Translate

Tuesday, September 17, 2013

Books "THE BOOK OF TOMORROW"

Books “BUKU ESOK HARI”
Judul Asli : THE BOOK OF TOMORROW
Copyright © by Cecelia Ahern 2009
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Nurkinanti Laraskusuma
Desain Sampul : eMTe
Cetakan I :  Juli 2013 ; 480 hlm ; GM 402 01 13 0098
Rate : 4 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

“Kisah ini jenis yang mengharuskan beberapa orang mengenyahkan ketidakpercayaan mereka. Sebagian manusia dilahirkan dengan pikiran telah terbuka ; ibarat kuncup-kuncup bunga mungil, dirawat hingga perlahan kelopak-kelopaknya mengembang terbuka dan siap disuapi oleh sifat paling alami kehidupan. Tapi ada juga mereka yang pikirannya hanya seperti rangkaian tangkai bunga, yang menumbuhkan kuncup saat menerima informasi baru – satu kuncup untuk satu fakta baru – tapi kuncup-kuncup itu tidak pernah membuka, tidak pernah berkembang. Mereka adalah orang-orang dengan huruf kapital dan titik, tapi tidak pernah tanda tanya dan elipsis ...” [ ~ The Book of Tomorrow | p. 9 – 10 ]
Pembukaan pada awal paragraf kisah ini mencerminkan apa yang hendak disampaikan oleh sang penulis, dan untuk menyesuaikan dan memahami pesan-pesan yang hendak disampaikan, maka kusempatkan untuk ‘membuka-pikiran’ dalam menelaah sekaligus menikmati perjalanan sebuah kisah yang tak pelak akan melambungkan daya imajinasi serta pemahaman akan nilai-nilai kehidupan. Dituturkan dengan cara yang memikat, perpaduan antara manisnya sebuah romansa, pahitnya pengkhianatan serta misteri akan skandal yang disembunyikan selama bertahun-tahun, menjalin kisah yang absurb, unik dan aneh, namun mengandung kesan serta keindahan tersendiri, menyentuh hingga akhir ....




Tamara Goodwin  membenci nama pemberian orang tuanya. Terlebih karena kehidupan nyata yang dijalaninya tidak sesuai dengan bayangan akan ‘peruntungan’ dalam kehidupannya. Terbukti menjelang usianya ke-16, masa-masa yang seharusnya dijalani dengan penuh keceriaan khas gadis remaja, ia harus merubah total gaya hidup serta menjalani lingkup kehidupannya yang baru. Dimulai dari tragedi tewasnya sang ayah, George Goodwin, yang bunuh diri dan meninggalkan hutang melilit keluarga mereka. Hal ini yang memaksa Tamara dan ibunya, harus pindah dari kediaman bak kastil jaman dahulu, ke pondokan yang ditempati penjaga gerbang lahan kediaman keluarga mereka. Tamara meninggalkan semuan kenyamanan dan kemewahan, sekolah maupun teman-temannya, untuk tinggal di tempat sunyi dan terpencil. 

Jennifer Goodwin – ibu Tamara, mengalami depresi berat hingga tak mampu menjalankan tugasnya sebagai pengganti kepala keluarga, apalagi mengurus Tamara yang berjiwa pemberontak. Kini mereka berdua harus hidup bersama pasangan suami-istri Arthur (yang dikenal oleh Tamara sebagai saudara ibunya) dan Rosaleen Byrne. Jika Jennifer segera mengurung diri dalam kamar barunya, dan tidak pernah lagi keluar atau menjalani kehidupan layaknya manusia normal, maka Tamara berusaha mencari penghiburan di kediaman barunya. Mulai dari berkenalan dengan pemuda menarik yang menjalankan perpustakaan keliling, hingga menjelajahi lahan peninggalan Kilsaney Castle yang didirikan pada tahun 1700-an.

Di sanalah ia bertemu dengan sosok aneh yang disebut Suster Ignatius Power dari Sisters of Mercy, yang mengungkapkan sejarah masa lalu kehidupan penduduk sebelum keruntuhan Kastil saat kebakaran besar di tahun 1920-an menghabiskan bangunan dan menewaskan keturunan terakhir keluarga Kilsaney. Tamara – gadis remaja yang manja dan egois, mulai merasakan perbedaan antara relitas kehidupan sebenarnya dari jejak-jejak masa lalu yang membayangi kehidupan di lahan peninggalan keluarga Kilsaney. Ia tak lagi tertarik pada jenis kehidupan lama yang penuh dengan foya-foya serta kesenangan semu.

Kemarahan serta kesedihan akan tragedi yang melanda hidupnya, kini mulai dikalahkan dengan keingin-tahuan untuk menyelamatkan sang ibu serta menyingkap rahasia yang menyelubungi kehidupan di sekitar lahan tersebut. Apalagi ketika ia menemukan sebuah buku kosong yang tertinggal di reruntuhan kastil, buku yang semula hendak digunakan sebagai jurnal pribadinya, berubah menjadi ‘catatan-hari-esok’ yang meramalkan apa yang akan terjadi sebelum ia melakukan atau memikirkan sesuatu. Buku yang menuntun Tamara guna mencari tahu masa lalu keluarganya, sikap Arthur yang selalu bungkam tak bersuara, Rosaleen yang menguntit dirinya kemana pun ia pergi, hingga ibunya yang tak mampu keluar dari kamar tidur, terbaring tanpa daya, tanpa memiliki kesadaran akan sekelilingnya, Suster Ignatius yang serba rahasia, pemuda misterius bernama Weseley yang suka menyusup di reruntuhan kuil.

Ini adalah perjalanan kisah gadis bernama Tamara, menelusuri jejak kehidupan yang menghubungkan masa silam, masa kini dan masa depan dalam satu garis tipis, yang senantiasa berubah berdasarkan aneka pilihan jalan yang hendak ditempuh. Dan jalan manakah yang akan dipilihnya jika ia sudah mengetahui ‘segala-sesuatunya’ atau ia memilih untuk tidak mengetahui ‘apapun’ .... Satu lagi karya penulis yang mengguncang tentang kehidupan yang absurb dan penuh imajinasi, dan ternyata tak berbeda jauh dengan realita kehidupan nyata. Jika dalam  Thanks For The Memories’, pembaca diajak untuk mengalami ‘peristiwa’ yang menghubungkan dua sosok asing dari belahan dunia yang berbeda namun entah bagaimana terhubung satu sama lain, maka ‘The Book of Tomorrow’ menyajikan keunikan dan hubungan antara masa silam-masa kini-masa depan.

Bukan sekedar mengajak pembaca untuk ‘berimajinasi’ melainkan juga sarat akan pesan-pesan moral dalam menghadapi kehidupan yang penuh halangan serta rintangan. Sebagaimana kutipan di awal kisah, penulis mengajak pembaca untuk ‘membuka-pikiran’ dan senantiasa melakukan tindakan serta keputusan didasarkan atas hal-hal ‘positif’ karena dibalik penderitaan, tragedi serta kegagalan, tersedia harta luar biasa bagi siapa saja yang berhasil menghancurkan tembok penghalang ‘mental’ serta ‘pikiran’ – meraih keberhasilan sekecil apapun dalam kehidupan masing-masing. . This is definitely one of my favorite book of Cecelia, after Thanks For The Memories (^_^)

Tentang Penulis :
Cecelia Ahern lahir pada tanggal 30 September 1981. Sebelum terjun ke karier menulis pada tahun 2004, Cecelia Ahern menyelesaikan studinya di bidang jurnalisme dan studi media. Novel pertamanya PS, I Love You– telah terjual jutaan kopi, dan selama beberapa waktu bertengger di puncak buku terlaris. Novel tersebut juga sudah difilmkan dibintangi oleh Hilary Swank dan Gerard Butler. Saat ini Cecelia tinggal di Dublin, Irlandia bersama dengan pasangannya David Keoghan dan kedua anaknya. 

Novelnya yang kedua Where Rainbow Ends menduduki posisi pertama di Irlandia dan Inggris, memenangkan German CORINE Awards di tahun 2005.  Selain itu ia juga sebagai ‘co-creator’ dan produser serial komedi yang dikeluarkan oleh ABC Studios, berjudul “Samantha Who” yang dibintangi oleh Christina Applegate, Jean Smart, Jennifer Esposito, Barry Watson dan Kevin Dunn.  Saudara kandung  Cecelia, Georgina Ahern menikah dengan Nicky Byrne – penyanyi dari grup musik Irlandia yang Weslife. 

[ more about the author and related works, just check at here : Cecelia Ahern (USA) | Cecelia Ahern (UK) | on Goodreads| on Wikipedia | on IMDb | at Facebook ]

Best Regards,

* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...