami berbagai cobaan serta ujian berat dalam pelaksanan peran masing-masing.

Sebagai sebuah bacaan yang digemari oleh anak-anak, JK Rowling juga memasukan berbagai tema serta ide yang terjadi dalam kehidupan masyarakat umum (baca : orang-orang dewasa), seperti tema perjudian, penipuan melibatkan emas palsu, permainan licik serta taruhan yang tidak adil, bahkan yang cukup menarik sekaligus menjengkelkan, munculnya karakter Rita Skeeter sebagai reporter yang selalu menulis keburukan dan melakukan eksploitasi media terhadap pihak-pihak tertentu. Apakah ini merupakan pengalaman pribadi sang penulis dalam menghadapi media massa serta paparazzi yang cukup terkenal di dunia media Inggris ? Adegan bagaimana Rita Sketeer sengaja memutar-balikan fakta demi kepentingan pribadi, bahkan kutipan ucapan Ron yang memperingatkan Hermione akan bahaya-nya melakukan konfrontasi terhadap Rita saat ia membuat berita yang memojokkan Hagrid.

Perang bukan hanya bisa dilakukan secara fisik tetapi melalui ‘kata-kata’ dan kekuatan media. Kebenaran dan kebohongan mampu berbaur menjadi satu, tanpa kekuatan hati nurani serta keyakinan terhadap satu sama lain, maka sebuah persatuan, persaudaraan dan persahabatan akan mampu dipecah-belah. Bagaimana menilai karakter serta kepribadian seseorang, bukan sekedar dari jabatan dan status sosial atau kepopuleran, melainkan belajar untuk mengenali kebenaran dan kejujuran, keyakinan dan prinsip moral di dalam sebuah pergaulan sosial. Jika pada awalnya diriku hanya melihat kisah ini sebagai sebuah kisah fantasi yang mampu menghibur, maka kini, setelah berkali-kali membaca kisah yang serupa, anehnya selalu muncul pembelajaran baru, tema baru, serta pemahaman baru. Apakah memang sang penulis bertujuan memberikan Pilihan kepada para pembaca, kebebasan untuk memilih dan menentukan jalan hidup kita masing-masing ?  

Conclusion :
The Fourth Book of Harry Potter Series is my n0. 1 favorite-stories. Not only there is so many action and thriling adventures, but also the complexity of its stories. I can say that Rowling build such high-peak and memorable moments inside this stories, that also as the starting-point for Harry’s character becoming more mature while the sequels will be more and more darker than previous stories. So many things are highlight, like how the three characters : Harry, Hermione and Ron are being tested on loyalty, truth and facing each others demons, their inner fear and flawless.

At this point, I think this book are more suitable for teenager (not children) because the themes are so provacative and displays all the worse of human-kind, such as gambling, corruption, cheating, betrayed on each others, disloyalty, rebellions, and how to seek others weakness as the weapon by tell-a-lie on media. And how to deal with envy, jealousy, and self-esteem, but then also displays some good example on keeping the truth inside your-self, no matter how hard the situations. People often afraid to be as their own-self, reveal the weakness at the same time, the easy ways are pretending to be some else, someone that more acceptable by societies, someone that looks ‘normal’ or just like everybody else.

Rowling encourage through her characters that unique and different from each others. Everyone got their weakness but they also got something special in them, if they really want to looks harder inside them-self. The reason why I so drawn into darker-stories, simply because in every bad-worse-different-kind of human, there are so many various of unique character who really special, because there’s no one else like them. In every darkness, there’s a bright light hidden deep inside. In the journey to seek-out the truth and the meaning of life, again I must say this is the best story I ever read, in so many occasionally, perharps five star is not good enough, I should gave higher rating ...


Tentang Penulis :
Joanne Kathleen Rowling, semula adalah orang tua tunggal yang berjuang dalam membesarkan putrinya, ketika di sela-sela waktu beliau menuliskan awal kisah Harry Potter & Batu Bertuah di carikan-carikan kertas di sebuah cafe setempat. Dewan Seni Skotlandia secara tak diduga memberikan penghargaan yang memungkinkan dirinya membuat kisah ini lebih panjang hingga mendekati sebuah buku. Namun perjuangan untuk menerbitkan kisah ini menjadi perjuangan yang cukup berat. Pada saat itu tidak  penulis wanita yang cukup dikenal apalagi populer, dan tidak ada yang tertarik untuk menerbitkan novel fantasi. Hingga ada satu agen yang benar-benar tertarik, dan bersedia berjuang demi terbitnya buku ini, kemudian dimulailah cetakan buku Harry Potter yang pertama. 

Tanpa diduga oleh siapa pun, buku ini menjadi sebauh awal fenomena, wabah Harry Potter menyebar ke seluruh penjuru dunia, diterjemahkan dalam berbagai bahasa, dengan penggemar mulai dari anak-anak hingga dewasa bahkan lanjut usia, semuanya terpikat akan kisah perjalanan hidup sosok bocah bernama Harry Potter. Rowling memperoleh berbagai penghargaan dan menangguk kesuksesan dengan serial ini. Apalagi sejak Warner Bros tertarik membeli hak cipta untuk franchise serta movies adaptations. Nama Rowling kini menempati jajaran teratas penulis bestseller serta penulis wanita dengan kekayaan tertinggi berkat karyanya.

[ more about the author, books and related adaptations, check on here : JK Rowling’s Site | Harry Potter Books | Potter More | Movies Adaptations | Harry Potter Fan’s Site ]

Best Regards,
* Hobby Buku * 

1 comment:

  1. Dian | dianmaharani833@yahoo.com | Alasan: Karena ini adalah seri yang paling aku sukai >.<

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...