Translate

Wednesday, July 2, 2014

Books "FINALE"

Books “FINALE”
Judul Asli : FINALE
[ book 4 of HUSH, HUSH SAGA ]
Copyright © 2012 Becca Fitzpatrick 
Penerbit Fantasious (Ufuk Publishing House)
Alih Bahasa : Dina Begum
Editor : Samira
Layout : Aramis Ralenka & Githa Eka
Desain Sampul : Def
Cetakan I : April 2014 ; 684 hlm ; ISBN 978-602-7689-72-5
Rate : 3 of 5

Namaku Nora Grey. Dulu, aku remaja Amerika biasa, membeli pakaian di gerai J. Crew, menghabiskan upah dari menjaga anak di iTunes, tetapi sekarang aku menjelma menjadi seorang yang sama sekali asing. Dan itu dimulai semenjak Patch muncul dan masuk dalam kehidupanku. Karena Patch bukanlah manusia normal, melainkan Malaikat Terbuang ...

Semenjak itu hidupku bagaikan roller-coaster yang rusak, tidak memiliki kendali atau rem jika terlalu kencang, dan tidak ada tombol untuk mempercepat penderitaan yang kualami. Haruskah kujabarkan satu demi satu ? Terlalu banyak dan terlalu menyakitkan untuk disimpan dalam kenangan. Dan kini, kembali diriku dihadapkan pada situasi yang sama sekali bukan pilihanku, namun tidak ada jalan lain untuk menerimanya, karena jiwa orang-orang yang kukasihi menjadi taruhannya.



Satu-satunya hal yang mampu kukendalikan, akhirnya ‘kubunuh’ sumber penderitaan dan malapetaka dalam hidupku : Hank Millar atau lebih dikenal sebagai Black Hand – pemimpin kaum Nephilim, sekaligus ayah kandungku. Pria yang sebelumnya tak pernah kukenal dan kuketahui, manusia megalomania yang gemar memanipulasi kaum wanita, termasuk ibuku, yang bersedia menjadi ‘simpanan’ dan selalu tunduk terhadap semua perintahnya. Kini ia telah tiada, namun sempat meninggalkan ‘kutukan’ yang membuatku harus menuruti kemauannya ... untuk yang terakhir kali.

Black Hand memimpim Kaum Nephilim untuk membasmi dan mengalahkan Kaum Malaikat Terbuang, dengan dalih selama ini mereka telah diperbudak oleh semua Malaikat Terbuang secara semena-mena, tanpa memperhatikan keinginan serta kepentingan masing-masing. Kini, diriku akan diuji dan diawasi secara ketat oleh para Dewan Nephilim, apakah layak dan pantas mengemban tanggung jawab sang Pemimpin yang telah tiada. Kematian Black Hand ditanganku hanya diketahui oleh Patch seorang. Dan hal ini harus menjadi rahasia kami berdua sembari mencari jalan keluar dari perang yang telah berlangsung sepanjang masa ini.

Kini Nora Grey bukan sekedar gadis remaja yang sibuk dengan urusan sekolah dan sesekali menghabiskan waktu bersama kekasihku, Patch. Bukan saja karena Dewan Nephilim mengawasi diriku secara ketat, tetapi juga munculnya gangguan lain dalam wujud cowok menawan nan angkuh bernama Dante Matterazzi. Ia bahkan menawarkan diri menjadi pembimbing dan pelatih pribadi calon pemimpin kaum Nephilim, hingga menjadi sosok yang tak terkalahkan. Karena Dante tampak selalu muncul dimana pun diriku berada, maka demi mengurangi kecurigaan dari pihak Nephilim, sebuah rencana baru disusun.

Diriku harus ‘putus-hubungan’ dengan Patch – malaikat terbuang yang tangguh dan hidup dengan aturannya sendiri. Semua pihak harus melihat bahwa diriku ‘serius’ menjalani warisan Black Hand. Termasuk sahabatku Vee Sky dan Scott Parnell – satu-satunya Nephilim yang senantiasa siap membelaku, setiap saat. Di tengah kesibukan membagi waktu antara kaum Nephilim-kaum Malaikat Terbuang (khususnya Patch) dan juga dunia manusia, ternyata ada hal lain yang jauh lebih besar dan sangat mengerikan untuk dibayangkan. Sebuah pengkhianatan, misi untuk menguasai dunia dengan menggunakan ramuan khusus yang disebut sebagai ‘devilcraft’ ...

Sesuai namanya, ‘devilcraft’ mampu meningkatkan kemampuan dan kekuatan mereka yang mencobanya. Kabar buruknya, ramuan itu menimbulkan kecanduan dan ketergantungan. Kabar terburuknya, diriku, Nora Grey, ikut menjadi salah satu korbannya, bahkan bersedia berbohong terhadap Patch demi menikmati ‘minuman-berenergi’ di dalam tubuhnya. Pertanyaannya, seberapa jauh diriku akan melangkah kala semua pilihan masa depanku bertentangan dengan keinginan Patch ? Dan bisakah perdamaian terjadi antara dua kaum yang selama berabad-abad senantiasa berselisih ? Ataukah benar, bahwa satu-satunya jalan keluar adanya perang, memusnahkan yang lain demi kelangsungan kehidupan pihak lainnya ?

Secara keseluruhan, kisah ini berjalan cukup ‘datar’ tanpa adanya daya tarik emosional antara karakter satu dengan lainnya. Bahkan hubungan yang seharusnya cukup ‘panas’ akibat pergulatan yang dialami oleh Nora dan Patch, tidak muncul secara maksimal. Di sisi lain, hal yang cukup melegakan, kisah ini bisa diikuti dengan mudah tanpa harus membaca tuntas secara berurutan dari buku pertama, karena beberapa penjelasan dan pengulangan diberikan saat menyinggung ‘topik masalah sebelumnya’ ... Namun kenyamanan dan kenikmatan untuk mengikuti alur kisah ini, masih agak sedikit terganggu akibat ‘masalah-teknis’ dengan beberapa ‘typo’ yang cukup jelas, serta penggunaan font-huruf yang kurang tepat.

~ Becca Fitzpatrick ~
Terutama pada setiap dialog dan komunikasi secara ‘batin’ (atau bisa dikatakan mirip telepati), adegan percakapan antar dua orang hingga lebih, tidak disertai tanda baca atau petunjuk (misalnya jenis font yang berbeda atau menggunakan sistem Bold dan Italic) yang membedakan ‘sumber’ sekaligus menunjukan pergantian peran. Maka sepanjang percakapan, diriku melakukan permainan ‘tebak-tebakan’ untuk menentukan siapakah yang sedang berbicara. Dalam bahasa Inggris, kata pengganti untuk memberikan deskripsi sang pembicara masih bisa dibedakan antara she / her dan he / him, nah coba bayangkan jika diterapkan dalam bahasa Indonesia tanpa disertai penjelasan yang memadai.

Perubahan dan perkembangan karakter Nora Grey sepanjang kisah Finale, juga membuatku pusing dan kebingungan, di satu sisi ia digambarkan telah memiliki kematangan berpikir akibat tanggung jawab baru yang diembannya. Di sisi lain mengapa ia mudah sekali berubah pendapat dalam hal keputusan menyangkut nasib sekian banyak jiwa ? Perang-damai-perang-damai-perang-damai...dst-nya bermain-main di benaknya. Perubahan ‘pola-pikir’ dari satu halaman ke halaman lainnya secara mendadak tanpa disertai penjelasan serta alasan mengapa ia berubah pikiran (dalam sekejab dan berulang kali) ... sampai-sampai diriku mengira ada ‘halaman’ yang hilang pada edisi terjemahan ini #soweird

[ source ]
Kisah pamungkas Hush, Hush Saga, seharusnya merupakan sebuah FINALE yang menghebohkan sesuai judulnya. Sayangnya tiada kesan khusus yang membuatku tertarik atau terkesan lebih jauh. Ibarat sebuah kisah yang (mungkin) seharusnya selesai dalam beberapa bagian, dibuat / diperpanjang / diulur-ulur bak sinetron telenovela yang pada akhirnya justru menjadi ‘boomerang’ karena kehilangan daya tarik dari ide serta plot di awal serial ini. Maka dengan sangat terpaksa (dan karena kondisi-kondisi yang kurang nyaman sepanjang petualangan Nora dan Patch), hanya 3 bintang yang mampu kuberikan pada FINALE ... \(-__-)/

[ more about this author & related works, just check at here : Becca Fitzpatrick | on Goodreads | on Wikipedia | at Twitter | at Facebook ]

~ This Post are include in 2014 Features “Behind The Scenes #1 : Dina Begum” ~
&
~ 2014 Reading Challenge ~
50th Book in Finding New Author Challenge
129th Book in TBRR Pile

Best Regards,
Hobby Buku


No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...