Translate

Showing posts with label Eoin Colfer. Show all posts
Showing posts with label Eoin Colfer. Show all posts

Saturday, June 9, 2012

Books "THE LOST COLONY"


Judul Asli : ARTEMIS FOWL – THE LOST COLONY  
( book 5 of Artemis Fowl Series )
Copyright ©2006 by Eoin Colfer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Editor : Indah S. Pratidina
Proof reader : Primadonna Angela
Cover by Martin Dima
Cetakan I : Mei 2012 ; 416 hlm 

Sinopsis :
Setelah mengalami perang besar-besaran, maka para tokoh utama yang kita kenal menjalani kehidupan baru dengan pandangan serta tindakan yang berbeda dengan sebelumnya. Artemis Fowl didampingi Butler – sang pengawal setia, tetap menjalani kehidupan sehari-hari layaknya bocah remaja berusia 14 tahun. Selain melakukan pemantaun balik lewat sistim keamanan yang dipasang oleh Foaly untuk mengawasi sepak-terjangnya (tentu saja sebagai bocah jenius, melakukan hack-ing dan mengirim virus adalah hal yang mudah bagi Artemis), ia juga harus belajar tentang hal baru : masalah hormonal, apalagi jika ada wanita cantik yang mendadak muncul, entah mengapa konsentrasinya mendadak ‘meluncur’ ketempat lain. Meski merasa sangat gelisah dengan hal ini, akhirnya Artemis bisa ‘sedikit’ diyakinkan oleh Butler bahwa itu adalah hal yang ‘wajar dan normal’


Artemis belajar untuk mengendalikan diri serta pikirannya menyangkut masalah hormonal ini. Karena ada hal penting yang harus ia lakukan. Sebuah misi penting yang memenuhi pikirannya, terutama semenjak petualangan terkahir dengan Kaum yang sangat dahsyat sekaligus memakan korban. Artemis memiliki misi untuk menjadi penjaga dan pelindung Kaum terhadap berbagai hal yang dapat dan akan membahayakan kelangsungan hidup mereka, apalagi di sana tinggal sahabat-sahabat yang sudah menjadi keluarga baginya. Namun bukan Artemis Fowl jika bertindak secara terbuka. Ia lebih suka tampak di belakang layar hingga saat yang tepat untuk tampil. Bahkan Butler tak mendapat kejelasan tentang berbagai misi aneh yang dilakukan Artemis saat melakukan penyelidikan. Untung Butler sudah terbiasa dan memahami, jika Artemis belum mau menceritakan rencananya secara lengkap, maka percuma saja memaksa dirinya. 

Foaly: (suspiciously to Artemis) Just what else can that mobile phone do?
Artemis: It can play solitare and minesweeper.
Satu hal yang Artemis amati lewat data-data yang dihack dari database keamanan Foaly, bahwa ada suatu kehidupan, atau entitas dari dunia lain yang berusaha berhubungan dengan dunia manusia dan Kaum, dan hal itu akan terjadi dalam waktu dekat. Meski ia tidak begitu memahami tentang adanya dunia paralel serta terowongan yangmenjadi penghubung antar dunia, teori ini bukanlah suatu yang mustahil bagi seorang Artemis Fowl. Maka dalam percobaan yang sedang ia lakukan, mengakibatkan dirinya serta tertarik oleh sosok ‘goblin’ melalui terowongan waktu, kembali pada masa lampau dan akan terus berlanjut mundur ke masa berabad-abad lampau, seandainya saja Butler tidak dengan sigap menarik Artemis keluar dari terowongan tersebut (salah satu tangan Butler masih menempel dan memegang bahu Artemis saat ia mendadak menghilang).


Kejadian di Barcelona, Spanyol itu ternyata mendapat sorotan berbagai pihak. Pihak manusia yang kebetulan saja ada di lokasi hanya menggambarkan hal itu sebagai fenomena yang aneh. Tapi ada seorang gadis remaja (lumayan cantik dan menarik menurut pandangan Artemis), didampingi dua orang pria yang tampak bak pengawal menyeramkan, yang sangat menaruh perhatian pada hal itu. Sedangkan pihak lain tentunya pihak Kaum, dalam hal ini Foaly yang telah melalukan pengamatan ketat terhadap Artemis Fowl. Maka tak berapa lama setelah peristiwa itu terjadi, pihak Kaum mulai menyadari ada sesuatu yang mencurigakan berkaitan dengan kegiatan Artemis Fowl. Mengingat sejarah mereka dengan sosok remaja ini, harus segera diambil suatu tindakan antisipasi demi mencegah apa pun yang akan terjadi. Maka dicari seseorang yang mampu berhubungan dengan Artemis : Holly Short.

Holly Short sudah keluar dari LEPrecon. Bersama Mulch Diggums – kurcaci yang mantan buronan, ia mendirikan usaha detektif swasta. Ternyata lumayan sulit, apalagi ia terbiasa dengan segala fasilitas dan kemudahan sebagai anggota LEP. Untung saja ada Mulch Diggums dengan berbagai koneksi di dunia gelap. Maka betapa herannya saat ia dan Mulch sedang berusaha meringkus Doodah Day – pixie mungil penyelundup ikan, malah kedatangan rombongan LEP bersenjata yang dipimpin oleh Komandan Vinyaya. 


Sang Komandan yang selalu menjadi sekutu Julius Root dan membela status Holly saat dianggap sebagai ancaman berbahaya, kali ini meminta mereka mengikuti dirinya ke suatu tempat. Mereka pergi ke markas rahasia  yang disebut Seksi Delapan, dan tentu saja di sana ada Foaly – centaur paranoid, jenius tentang tehnologi dan komputer.  Holly segera diberi penjelasan peristiwa yang baru saja terjadi, yang berhubungan dengan Artemis Fowl. Dan ia diminta dengan sangat untuk bersedia menerima tugas barunya. Maka dalam waktu singkat Holly kembali pada statusnya sebagai Kapten, namun menerima fasilitas dan perlengkapan yang jauh lebih canggih, dan ia tetap diperbolehkan mempertahankan Mulch Diggums sebagai partner dalam tugas ini (siapa tahu ia dibutuhkan, terbukti dalam pengalaman tahun-tahun sebelumnya, keahlian Mulch Diggums mampu menolong mereka semua). 

Beau: I hope it's sugar free chocolate. Because daddy says God knows I'm hyper enough without sugar, but he still loves me.
Mulch: (checks the packet and sees that it is 18% sugar) Yep. Sugar free.
Di dunia atas, Artemis Fowl dan Butler sedang berada di sebuah panggung teater terkenal di Sisilia. Mengapa jauh-jauh kesana, karena Artemis sudah memperkirakan bahwa akan ada peristiwa yang kurang lebih sama seperti yang dialaminya di Barcelona, akan terjadi di tempat itu. Ternyata bukan hanya dirinya seorang yang hadir. Tak lama kemudian ‘muncul’lah Holly Short. Belum sempat mereka bertukar penjelasan lebih panjang, Butler yang selalu waspada mengawasi sekeliling, melihat bahwa 3 orang yang pernah dilihatnya di Barcelona, sekarang berada di tempat itu pula. Butler tidak percaya pada suatu kebetulan, pasti ada alasan kuat mengapa mereka ada di sana. Dan ia tak menyukai hal itu. Dalam beberapa menit kemudian, terjadi kehebohan, muncul suatu bukaan yang menampakkan sosok imp (goblin yang belum berubah wujud), dan dalam sekejap mata, ketiga orang asing itu menangkap makhluk aneh itu dan segera keluar dari tempat pertunjukan meninggalkan segala kehebohan yang terjadi.  


Maka dimulailah petualangan Artemis, Butler, Holly dalam membebaskan goblin malang itu dari tahanan Minerva Paradizo – remaja berusia 12 tahun, putri ahli bedah kosmetik terkenal Gaspard Paradizo. Bukan hanya mereka harus menerobos masuk kediaman Paradizo yang tertutup oleh berbagai macam pengamanan, masih ada sejumlah besar pasukan keamanan yang berkeliaran di mana. Sungguh mustahil hanya mengandalkan kekuatan mereka bertiga.  Harapan Holly untuk meminta bantuan pasukan LEP musnah saat Foaly mengatakan kegiatan rahasia mereka diketahui Komandan Ark Sool – pengganti Julius Root yang sangat tidak menyukai Holly serta kawan-kawannya, dan itu dirinya juga merupakan alasan utama mengapa Holly memilih keluar dari LEP daripada harus bekerja di bawah perintah orang seperti itu. Maka waktunya memanggil bala bantuan khusus : Mulch Diggums disertai pixie Doodah Day – yang sudah diberikan janji amnesti jika ia membantu kasus ini.  

Kesan :
Jika dalam buku sebelumnya, adrenalin bagai terpacu dengan kencang mengikuti ritme yang sangat cepat, maka kisah kali membutuhkan sedikit konsentrasi. Terutama karena seting dan karakter yang berbeda-beda menjadi tema kisah ini. Di dunia manusia, tergambar kesibukan Artemis Fowl dan aktifitas Minerva Paradizo. Di dunia bawah, tempat para Kaum, ada Holly dan Mulch Diggums, berlawanan denga kegiatan LEP. Dan ada dunia lain, tempat di bawah kawanan goblin yang terkucilkan, akibat kesalahan para penyihir warlock yang memindahkan pulau kediaman mereka melalui dunia paralel (setidaknya itu sejarah yang dipercayai dan dikisahkan berulang kali pada para goblin, dan nanti terbukti bahwa fakta yang terjadi adalah sebaliknya). 


Mereka semua akan bertemu dan ‘bertempur’ dalam mempertahankan prinsip dan keyakinan masing-masing. Persahabatan yang terjalin antara Artemis dan Holly serta Butler kembali menghadapi cobaan. Apalagi bagi Artemis, sebagai otak di balik setiap rencana (rencana awal, rencana cadangan, bahkan rencana darurat), ia berhasil memilih dan mengambil keputusan yang bakal merubah seluruh hidupnya kelak. Artemis Fowl bukan lagi remaja genius, semaunya sendiri (terkadang masih seperti itu, tapi ia sudah lebih toleran terhadap orang lain), gila hormat dan kejayaan. Ia berubah menjadi remaja yang lebih bertanggung jawab dan menaruh belas kasihan pada lawan-lawannya. Bukannya mencari kemenangan atas musuhnya, melainkan berusaha mencari jalan agar mereka mau menyerah dengan sukarela. 
N°1: I am Number One - not a very good name, I know, but I console myself with the fact that it's better than Number Two.

Meski kisah ini berkesan lebih serius namun dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti Mulch Diggums, Foaly serta si pixie Doodah Day sungguh sangat menghibur. Demikian juga tahanan imp yang dijuluki si No. 1 – selain memiliki kekaguman terhadap berbagai hal yang dilihatnya di dunia baru ini, ia lumayan cerewet dan suka latah meniru berbagai kata atau kalimat dan menerjemahkannya bagai kamus, terutama jika ia sedang gelisah atau ketakutan.  Sekali lagi Eoin Colfer mampu menyajikan  hal-hal baru yang sangat menggelitik dan menyegarkan. Mmm, berapa lama ya menanti kelanjutan kisahnya ... jangan terlalu lama dech :D 

Tentang Penulis :


Eoin Colfer lahir pada tanggal 14 Mei 1965 di Wexford, Irlandia. Ia terkenal dengan novel fantasi Artemis Fowl Series yang melejitkan namanya saat buku pertama seri ini rilis pada tahun 2001, dan semenjak itu hampir semua novelnya menempati posisi sebagai New York Times Bestseller. 

Seri Artemis Fowl yang menggabungkan legenda dan mitos dengan seting waktu masa depan, mampu menggugah imajinasi para pembaca, dan sampai saat ini telah rilis 7 judul, menyusul sekitar pertengahan tahun 2012 ini buku ke-8 ‘The Last Guardian’ akan rilis. Untuk melengkapi antusiame para penggemarnya, Eoin juga menulis berbagai buku berisi kisah-kisah pendek yang merupakan ‘companion’ untuk memberi panduan lebih jelas tentang dunia elf, dwarf, centaur, dan tentu saja bocah ajaib Artemis Fowl. 


Kesuksesan Eoin Colfer membuat dirinya ‘diundang’ untuk meneruskan karya fantasi sci-fi, serial “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” yang ditulis oleh Douglas Adams – penulis yang juga terkenal akan idenya dalam pembuatan film layar lebar maupun serial televisi “Dr. Who”  ... maka setelah 5 judul novel, tongkat estafet diserahkan kepada Eoin Colfer untuk meneruskan petualangan menjelajahi galaksi semesta lewat buku ke-6 serial ini. Sebagai penggemar berat serial ini, tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi Eoin untuk mengembangkan kisah yang luar biasa lewat imajinasinya yang tak pernah kering. 

Colfer called the opportunity “Like suddenly being offered the superpower of your choice ... For years I have been finishing this incredible story in my head and now I have the opportunity to do it in the real world ... It is a gift from the Gods.”

Untuk mengetahui tentang karya-karya Eoin Colfer selengkapnya, silahkan kunjungi : website Eoin Colfer dan untuk para penggemar Artemis Fowl jangan lupa kunjungi websitenya di : USA Fansite  atau UK Fansite

Best Regards,
* Hobby Buku * 

Books "THE OPAL DECEPTION"


Judul Asli : ARTEMIS FOWL – THE OPAL DECEPTION  
( book 4 of Artemis Fowl Series )
Copyright ©2005 by Eoin Colfer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Poppy Damayanti Chusfani
Editor : Primadonna Angela
Cetakan I : Februari 2011 ; 352 hlm 

Sinopsis :
Dunia Peri boleh merasa lega. Artemis Fowl, satu-satunya Makhluk Lumpur, bocah kriminal jenius,  yang mengetahui pengetahuan tentang dunia dan tehnologi Peri telah menjalani penghapusan ingatan total, demikian pula dengan kawanannya, Butler dan Juliet. Tapi ada efek-samping dari penghapusan tersebut, sebagaimana telah dikhawatirkan oleh Holly menjelang prosesi itu dilakukan ... kebaikan dan kesadaran akan hati nurani yang telah timbul dan berkembang dalam diri Artemis, turut mengalami ‘penghapusan’ dan kehidupan Artemis seperti mundur kembali, sifat kriminal dan keinginan melakukan perbuatan melanggar hukum muncul dengan kuat. Artemis Fowl telah lupa akan dunia peri, dan menjalani kehidupan sebagai otak kriminal jenius di dunia !


Holly Short tak mampu bertindak apa pun. Sebagaimana selalu diingatkan oleh Komandan Julius Root, bahwa kehidupan dunia atas dan dunia bawah tidak bisa dicampur-aduk, masing-masing menjalani kehidupan tersendiri dan tidak mengganggu satu sama lain. Apalagi ia juga memiliki permasalahan sendiri. Berkat berbagai ‘jasa’ yang dilakukannya, kini ia  direkomendasikan menduduki posisi mayor perempuan pertama dalam sejarah LEPrecon. Status dan jabatan bergengsi, tapi Holly sangat tidak tertarik dan sedang memikirkan cara untuk menolaknya. Ia lebih cocok berada di lapangan, bukannya berada di balik meja seandainya ia menempati jabatan mayor.
Root: (Nodding approvingly to Holly) Now you're thinking like a Major. We're not expendable. So what are our options, Trouble?
Trouble: If you don't go in, many will die. If you do, you might.
Root: Not a nice set of options. Don't you have anything good to tell me?

Belum sempat Holly mengungkapkan keinginannya, terjadi peristiwa penting, Jendreal Scalene lolos dari tahanannya di Howler’s Peak. Ia dalah tokoh penting dalam dunia kejahatan, jika boleh dikatakan posisinya menempati urutan kedua sebagai “public-enemy” (posisi pertama ditempati oleh Opal Koboi – leprechaeun jenius otak di balik kudeta dunia bawah, selengkapnya baca buku kedua). Dan saat akhirnya posisi sang buronan diketahui, ia menuntut dipertemukan langsung dengan Komandan Julius Root dan Kapten Holly Short, dengan alasan ada rahasia penting yang hendak diungkapkan. Meski mencium adanya perangkap, Holly dan Komandan Root tidak melihat cara lain guna menangkap Scalene, maka berdua mereka memasuki lorong pertemuan ... memang itu sebuah perangkap !!!


Tiada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang tampak terlihat bahwa Komandan Julius Root tewas tertembak. Dan penembaknya adalah Kapten Holly Short, yang segera menghilang setelah terjadi ledakan besar hingga tak menyisakan bagian tubuh Komandan Root untuk pemeriksaan. Holly Short segera menjadi buronan no. 1. Foaly yang tak mempercayai hal tersebut, tidak mampu berbuat banyak karena fakta yang terlihat memang Holly tampak bersalah. Apalagi ia melarikan diri, mengapa tidak menyerahkan diri jika memang tidak bersalah ?? 

Tanpa seorang pun tahu, bahwa semuanya adalah hasil rancangan Opal Koboi – yang berhasil melarikan diri secara sangat cerdik dari tahanannya, hingga tak satu pun termasuk penjaganya mengetahui kebenaran bahwa Opal Koboi sudah berada di dunia luar dan bertekad melaksanakan Impiannya sekian lama : membalas dendam pada setiap orang yang telah membuatnya terkurung sebagai tahanan. Hanya para korbannya yang akan mengetahui kebenarannya, namun saat itu mereka sudah saat terlambat karena Opal Koboi bertekad menghabisi nyawa setiap orang saat ia selesai menyiksa mereka satu-demi-satu. 


Holly Short adalah salah satu yang cukup beruntung nyawanya terselamatkan. Tapi kini menanggung beban berat, karena ia tahu target Opal berikutnya, sedangkan kondisinya tidak bagus untuk menyusun perlawanan terhadap Opal Koboi. Karena Holly Short sekarang juga berstatus sebagai buronan. Dan ia harus segera menemukan Artemis Fowl – target Opal Koboi berikutnya, meski ada satu kendala yang sangat besar : Artemis sudah dibuat ‘lupa’ akan kehidupan peri serta perkenalannya denga Kaum. 

Kesan :
Really I Love It !!! Mulai dari halaman-halaman awal, konflik sudah tampak terlihat menjanjikan, dan ketegangan dibangun secara pelan namun pasti, kemudian ... ‘bummm’ sederetan peristiwa yang seru dan menegangkan berlanjut denga alur yang semakin cepat !!! Woaah ... ini buku yang paling seru dari seri Artemis Fowl yang sudah kubaca sebelumnya. Ibarat menonton sosok Bruce Wilis dalam Die Hard, yang harus menghadapi musuh-musuhnya dalam kondisi terluka, tanpa persiapan, harus berpikir cerdik untuk mencari jalan keluar dengan memanfaatkan kondisi sekitar (jadi ingat McGyver dech.. haha).


Di sini semenjak awal sudah terlihat bahwa musuh alias Opal Koboi berada diatas angin. Ia sudah sekian lama mempersiapkan serta mematangkan rencana guna membalas dendam sekaligus menguasai dunia. Semua pihak, perlengkapan dan peralatan menunjang dan melindungi dirinya dari kejaran Holly Short dan Artemis Fowl. Kelihatannya mereka tidak akan bisa menang melawan kekuatan dan kekuasaan Opal Koboi ... kecuali mereka memiliki sesuatu yang sama sekali tidak dimiliki oleh Opal !!! 

Persahabatan serta rasa sayang antar sosok-sosok yang berbeda latar belakang, berbeda pola pikir, berbeda keahlian serta kemampuan. Namun mereka menyatukan diri guna melawan kegilaan Opal Koboi, bahkan rela berkorban nyawa demi orang lain. Mereka memiliki tujuan yang sama, maka kekuatan akan mengalir dan berlipat-ganda saat semakin mendekati bahaya yang sangat besar. 

Masing-masing berjuang bukan hanya melawan musuh yang tampak di luar, tapi yang paling berat dan menakutkan adalah melawan rasa takut, khawatir, kecemasan, keegoisan dalam diri sendiri, dan mulai berpikir bagaimana caranya membantu sesama – sahabat baru / lama. Dan karakter favoritku Mr. Mulch Diggums – kurcaci kleptomaniak yang sedang ditahan, berhasil melarikan diri demi mencari dan menolong teman-temannya, tanpa memikirkan keuntungan untuk dirinya (well, mungkin sesekali ia masih memikirkannya, tapi ia bersedia menempuh bahaya demi misi khusus ini).
Opal: (After attempting to murder Artemis, Holly and Butler) My truffles? You took them? That's just mean!

Tentang Penulis : 


Eoin Colfer lahir pada tanggal 14 Mei 1965 di Wexford, Irlandia. Ia terkenal dengan novel fantasi Artemis Fowl Series yang melejitkan namanya saat buku pertama seri ini rilis pada tahun 2001, dan semenjak itu hampir semua novelnya menempati posisi sebagai New York Times Bestseller. 

Seri Artemis Fowl yang menggabungkan legenda dan mitos dengan seting waktu masa depan, mampu menggugah imajinasi para pembaca, dan sampai saat ini telah rilis 7 judul, menyusul sekitar pertengahan tahun 2012 ini buku ke-8 ‘The Last Guardian’ akan rilis. Untuk melengkapi antusiame para penggemarnya, Eoin juga menulis berbagai buku berisi kisah-kisah pendek yang merupakan ‘companion’ untuk memberi panduan lebih jelas tentang dunia elf, dwarf, centaur, dan tentu saja bocah ajaib Artemis Fowl. 


Kesuksesan Eoin Colfer membuat dirinya ‘diundang’ untuk meneruskan karya fantasi sci-fi, serial “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” yang ditulis oleh Douglas Adams – penulis yang juga terkenal akan idenya dalam pembuatan film layar lebar maupun serial televisi “Dr. Who”  ... maka setelah 5 judul novel, tongkat estafet diserahkan kepada Eoin Colfer untuk meneruskan petualangan menjelajahi galaksi semesta lewat buku ke-6 serial ini. Sebagai penggemar berat serial ini, tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi Eoin untuk mengembangkan kisah yang luar biasa lewat imajinasinya yang tak pernah kering. 

Colfer called the opportunity “Like suddenly being offered the superpower of your choice ... For years I have been finishing this incredible story in my head and now I have the opportunity to do it in the real world ... It is a gift from the Gods.”

Untuk mengetahui tentang karya-karya Eoin Colfer selengkapnya, silahkan kunjungi : website Eoin Colfer dan untuk para penggemar Artemis Fowl jangan lupa kunjungi websitenya di : USA Fansite  atau di : UK Fansite.

Best Regards,
* Hobby Buku * 

Friday, June 8, 2012

Books "THE ETERNITY CODE"


Judul Asli : ARTEMIS FOWL – THE ETERNITY CODE
( book 3 of Artemis Fowl Series )
Copyright ©2003 by Eoin Colfer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Desain & Ilustrasi : Dina Chandra
Cetakan I : Desember 2006 ; 424 hlm 

Sinopsis :
Artemis Fowl berhasil membawa kembali ayahnya Artemis Senior, meski tidak dalam kondisi seutuhnya dengan luka-luka yang diderita selama masa sandera, namun nyawanya tertolong. Dan keanehan terjadi pada dirinya, kemungkinan akibat penyembuhan sihir yang dilakukan oleh Holly, sang penguasa kekaisaran Fowl yang garang, sekarang menjadi sosok welas-asih, lebih menaruh perhatian kepada keluarganya dan menganut prinsip bekerja pada jalur yang lurus. Semua tampak menyambut gembira perubahan tersebut, kecuali Artemis, ia merasa asing dengan sosok ayah barunya. 


Maka sebelum ia ‘mengundurkan diri’ dari dunia kejahatan, Artemis memutuskan melakukan suatu langkah jenius yang memastikan dirinya tetap menguasai dunia kejahatan di tahun-tahun mendatang. Dan semuanya ini berhubungan dengan tehnologi dunia Peri, yang sedikit demi sedikit ia kumpulkan dan pelajari, kemudian dikembangkan menjadi suatu prototipe yang tiada tandingnya di dunia mana pun. Artemis menciptakan “C Cube” – sebuah komputer super canggih yang berbentuk kubus mungil. 

Sepandai-pandai manusia, tak akan  lepas dari kelemahan watak, dan Artemis tanpa terkecuali. Ia ingin menunjukkan pada dunia akan kemampuannya menciptakan “C Cube” ...kesalahannya, ia memamerkannya pertama kali kepada Jon Spiro – raja komunikasi, pengusaha sukses dalam bidang yang patut dipertanyakan oleh pihak berwajib, namun ia begitu licin sehingga tak pernah bisa tertangkap dan terbukti melakukan usaha ilegal. 


Artemis disertai Butler seperti biasa, mengharapkan pertemuan bisnis biasa saat bertemu dengan  Jon Spiro yang selalu bersama Arno Blunt, pengawal pribadinya. Siapa sangka Jon Spiro justru menyiapkan jebakan, merampas “C Cube” dan memerintahkan pembinasaan terhadap Artemis dan Butler. Hanya berdua, dengan Butler seorang diri yang memiliki kemampuan bela diri, melawan sekawan pembunuh terlatih, nyawa Artemis benar-benar diujung tanduk. Dan menjelang saat-saat terakhir, ketika Artemis tahu bahwa peluru yang ditembakan akan segera menembus tubuhnya, Butler melakukan satu-satunya tindakan penyelamatan. Artemis selamat, semua lawan terluka dan pingsan, sedangkan Butler ... tewas tertembus peluru yang semula diperuntukan bagi Artemis.

Artemis mendapati dirinya termangu melihat situasi di hadapannya. Ia tak rela melihat kehidupan perlahan meredup di dalam sosok yang telah menjadi sahabat dan pengganti ayahnya sekian tahun. Maka satu-satu jalan yang terpikirkan dalam tempo sepersekian detik, ia harus mengawetkan tubuh dan otak Butler, dan memanggil bala-bantuan yang telah berulang kali berhasil menyelamatkan beberapa nyawa orang-orang yang dikasihinya. Ia memanggil kaum Peri !!!


Saat Artemis dan Butler bertarung melawan kawanan pembunuh di bawah pimpinan Arno Blunt, di Haven City, di dunia Element Bawah, Foaly – centaur paranoid yang selalu memantau seandainya ada serangan atau sesuatu yang menyelundup, mencari informasi tentang dunia mereka, membawa kabar buruk bagi semua penghuni, ada sesuatu dari dunia atas yang terbukti berhasil membuat kontak dengan mereka. Hal itu terjadi saat Artemis melakukan test akan kemampuan “C Cube” di hadapan Jon Spiro. Tanpa sadar bahwa tindakan itu membuka komunikasi antar dua dunia, maka dampak yang terjadi, evakuasi penuh di dunia bawah, serta dikirim team-penyelidik ke dunia atas. Dan wakil terpilih adalah Kapten Holly Short. 
Foaly : Typical. Power-crazed megalomaniacs never like anyone to see their own dirty secrets.
Holly : I think someone's in denial.

Maka pertemuan kembali kedua kawan / lawan lama terjadi. Artemis memohon dengan sangat bantuan Holly untuk membangkitkan Butler dari kematian. Sebuah tindakan yang mustahil, tapi Holly menaruh rasa hormat yang tinggi pada Butler, maka ia mencoba melakukan sihirnya. Dengan kerja keras dan mengerahkan segenap kemampuannya, Holly berusaha mati-matian. Dan akhirnya, secara perlahan tampak hasilnya. Butler berhasil kembali hidup, namun dengan konsekuensi dan dampak yang cukup berat. Butler menua limabelas tahun lebih cepat dari usia sebenarnya !!


Holly sangat berang saat mendapati bahwa ‘lagi-lagi’ Artemis dalang di balik keributan PING – komunikasi antar dua dunia. Tapi tak ada waktu guna berkutat pada Artemis, apalagi sumber bencana yaitu “C Cube” berada di tangan Jon Spiro yang tak diragukan akan menggunakannya untuk hal-hal yang berhubungan dengan bencana dan malapetaka. Maka sekali lagi Artemis Fowl dan Holly Short harus bekerja sama mencari dan merampas kembali tehnologi peri dari tangan manusia jahat. Jika selama ini Butler selalu menjadi pendamping setia serta lawan yang tangguh bagi para musuh, maka ia tidak dalam kondisi memungkinkan untuk bertarung, pemulihannya memakan waktu dan ia takkan pernah kembali dalam kondisi seratus persen seperti semula. Maka Artemis harus memanggil wakil lain dari keluarga Butler,  Juliet – adik kandung Butler yang sedang menjalani masa ‘pendidikan’ di Madame Ko – sang ahli bela diri terkenal di dunia.

Artemis: (to Spiro) About my name- Artemis- you were right. In London, it is generally a female name, after the Greek goddess of archery. But every now and then a male comes along with such a talent for hunting that he earns the right to use the name. I am that male. Artemis the Hunter. I hunted you.
Kesan :
Dalam kisah ini penggambaran akan konflik batin yang dialami Artemis semakin jelas. Bukan saja usianya bertambah, namun berbagai masalah yang menimpa keluarganya, mampu mengoncang keyakinan akan tujuan hidupnya. Bisa dibayangkan sebagai bocah yang ditinggalkan oleh kedua orangtuanya saat usianya masih belia (ayahnya menghilang, ibunya hilang ingatan), ia hanya berpegang pada keyakinan akan ajaran-ajaran yang ditanamkan oleh sang ayah. Kini keluarganya tampak utuh kembali, tapi bukan keluarga lama seperti yang selama ini Artemis bayangkan. Ayah dan ibunya tampak bahagia dan menerima apa adanya, tak lagi memperdulikan soal harta benda, kedudukan maupun status. Dunia sempurna yang selama ini menjadi Impian dan tujuan hidup Artemis mulai retak, dan ia tak tahu harus mengambil langkah yang mana ...


Maka Artemis melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaan dan rutinitasnya, tetap merencanakan dan menjalankan kejahatan secara diam-diam, dan berusaha menjalani kehidupan baru bersama kedua orang tuanya. Tentu saja hal yang berbeda tujuan ini akan menemui jalan buntu pada akhirnya. Namun sebelum Artemis tiba pada jalan tersebut, ia harus menghadapi dampak kenyataan buruk dari rencana-rencana muluknya. Dunia Artemis kembali terguncang saat ia dihadapkan pada situasi kehilangan sosok yang menjadi panutan dan pendorong hidupnya : Kematian Butler !!

Shock berikutnya diikuti dengan kesadaran bahwa ia harus bertanggung jawab atas ‘pencurian tehnologi’ serta hilangnya tehnologi itu sehingga berada di tangan yang salah. Jika sebelumnya Holly Short sempat menaruh harapan bahwa pada akhirnya kebaikan dan kesadaran akan membuat hati nurani Artemis tidak lagi melakukan berbagai kelicikan serta akal muslihat, kali ini ia berada pada puncak titik kesabarannya. 


Mungkin sebagai pembaca, kita juga akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Holly. Akan tetapi penulis berusaha menggambarkan pergulatan batin yang dialami oleh Artemis lewat tulisan buku hariannya. Maka di luar penampilan bocah super jenius yang selalu berusaha tampil sempurna di hadapan siapa pun, akan terbaca betapa kasihan dan kesepian bocah ini ... betapa ia mengalami terombang-ambing dalam pengambilan keputusan akan pilihan hidupnya. Mengapa ia tak berlari meminta petunjuk dan nasehat dari kedua orang tuanya yang kini telah bersatu ? Atau kepada Butler yang juga menyayanginya ? Atau kepada siapa saja ... mengapa ia memilih menutup diri ? Well, yang bisa kubayangkan adalah ... bukan hal yang mudah untuk merubah kebiasaan, apalagi prinsip hidup dan keyakinan. Artemis yang sudah membentuk diri semenjak belia untuk mandiri dan mengambil keputusan atas dirinya sendiri serta orang-orang di sekelilingnya, apakah semudah itu berbalik menjadi bocah penurut ?

Tentang Penulis : 


Eoin Colfer lahir pada tanggal 14 Mei 1965 di Wexford, Irlandia. Ia terkenal dengan novel fantasi Artemis Fowl Series yang melejitkan namanya saat buku pertama seri ini rilis pada tahun 2001, dan semenjak itu hampir semua novelnya menempati posisi sebagai New York Times Bestseller. 

Seri Artemis Fowl yang menggabungkan legenda dan mitos dengan seting waktu masa depan, mampu menggugah imajinasi para pembaca, dan sampai saat ini telah rilis 7 judul, menyusul sekitar pertengahan tahun 2012 ini buku ke-8 ‘The Last Guardian’ akan rilis. Untuk melengkapi antusiame para penggemarnya, Eoin juga menulis berbagai buku berisi kisah-kisah pendek yang merupakan ‘companion’ untuk memberi panduan lebih jelas tentang dunia elf, dwarf, centaur, dan tentu saja bocah ajaib Artemis Fowl. 


Kesuksesan Eoin Colfer membuat dirinya ‘diundang’ untuk meneruskan karya fantasi sci-fi, serial “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” yang ditulis oleh Douglas Adams – penulis yang juga terkenal akan idenya dalam pembuatan film layar lebar maupun serial televisi “Dr. Who”  ... maka setelah 5 judul novel, tongkat estafet diserahkan kepada Eoin Colfer untuk meneruskan petualangan menjelajahi galaksi semesta lewat buku ke-6 serial ini. Sebagai penggemar berat serial ini, tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi Eoin untuk mengembangkan kisah yang luar biasa lewat imajinasinya yang tak pernah kering. 

Colfer called the opportunity “Like suddenly being offered the superpower of your choice ... For years I have been finishing this incredible story in my head and now I have the opportunity to do it in the real world ... It is a gift from the Gods.”


Untuk mengetahui tentang karya-karya Eoin Colfer selengkapnya, silahkan kunjungi : website Eoin Colfer dan untuk para penggemar Artemis Fowl jangan lupa kunjungi websitenya di : USA Fansite  atau di : UK Fansite

Best Regards,
* Hobby Buku * 

Books "THE ARTIC INCIDENT"


Judul Asli : ARTEMIS FOWL – THE ARTIC INCIDENT
( book 2 of Artemis Fowl Series )
Copyright ©2002 by Eoin Colfer
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Desain & Ilustrasi : Dina Chandra
Cover by Dina Chandra 
Cetakan I : September 2006 ; 360 hlm 

Sinopsis :
Kapten Holly Short berhasil bebas sebagai sandera Artemis Fowl, dan kebebasannya berharga mahal dengan tebusan emas Kaum, membuatnya tidak lagi aktif di divisi Recon (=pengintaian), namun ia dipindah-tugaskan sebagai pengawas guna mencegah penyelundupan, suatu tugas yang membosankan, namun lebih baik daripada dipecat dengan tidak hormat (berkat adanya campur-tangan Komandan Root tentunya). Holly hanya memiliki satu keinginan, bisa kembali naik ke dunia atas dan memiliki kesempatan mencekik Artemis Fowl yang membuatnya dalam  posisi seperti ini. 


Dan pada hari tersebut, Holly menjalankan rutinis tugasnya, melakukan pengecekan pada lorong-lorong yang bisa dijadikan tempat penyelundupan oleh Triad -  organisasi kriminal gerombolan goblin B’wa Kell, tanpa menduga bahwa akan ada kejadian yang nantinya membawa pada pertemuan dengan lawan tandingnya : Artemis Fowl. Terjadi peristiwa aneh yang melibatkan penembakan terhadap opsir LEP, ditemukannya senjata serta rakitan pesawat dari bahan-bahan yang diketahui telah dimusnahkan oleh pihak berwenang. Maka ini berarti ada oknum yang menyelundupkan materi-materi terlarang yang hanya diketahui beberapa pihak. Dan tersangka utama tidak lain sosok yang baru-baru saja menggegerkan dunia bawah, tidak lain Artemis Fowl. Maka Holly harus segera naik ke dunia atas dan menangkap Artemis untuk ‘dimintai’ keterangan resmi.

Di dunia atas, Artemis menjalani kehidupan ganda. Setelah Angeline Fowl – sang ibu yang sekian tahun depresi sehingga nyaris gila, berhasil disembuhkan dengan kemampuan sihir Holly Short, ia justru mengkhawatirkan keadaan Artemis setelah sekian tahun ditinggalkan tanpa pengawasan kedua orang tuanya. Sebagai kompensasi, Angeline memasukkan Artemis ke Akademi Saint Bartleby untuk menjalani kehidupan normal sebagai anak usia 13 tahun. 


Ia bahkan mengatur bimbingan konseling bagi Artemis ... membuat Artemis harus berhadapan dengan berbagai ahli serta dokter yang berusaha menganalisa apa di balik otak bocah yang telah menjalankan usaha keluarga Fowl pada tahun-tahun terakhir. Angeline bersikeras bahwa dunia bisnis kejahatan tidak cocok bagi anaknya. Tentu saja Artemis tak berani langsung melawan, maka ia menuruti sebagian ‘nasehat’ ibunya dan tetap menjalankan kegiatan utamanya dengan diam-diam. Hingga pada suatu hari, muncul berita aneh, sebuah petunjuk yang memastikan bahwa ayahnya masih hidup di suatu wilayah di Rusia...

Foaly: You see, Mud Boy, goblins are stupid. I'm not insulting them. It's a proven fact. Brains no bigger than rats. One of the Goblin's generals, and this is their top fairy, was caught trying to pass off a forged credit card by signing his own name.

Belum sempat Artemis dan Butler berangkat menelusuri petunjuk tersebut, Holly Short muncul dan bersikeras membawanya ke dunia bawah. Melihat situasi dan kondisi Artemis menyetujui hal tersebut, bahkan dengan cerdik ia berhasil menawarkan sebuah perjanjian yang bakal menguntungkan dirinya. Artemis bersedia membantu menyelidiki siapa dan di mana sumber kebocoran dan penyelundupan yang menghubungkan dunia atas dengan dunia bawah, dengan syarat setelah itu ia dibantu oleh Kaum guna mencari dan menemukan ayahnya. 


Maka dimulailah petualangan Artemis, Butler, Kapten Holly Short serta Komandan Root, dari Fowl Manor di Irlandia ke Haven City di Element Bawah, hingga ke Paris hingga menuju belahan dunia lain di Lingkaran Kutub, Rusia Utara yang dingin membeku. Dipandu sang centaur paranoid Foaly, mereka bukan hanya berhadapan dengan gerombolan goblin atau sekawanan Mafiya Rusia, namun di balik semua peristiwa aneh itu ternyata muncul kawan lama yang menjadi lawan, pengkhianat yang bertekad membawa kehancuran pada kehidupan di dunia bawah maupun dunia atas, untuk membentuk dunia baru sesuai dengan Impiannya !! Komunikasi terputus, persenjataan disabotase, tak ada bala bantuan, satu persatu diantara mereka dilumpuhkan, terluka hingga meregang nyawa, bagaimana mereka mampu bangkit menghadapi lawan yang sedemikian kuat dan dipersenjatai dengan lengkap?? 

Artemis: Which one are you? Good cop or bad cop?
Commander Root: Good cop-bad cop! Hate to tell you this, Dorothy, but you ain't in Kansas anymore.
Kesan :
Bukan saja semakin seru, tapi juga sangat menegangkan serta membuat otak turut berpikir keras, bagaimana cara mengatasi kendala demi kendala yang muncul di hadapan para tokoh ini. Meski sudah pernah membaca kisah ini dua kali, dan ini adalah ketiga kalinya karena ingin mengingat kembali perjalanan kisah awal petualangan Artemis Fowl, sehubungan buku kelima baru rilis (semoga kelanjutannya segera keluar !!! Atau setahun-dua tahun lagi harus baca ulang dari buku pertama kembali hehe...), untung saja tetap menjadi bacaan menarik dan sama sekali tidak membosankan (thanks God :D ...).


Artemis Fowl sudah setahun lebih tua dibanding pengalaman menghebohkan dengan Kaum Peri. Dan berita baiknya, jejak sang ayah mulai menampakaan petunjuk yang lebih jelas. Kabar buruknya, situasi yang mereka hadapi jauh lebih buruk dari semua pengalaman yang pernah mereka alami. Kembali Artemis Fowl harus berkolaborasi dengan Holly Short. Meski masih saling bermusuhan, namun kali ini mereka harus bersatu melawan musuh yang bukan hanya gila kekuasaan tapi juga sangat cerdas, bahkan bisa dibilang jenius dalam bidangnya. Maka satu-satunya kekuatan yang mereka miliki adalah persatuan yang kokoh, menepis segala perbedaan dan berusaha mengurangi selisih-pendapat. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, mereka terjebak dalam perangkap yang mampu memutar-balikan fakta, sehingga kawan menjadi lawan. 

Butler: (drawing his pistol) Do we wait until we see the whites of their eyes, Commander?
Root: Goblin eyes don't have whites.
Situasi terburuk memaksa Artemis merubah perilakunya sebagai anak tunggal yang senantiasa dilayani dan dilindungi. Kini ia harus menguatkan diri guna melindungi dan menyelamatkan rekan-rekannya. Saat Butler pingsan dan terkurung dalam longsoran es, saat Holly terluka parah hingga kehabisan darah dan kehilangan kemampuan sihirnya. Artemis yang terbiasa duduk di belakang komputer, merancang berbagai rencana dan muslihat, kini harus terjun langsung menghadapi tembakan, bahaya radiasi, bahkan taruhan nyawanya demi keselamatan kawan-kawan seperjuangannya, tanpa kehilangan akal sehat dan kecerdasannya. 


Dan jangan khawatir dengan segala ketegangan yang terjadi, karena si kurcaci Mulch Diggums ‘bangkit dari kematian’ guna membantu kawan/lawan lamanya. Dengan kemampuan uniknya, ia satu-satunya jalan guna menerobos pertahanan kokoh benteng musuh yang dipenuhi dengan keamanan super-canggih dan sangat ketat. Namun masalah utama adalah bagaimana mengungkap konspirasi yang terjadi jika semua bukti yang ada justru memberatkan posisi mereka di hadapan masyarakat dunia bawah ?? Mau tahu jawabannya ... silahkan baca kelanjutan petualangan Artemis Fowl di buku kedua ini, endingnya sungguh ....

Artemis mengulurkan koinnya. “Tidak,” kata Holly. “Simpan saja, untuk mengingatkan dirimu.” “Mengingatkan diriku ?” Holly menatapnya dengan pandangan jujur. “Untuk mengingatkan dirimu bahwa jauh di balik lapisan kelicikan, kau memiliki setitik cahaya kebaikan. Mungkin sesekali kau bisa meniup cahaya kebaikan itu agar membesar.” Artemis menggenggam koin itu. Koin tersebut terasa hangat di tangannya. “Ya, mungkin.” ( p. 353 )

Tentang Penulis : 


Eoin Colfer lahir pada tanggal 14 Mei 1965 di Wexford, Irlandia. Ia terkenal dengan novel fantasi Artemis Fowl Series yang melejitkan namanya saat buku pertama seri ini rilis pada tahun 2001, dan semenjak itu hampir semua novelnya menempati posisi sebagai New York Times Bestseller. 

Seri Artemis Fowl yang menggabungkan legenda dan mitos dengan seting waktu masa depan, mampu menggugah imajinasi para pembaca, dan sampai saat ini telah rilis 7 judul, menyusul sekitar pertengahan tahun 2012 ini buku ke-8 ‘The Last Guardian’ akan rilis. Untuk melengkapi antusiame para penggemarnya, Eoin juga menulis berbagai buku berisi kisah-kisah pendek yang merupakan ‘companion’ untuk memberi panduan lebih jelas tentang dunia elf, dwarf, centaur, dan tentu saja bocah ajaib Artemis Fowl. 


Kesuksesan Eoin Colfer membuat dirinya ‘diundang’ untuk meneruskan karya fantasi sci-fi, serial “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy” yang ditulis oleh Douglas Adams – penulis yang juga terkenal akan idenya dalam pembuatan film layar lebar maupun serial televisi “Dr. Who”  ... maka setelah 5 judul novel, tongkat estafet diserahkan kepada Eoin Colfer untuk meneruskan petualangan menjelajahi galaksi semesta lewat buku ke-6 serial ini. Sebagai penggemar berat serial ini, tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi Eoin untuk mengembangkan kisah yang luar biasa lewat imajinasinya yang tak pernah kering. 

Colfer called the opportunity “Like suddenly being offered the superpower of your choice ... For years I have been finishing this incredible story in my head and now I have the opportunity to do it in the real world ... It is a gift from the Gods.”

Untuk mengetahui tentang karya-karya Eoin Colfer selengkapnya, silahkan kunjungi : website Eoin Colfer dan untuk para penggemar Artemis Fowl jangan lupa kunjungi websitenya di : USA Fansite  atau di : UK Fansite

Best Regards,
* Hobby Buku * 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...