Translate

Saturday, November 1, 2014

Books "WARM BODIES"

Judul Asli : WARM BODIES
[ book 1 of WARM BODIES Series ]
Copyright © 2011 by Isaac Marion
Penerbit Ufuk Fiction
Alih Bahasa : Meda Satrio
Editor : Ully Amalia
Layout : Husni Kamal – Ufukreatif Design
Desain sampul : Kyoto Watanabe
Cetakan I : Juli 2012 ; 376 hlm ; ISBN 978-602-18349-6-1
Rate : 3.5 of 5

Ia terbangun tanpa ingatan sedikit pun. Tentang siapa gerangan dirinya, di mana ia tinggal, dan mengapa ia berada di tempat dan kondisi aneh saat terbangun. Ia hanya mengetahui bahwa  tubuhnya sedang dalam tahap awal pembusukan. Kulitnya berwarna kelabu dan berbau tidak enak, disertai lingkaran gelap di bawah mata, mengenakan pantalon hitam, kemeja abu-abu, dan dasi merah. Satu hal yang sempat muncul dalam benaknya, ia bernama ‘R’ atau setidaknya itu inisial yang bisa ia ingat. Berdasarkan teori dan pemahaman yang diperoleh melalui kelompok makhluk-makhluk serupa di mana ia terbangun, mereka adalah ‘zombie’ – mayat hidup, akibat suatu wabah penyakit yang tidak diketahui. Satu hal yang jelas, sebagai ‘zombie’ mereka (termasuk dirinya) mengalami rasa lapar dari waktu ke waktu, yang jika dibiarkan akan membuat mereka menjadi gila.



Maka mereka harus keluar, berburu mencari mangsa, yaitu makhluk hidup lain, diutamakan manusia yang masih hidup. Dan demikianlah suatu hari ‘R’ pergi bersama rombongan untuk berburu demi menghilangkan kelaparan yang menguasai akal sehat. Meski enggan dan sama sekali tidak memiliki minat untuk melakukan perburuan atau ‘menyantap’ manusia hidup, ‘R’ mendapati tubuhnya mengambil alih kekuatan saat kelaparan melanda dalam suatu penggerebekan tempat persembunyian manusia. Saat ‘R’ mengambil otak salah satu korban (otak manusia hidup sangat lezat dan penuh nutrisi, demikian pengetahuan yang diperoleh oleh kaum zombie), terjadi hal aneh yang merubah kehidupan ‘R’ selamanya. Otak manusia yang ia makan, menyebabkan aneka kilasan ingatan dan kenangan tentang pria bernama Perry Kelvin – sang korban, yang jatuh hati pada Julie ‘Cabernet’ Grigio, yang kebetulan juga berada di lokasi itu.

R berubah pikiran saat melihat sosok Julie, alih-alih menjadikannya sasaran, ia membawa Julie hidup-hidup ke sarang mereka. R bahkan menjaga keselamatan Julie dari zombie-zombie lainya. R juga mulai memiliki perasaan khusus terhadap Julie, apalagi semenjak ia melihat kilasan kenangan Perry terhadap Julie. Seakan-akan Perry Kelvin hidup kembali dalam diri R, meski ia masih memiliki suatu kesadaran bahwa jati dirinya sebagai R juga masih ada di dalamnya. Dorongan R untuk menolong Julie sangat kuat, hingga ia bersedia mengantarkan gadis itu kembali ke pemukiman manusia – Kaum Hidup. Walau untuk itu R harus berhadapan dengan kawanan Kaum Tulang – tetua para zombie yang sangat kuat, ganas dan bengis. Perilaku R yang cukup menyimpang, anehnya menimbulkan perubahan di dalam kelompok zombie, bahkan sebagian dari mereka, mengikuti jejak R ...

Kisah ini cukup unik sekaligus janggal, alih-alih tipikal kisah horor tentang zombie pemakan manusia,  penulis menyajikan sebuah kisah yang seharusnya menakutkan, menjadi perjalanan pencarian jati diri makhluk yang secara fisik seperti zombie namun masih memiliki kesadaran kuat akan makna sosok manusia sehat. Bisa dikatakan seperti vampire yang memilih tidak menghisap darah manusia. Sosok R sendiri mengundang rasa geli, terutama ketika ia menyusup di tengah Kaum Hidup agar bisa senantiasa dekat dengan Julie. Hubungan antara R dan Julie juga sangat aneh, membuatku sedikit ‘bergidik’ sekaligus geli akibat penyesuaian yang berusaha dilakukan oleh kedua belah pihak. Bagaimana sosok zombie berusaha ‘menikmati’ sajian pad-thay saat indera perasanya telah lama mati. Bagaimana pula Julie menjalani tingkah laku zombie demi keselamatannya saat berada di sarang Kaum Mati.
“Wabah ini ..., kupikir bukan dari mantra atau virus atau sinar nuklir. Kurasa asalnya dari tempat yang lebih dalam. Selama berabad-abad kita menghancurkan diri kita sendiri. Mengubur diri kita di bawah ketamakan dan kebencian, dan entah dosa-dosa lainnya yang bisa ditemukan, hingga jiwa kita akhirnya terbentur dasar terbawah jagad raya. Dan kemudian, mereka mengerik sebuah lubang menembus dasar itu, memasuki suatu ... tempat gelap. Kita melepaskan wabah itu. Kita menyodok-nyodok dasar laut. Minyak pun menyembur, membuat kita hitam, menarik keluar penyakit batin kita untuk dilihat semua orang. Sekarang di sinilah kita di bangkai dunia yang kering ini, membusuk di atas kaki kita sampai tidak ada lagi yang tersisa selain tulang dan dengung lalat.” [ p. 349-350 ]
Dengan akur yang awalnya berjalan cukup lambat (dan sedikit membosankan plus membingungkan), daya tarik mulai muncul menjelang pertengahan hingga akhir, terutama saat R melakukan terobosan dengan menyusul kepergian Julie dan berusaha sebaik-baiknya ‘berpura-pura’ menjadi manusia normal di tengah kawasan pemukiman Kaum Hidup. Munculnya salah satu rekanan R, monster ganas yang lucunya memiliki sifat dan pembawaan sebagai playboy (bisa kau bayangkan zombie playboy), yang bernama M dengan membawa serta beberapa zombie lainnya, untuk bergabung dengan R – maka bisa dibayangkan apa yang akan terjadi di kawasan Kaum Hidup saat kedatangan rombongan zombie ... meski mereka berniat untuk menjalin persahabatan dan hidup berdampingan. Permasalahannya bisakah hal ini terlaksana ?
“Dia adalah segalanya. Tubuhnya menyimpan sejarah kehidupan, yang diingat dalam bentuk senyawa-senyawa kimia. Benaknya menyimpan sejarah semesta, yang diingat dalam rasa sakit, dalam kegembiraan dan kesedihan, setiap pikiran akan Tuhan, lampau-kini-mendatang, diingat, dirasakan, dan diharapkan serempak. Aku tidak punya jawaban untuknya. Tapi aku mengerti bahwa aku mencintainya. Dan jika dia adalah segalanya, mungkin itu cukup sebagai jawaban.” [ p. 351 ]
[ more about the author & related works, just check at here : Isaac Marion | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb | at Twitter ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
95th Book in Finding New Author Challenge
234th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...