Translate

Monday, September 30, 2013

Books "PERCY JACKSON & THE OLYMPIAN : THE LAST OLYMPIAN"

Books “DEWI OLYMPIA TERAKHIR”
Judul Asli : THE LAST OLYMPIAN
[ book 5 of Percy Jackson & The Olympian Series ]
Copyright © 2009, Rick Riordan
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Reni Indardini
Editor : Soehindrati A. Shinta
Penyelaras Aksara : Alfiyan
Ilustrasi Isi : Kebun Angan
Ilustrasi & Desain Sampul : Windu Tampan
Cetakan I :  Juni 2010 ; 456 hlm ; ISBN 978-979-433-590-1
Rate : 4 of 5

Perkemahan Blasteran semakin porak-poranda. Bukan karena kedatangan musuh (kembali) yang akan menghancurkan tempat serta penghuninya, melainkan kekuatan Kronos telah menampakkan hasil melalui aneka bencana serta musibah yang terjadi di berbagai tempat. Puncaknya, para dewa harus turun tangan untuk bertempur dengan musuh-musuh tangguh yang tak mudah begitu saja dikalahkan. Akibatnya, tiada yang memperhatikan kondisi kaum manusia (yang tak bisa melihat langsung adegan pertempuran para Dewa dengan sekutu Kronos) saat berita mewartakan bencana alam melanda di berbagai wilayah.



Hal ini pula yang mendorong Percy dan kawan-kawan untuk turun langsung menjaga pusat Olympus yang ditinggalkan oleh para Dewa yang sibuk bertempur. Para penghuni Perkemahan Blasteran, terpecah-pecah, sebagian masih membela kepentingan para Dewa serta kesejahteraan manusia (dimana Percy dan kawan-kawan berada), sebagian melarikan diri dan memihak Kronos, dan sisanya termasuk para keturunan Hades, memilih absen dari pihak manapun dan menolak ikut-campur dalam pertempuran antar dunia ini.

Salah satu kisah yang lumayan seru karena penuh dengan adegan pertempuran serta laga, sekaligus banyak kesedihan, terutama jika kalian memiliki karakter favorit sepanjang kisah ini, bersiap-siap mencucurkan air mata kala mereka tewas dalam aneka pertempuran. Para Demigod harus berjuang tanpa ada pihak lain atau bahkan bala bantuan dari para Dewa (senior), karena berkat taktik Luke dan permainan Kronos – mereka telah mengirim beberapa perwakilan yang mengganggu kesibukan pihak-pihak yang kuat , hingga masing-masing sibuk melawan dan meredam kekacauan tanpa sempat bersatu-padu guna melawan musuh utama yang masih belum menampakkan diri (semacam taktik perang ala ‘divide et impera’ atau memecah-belah kekuataan dengan mencegah adanya persatuan satu kekuatan penuh).

Ok, jujur akhir kisah serial Percy Jackson & The Olympians ini sedikit mengecewakan bagi diriku. Bukan karena masih bermunculan aneka misteri yang biasanya menjadi ciri khas sebagian besar kisah berseri, justru permasalahan yang semula diduga sangat rumit, ternyata jawabannya sangat-sangat ‘simple’ ... atau memang penulis sengaja membuat ending seperti ini untuk memberikan kesempatan bagi penulisan seri kelanjutannya ‘The Hero of Olympus’ ? (yeahh..masih bersambung lebih panjang lagi saudar-saudara). 

Di luar masalah tersebut, penyelesaian terhadap pertempuran antara para Dewa dan Kronos yang diwakili oleh Percy Jackson dan kawan-kawan melawan Luke serta kroni-kroninya, sedikit banyak mengingatkan diriku akan ending kisah Harry Potter (kalian yang sudah membaca kedua serial ini tentu paham apa maksudku ... tanpa membuat diriku menjadi terlalu ‘spoiler’ akan kisah ini). Walau demikian, feeling atau emosi yang kudapat jauh berbeda antar kisah Harry Potter dan Percy Jackson ini (of course Harry Potter still the best & no.1 on my list).

Jika JK Rowling meletakan tema serta paduan konflik yang semakin lama semakin ‘lebih berat’ dan ‘berbobot’ dalam setiap kelanjutan kisahnya, maka Percy jackson bagaikan bacaan anak-anak yang lebih ringan dan menghibur. Tapi ini tidak menghapus karya Mr. Riordan dalam daftar rekomendasi bacaan fantasi, karena tema mitologi Yunani menjadi ‘bumbu-penyedap’ tersendiri yang sangat menarik untuk disimak. Learning something without boring and having fun at the same time (^_^). And last but not least ... untuk semua saja yang melakukan perbuatan seperti ini : menonton film adaptasinya terlebih dahulu sebelum membaca bukunya, well it’s your biggest lost, karena banyakkkkk sekali hal yang hilang dari adaptasi film dibandingkan versi aslinya.

Tentang Penulis :
Rick Riordan, semula menjalani profesi sebagai guru Sejarah dan Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah negeri dan swasta di kota San Fransisko, Bay Area serta Texas selama 15 tahun, hingga memperoleh anugerah Master Teacher Award dari sekolah Saint Mary’s Hall pada tahun 2002. Karya fiksi dewasa yang ditulisnya, memenangkan tiga penghargaan nasional untuk kategori misteri, mulai dari Edgar Award, Anthony Award hingga Shamus Award. Rangkaian cerita pendek karyanya juga dimuat dalam majalah misteri Mary Higgins Clark dan majalah misteri Ellery Queen.

Kesuksesan karya tulisnya melalui serial Percy Jackson & The Olympians, dimulai dari buku pertama The Lightning Thief yang masuk dalam daftar New York Times Notable Book di tahun 2005, dan hak cipta adaptasi filmnya dibeli oleh Twentieth Century Foxdan telah tayang pada Februari 2010. Menyusul buku kedua ‘The Sea of Monsters’ yang juga telah diadaptasi dan rilis pada bulan Agustus 2013. Serial yang terdiri dari lima judul buku yang membuat kumpulan penggemar petualangan para ‘Demi-God’ bahkan berlanjut pada serial Hero of Olympus, yang merupakan sekuel petualangan Percy Jackson dan kawan-kawannya.

Selain serial yang mengangkat sejarah dan mitologi Yunani, beliau juga menghasilkan karya lain yang mengambil tema sejarah  serta mitologi Mesir dalam serial ‘Kane Chronicles’ yang tak kalah menariknya. Kini Rick Riordan menjalani kehidupan full-time sebagai penulis aktif yang selalu menyajikan ide-ide serta tema menarik bagi kaum remaja hingga dewasa. Beliau tinggal di kawasan San Antonio bersama istri dan kedua putranya.

[ more about the author and related works, just check at here : Rick Riordan | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb | Percy Jackson Site’s (UK) | Percy Jackson's Site (USA) ] 

Best Regards,

* Hobby Buku * 


2 comments:

  1. du.du.du..
    aku suka review ini, way much better than mine #yaiyalah
    setuju banget sama statement ini:
    menonton film adaptasinya terlebih dahulu sebelum membaca bukunya, well it's your biggest lost

    jauh banget ya Mbak Maria yang dihilangkan dan bahkan diganti #garukgaruktembok #gakrela

    oia, ngomong2 klo boleh tahu, kenapa kurang suka sama endingnya Mbak? #mulaikepo

    sekali lagi, aku suka sama review-nya ^_^
    Hidup Om Rick #nyalainmercon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduhhh ...sbntr sdh agak lupa knp krg suka endingnya.
      Mmm... menurutku penyelesain konfliknya terlalu 'dipermudah' jadinya krg terasa gregetnya sebagai kisah pamungkas petualangan Percy dkk.
      Meski berlanjut ke Hero of Olympus, tetap saja (seharsnya) tidak boleh dibuat versi 'simple' ending buku ini (menurutku lho)

      Delete

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...