Translate

Saturday, November 15, 2014

Books "ORANG-ORANG TANAH"

Judul Asli : ORANG-ORANG TANAH 
Copyright © by Poppy D. Chusfani
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Editor : C. Donna Widjajanto
Desain Sampul & Ilustrasi Isi : Anne M. Oscar 
Cetakan I : Agustus 2013 ; 200 hlm ; ISBN 978-979-22-8398-3
Rate : 3.5 of 5

Saat melihat buku ini pada display sebuah toko buku, desain sampul yang cantik dengan pilihan warnanya langsung menarik perhatianku, apalagi ketika melihat nama penulis yang tercantum di sampul depan buku ini, tak pelak lagi, rasa penasaran tingkat tinggi membuatku segera mengambil (dan membayar tentunya) buku ini untuk menjadi salah satu koleksi bacaanku (meski diriku bukanlah penggemar kisah berupa kumpulan cerpen).



[ source ]
Dibuka dengan kisah ‘Jendela’ tentang gadis cilik bernama Dinah, yang menemukan sebuah jendela ajaib – sumber cahaya dalam kehidupannya yang senantiasa bernuansa kelabu, kelam dan menakutkan. Sebuah kisah tentang keterpurukan serta kehidupan manusia yang rusak, bobrok, mental dan pikiran. Namun ditengah hal-hal yang busuk dan menakutkan itu, secuil kekuatan serta pengharapan muncul, untuk berjuang melawan ketidak-adilan dan kezaliman. Dan ketika tiba saatnya, sebuah jendela cahaya akan membebaskan makhluk yang tersiksa, dimulai dari gadis cilik bernama Dinah.

Lara – seorang gadis yang tak pernah diterima oleh lingkungan sekelilingnya, bahkan ibu kandungnya selalu menjauhi dan tampak sangat membenci dirinya. Ia dibenci dan dilecehkan secara mental maupun fisik hanya karena dirinya berbeda. Namun semakin keras deraan yang dialaminya, semakin kuat tekadnya untuk melawan, dengan cara memperkuat diri serta mental, untuk tak pernha menyerah dalam menghadapi semua rintangan. Takdir membuatnya terasing dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, hingga sebuah kenyataan menghentak dirinya, memaksanya memilih jalan kehidupan serta masa depan apa yang akan dilakukannya. Dan ia akhirnya memilih ‘Pelarian’ untuk menyelamatkan nasib banyak orang, melawan Takdir.

[ deviantart by katmary ]
Kisah berikutnya benar-benar sangat mencekam sekaligus menakutkan, ditambah dengan kondisi yang tak menguntungkan, ketika diriku membaca tepat menjelang tengah malam buta, seorang diri di dalam kamar ... Bayangkan adegan seorang wanita, berusaha mencari inspirasi untuk menuntaskan tulisannya, di sebuah pondok terpencil di tengah hutan, jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk. Sunyi, senyap, tenang, dan damai, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sang penulis. Hingga ia mengalami aneka peristiwa aneh. Dimulai dengan pemandangan pohon yang dipenuhi ribuan ulat bulu, bergerak-gerak mengusik pemandangan. Disusul dengan mimpi buruk serta suara-suara dalam benaknya. Sebuah kisah horor di ‘Pondok Paling Ujung’ yang membuatku terngiang akan suara ‘Aku Di Sini’ – yang mampu membuat bulu kuduk dan bulu roma berdiri sekaligus meremang....

... untuk menghadapi sosok pemuda yang terjerat kegelapan malam. Dunianya bernuansa kelam, hingga tepat menjelang ‘Bulan Merah’, ketika ia melihat malaikat jatuh, membisikan sebuah ramalan akan kehidupan yang akan segera berakhir. Sekali lagi Takdir bermain-main dengan benak serta pikiran makhluk fana. Apakah sebuah ramalan mampu merubah pilihan serta keputusan untuk memperpanjang masa kehidupan, atau justru menyongsong kematian sebagai pilihan kehidupan baru ? Tepat saat bulan purnama tiba, malaikat akan turun dan kegelapan abadi menjemput.

[ source ]
Dan bagaimana jika dirimu belum siap menyambut kegelapan untuk meraih cahaya kehidupan baru ? Maka kisahnya akan menyerupai sosok wanita bernama Venus, yang terbangun dalam kondisi tak memiliki tubuh fisiknya yang menawan, tak memiliki harta benda, hanya cabikan serta kilasan ingatan yang bercampur-aduk dalam benaknya. Kehancuran serta deraan yang menyiksa dirinya terjadi dalam waktu yang panjang, tanpa kekuatan untuk melawan, ia terpuruk di suatu tempat, hingga seseorang yang mampu ‘melihat’ dirinya, membebaskan jiwanya yang telah berada di dalam genggaman ‘Dewa Kematian’.

Memiliki kebebasan untuk memilih dan menentukan jalan mana yang hendak ditempuh bisa saja tidak terjadi pada semua makhluk. Bagaimana jika dirimu terjebak dalam labirin menakutkan, yang menyekap dirimu dalam lingkaran tiada henti, berisikan mimpi-mimpi buruk dan pengalaman menakutkan setiap saat ? Seperti perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh Kiran – bocah yang terombang-ambing dalam dua dunia, hingga ia berhasil menemukan ‘Pintu Kembali’ kepada orang-orang yang ia kasihi, selamat dari incaran iblis berupa serigala jahat.

Perjuangan melawan kegelapan yang disebabkan oleh kejahatan dan kebusukan makhluk fana, seringkali harus dilakukan seorang diri, yang cukup menakutkan terutama saat dirimu dalam kondisi lemah dan putus asa. Namun doa serta pengharapan terkadang terwujud melalui cara yang sama sekali berbedda. Terkadang muncul sosok penyelamat yang sama sekali tak terduga. Seperti sosok penjaga kaum tersesat sekaligus algojo yang menghukum mereka yang tak bermoral dan keji, busuk hingga ke setiap bagian tubuhnya. Jika dirimu mengalami kesulitan dalam kehidupan, carilah ‘Lelaki Tua dan Tikus’ di sudut sunyi di dekatmu, ia akan membereskan ‘mereka’ dari kehidupanmu.

[ source ]
Namun hati-hati dalam mengungkapkan rahasia hidupmu, karena tidak semua makhluk yang tampaknya menaruh perhatian pada dirimu, akan mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan dirimu. Mereka yang memohon-mohon bantuanmu di kala kesulitan, dan memaling muka bahkan turut menghujat dirimu karena takut mengajui kebenaran di antara kaum tersesat. Kekuatan dan bakat yang terkandung dalam diri Keira, yang selalu digunakan untuk kebaikan, dibalas dengan siksaan dan deraan makhluk-makhluk yang pernah ditolongnya. Maka berhati-hatilah jika kekuatan asli ‘Sang Penyihir’ muncul untuk mengutuk mereka yang telah berbuat keji.

Sebagaimana pembalasan mereka yang dikucilkan, disepelekan, diremehkan dan ditakut-takuti, semuanya suatu saat akan bangkit, melawan dan memberikan balasan yang jauh lebih mengerikan daripada yang pernah kita lakukan. Kekuatan dari kasih sayang sangatlah besar, namun kekuatan dari kebencian jangan pernah diremehkan begitu saja. Simak bagaimana gadis cilik bernama Alia, berhasil memanfaatkan kekuatan ‘Orang-Orang Tanah’ untuk menyingkirkan sosok wanita yang menjadi duri dalam daging di kehidupan barunya.

[ cover art & inside illustration by Anne M. Oscar ]
Sebuah sajian menarik tentang dunia yang absurb, rentan dan penuh gejolak. Pertarungan tiada henti antara kegelapan dan cahaya, kehidupan serta kematian, tiada batasan yang memisahkan dua dunia yang berbeda, seakan-akan makhluk fana terwujud dalam selubung serta belitan dua nuansa. Bernafas, bergerak, dan senantiasa bergulat dengan pilihan langkah demi langkah memasuki dunia tanpa batasan. Perjalanan waktu yang tak bisa dihitung secara logika, membebaskan diriku sebagai pembaca untuk melakukan eksplorasi lebih dalam akan makna serta ‘pembelajaran’ dalm setiap kisahnya. Bukan hasil akhir yang menjadi tujuan utama, melainkan proses selama perjalanan tersebut yang akan memberikan nilai tersendiri (^_^)

[ more about the author and related works, just check at here : Poppy D. Chusfani | on Goodreads | at Twitter | at Facebook ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
246th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...