Translate

Showing posts with label Historical Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Historical Fantasy. Show all posts

Saturday, November 23, 2013

Books "BLACK POWDER WAR"

Books “PERTEMPURAN SANG NAGA”
Judul Asli : BLACK POWDER WAR
[ book 3 of TEMERAIRE Series ]
By Naomi Novik
Copyright © 2006 by Temeraire LLC
Penerbit Elex Media
Alih Bahasa : Ine Milasari Hidajat
Editor : Andriyani
Cetakan I : November 2013 ; 508 hlm ; ISBN 978-602-02-2587-6
Rate : 3.5 of 5

Temeraire – Naga Celestial dari Kerajaan China, yang jatuh ke tangan Inggris dalam pertempuran Eropa, antara Inggris dan Prancis, sempat menikmati kehidupan yang sama sekali berbeda bersama sang penunggang Kapten Will Laurence serta kru-nya, ketika mereka menjalani misi diplomatis di China. Namun kondisi berubah total ketika mereka terlibat dalam aksi kudeta yang hendak dilakukan oleh Pangeran Yongxing – saudara kandung Kaisar China. Percobaan-percobaan pembunuhan terhadap Laurence dan anggota pasukannya, berhasil digagalkan, dan akhirnya justru sang Pangeran tewas dalam aksi terakhirnya.

Books "THRONE OF JADE"

Books “TAKHTA LANGIT”
Judul Asli : THRONE OF JADE
[ book 2 of TEMERAIRE Series ]
By Naomi Novik
Copyright © 2006 by Temeraire LLC
Penerbit Elex Media
Alih Bahasa : Ine Milasari Hidajat
Cetakan I : Oktober 2012 ; 536 hlm ; ISBN 978-602-02-1733-8
Rate : 4 of 5

Di tengah kancah pertempuran antara pasukan Napoleon dari Prancis dan pasukan Kerajaan Inggris, Kapten Will Laurence yang secara resmi telah diangkat sebagai anggota pasukan Angkatan Udara bersama naga Celestial-nya Temeraire, kini menghadapi masalah baru. Utusan khusus dari Kerajaan China datang untuk ‘meminta’ kembali Temeraire yang sebenarnya merupakan bingkisan dari Kaisar China kepada Kaisar Prancis Napoleon. Namun kapal fregat Prancis yang mengangkut Telur Naga itu kalah dalam pertempuran di laut sehingga kapal serta awak dan seluruh isinya, disita oleh HMS Reliant dari Inggris dibawah pimpinan Kapten Will Laurence (yang kala itu masih menjabat di Angkatan Laut).

Books "HIS MAJESTY'S DRAGON"

Books “NAGA SANG KAISAR”
Judul Asli : HIS MAJESTY’S DRAGON
[ book 1 of TEMERAIRE Series ]
By Naomi Novik
Copyright © 2006 by Temeraire LLC
Penerbit Elex Media
Alih Bahasa : Ine Milasari Hidajat
Cetakan I : 2012 ; 536 HLM ; ISBN 978-602-02-022-1
Rate : 3.5 of 5

Kisah tentang naga selalu menjadi salah satu pilihan bacaanku. Makhluk yang merupakan salah satu simbol mitos bangsa Cina selama berabad-abad, telah berhasil diadaptasi dalam berbagai kisah baik legenda maupun epik fantasi. Meski demikian entah mengapa diriku tak pernah bosan membaca dan mencari kisah yang menampilkan sosok Naga sebagai salah satu karakternya.

Karya Naomi Novik, sosok penulis yang baru kukenal, ternyata menyajikan paduan kisah yang tak mampu kutolak : fantasi, legenda Naga serta latar belakang historis. Alih-alih mengambil seting penuh di dunia fantasi, beliau menampilkan periode Perang Eropa terutama perseteruan antara Inggris dan Perancis di bawah pimpinan Napoleon. Jika Anda membayangkan seting modern, maka imajinasi tersebut harus dikembangkan menjadi masa dimana dunia modern berpadu dengan dunia mistis dan dunia penuh fantasi.

Thursday, December 27, 2012

Books "THE SWORD IN THE STONE"



Judul Asli : THE SWORD IN THE STONE
[ book 1 from THE ONCE and FUTURE KING ]
By T.H. White
Copyright © Lloyds TSB Offshore Trust Co., Ltd, 1938
Indonesian edition copyright © by Mahda Books
Penerbit : Media Klasik Fantasi ( a division of Mahda Books )
Alih Bahasa : Rahmawati Rusli
Editor : Nadya Andwiani
Sampul : Kebun Angan
Isi : Husni Kamal
Cetakan I : April 2011 ; 284 hlm
[ Review in Indonesia & English ]
 ~ reblog from HobbyBuku's Classic ~

Pernahkah Anda membaca kisah tentang King Arthur dan hubungannya dengan Merlin – sang Penyihir dan Ilmuwan terkemuka, pembimbing sekaligus penasehat King Arthur. Nah kali ini kisahnya juga mengenai tokoh-tokoh yang telah disebutkan, tapi jangan heran jika ada sedikit perbedaan, karena ini merupakan kisah fantasi, yang sangat menarik dan penuh kelucuan. 

[ source ]
Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua bersaudara bernama Kay dan Wart, putra Sir Ector. Kay sebagai putra sulung, tentunya akan menjadi penerus Sir Ector dan mewarisi kekayaan serta gelar keluarga mereka. Sedangkan Wart (nama aslinya Art, tapi karena ulah Kay, ia dipanggil Wart yang artinya si kutil) tentunya tidak akan memperoleh apa pun, kecuali Kay bermurah hati memberikan sesuatu kepadanya nanti. Tapi Wart tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Ia bukan anak yang ambisius seperti Kay, bahkan jika diperbolehkan mengikuti dan menyertai Kay, ia sudah cukup senang.


Thursday, April 12, 2012

Books "TIME QUAKE"


Books “GEMPA WAKTU”
Judul Asli : TIME QUAKE ( book three of The Gideon Trilogy )  
From Gideon Trilogy / The Enlightenment of Peter Schock
Copyright © 2009 by Linda Buckley – Archer
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Berliani M. Nugrahani
Editor  : Esti budihabsari & Enfira  
Ilustrasi Isi : Sweta Kartika
Desain Sampul : Dodi Rosadi
Cetakan ke-1 : 500 hlm , November 2010

Sinopsis :
Kate akhirnya berhasil menemukan Peter kembali di tahun 1763. Tapi dampak atas perjalanan lintas-waktu yang dilakukannya berkali-kali,bagaikan merubah susunan tubuhnya. Kate lebih sering ‘memudar’ hingga benar-benar menjadi sosok hantu yang transparan. Bahkan pada saat dirinya ‘memudar’ Kate bagaikan melintasi waktu dengan kecepatan tinggi, sedangkan lingkungan di sekelilingnya menggerak sangat lambat dibanding dirinya. Kate seperti manusia super yang mampu berpindah tempat dengan cepat di saat sekelilingnya membeku.

Peter yang dulu juga pernah mengalami proses “memudar” saat perjalanan lintas-waktunya yang pertama, merasakan suatu kejanggalan pada diri Kate. Tapi karena Kate tak pernah mau membicarakannya, Peter tak mau mendesak lebih lanjut. Peter tidak tahu bahwa kondisi Kate sangat berbahaya. Jika ia tak mampu lagi mengendalikan dirinya, maka Kate akan lenyap dalam pergerakan kecepatan yang sangat tinggi.

Bersama dengan Gideon Seymor dan Sir Richard Picard, didampingi oleh Parson Ledbury dan Hannah, Peter dan Kate mencari jalan guna menemukan mesin waktu yang dibawa oleh Tar Man. Mereka tidak tahu bahwa Tar Man telah kembali dari abad 21, dan mesin waktu yang digunakannya dibawa lari oleh Lord Luxon – yang memiliki agenda tersendiri. Yang ada mesin waktu lainnya, tapi Tar man tidak tahu kode untuk mengaktifkan mesin itu.

Dan ketika rombongan Gideon dan Peter mengejar posisi Tar Man yang diketahui berada di sebuah Perayaan Pasar Malam, Tar Man justru muncul di tempat yang tak terduga. Ia menemui Kate yang berada seorang diri, kondisi fisiknya sering lemas akibat efek ‘memudar’ yang dialaminya. Tar Man memaksa Kate mengikuti dirinya dan mengancam akan siksaan mengerikan jika Kate tidak memberikan kode akses ke mesin waktu. Kate yang tidak tahu menahu kode rahasia yang dipasang oleh ayahnya, berusaha meloloskan diri dari Tar Man … dan ia berhasil lari, hanya saja dalam wujud hantunya.

Sementara itu di abad 21, Lord Luxon menjelajahi Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ia memiliki rencana untuk memanfaatkan mesin waktu guna mengubah sejarah dunia dan menjadikannya pahlawan serta penguasa dunia. Ia bahkan mengirim pasukan tentara yang dipilihnya untuk mendampinginya di abad 21, membuat berbagai keanehan serta kelucuan saat mereka semua brusaha beradaptasi di lingkungan yang sama sekali baru. Lord Luxon mempersiapkan rencana-rencananya dengan seksama. Ia bahkan berusaha membekali dirinya dengan pengetahuan yang mampu menunjang rencananya.

Maka ia berkenalan dengan Mrs. Stacey, yang memiliki keponakan bernama Alice – wanita muda yang melakukan riset Jurusan Sejarah di Universitas Princeton.  Melalui Alice, Lord Luxon berhasil mengorek berbagai informasi serta detil sejarah saat serangan Amerika yang memberontak atas kungkungan koloni yang diberlakukan Inggris selama bertahun-tahun. Terutama tentang peran penting George Washington dalam memenangkan perang kebebasan terhadap tirani koloni Inggris.

Sembari mematangkan rencana utamanya, Lord Luxon juga menyempatkan untuk menuai kekayaan dengan memanfaatkan pengetahuan modern dan kembali ke tahun 1763 guna membawa barang-barang yang dihargai sangat tinggi pada abad 21. Lord Luxon menyibukan diri dengan mondar-mandir dengan menggunakan mesin anti-gravitasi yang direbutnya, tanpa menyadari efek berbahaya yang telah menimpa Kate, akan juga menimpa dirinya suatu saat.

Di sisi lain kota New York, Anjali menatap Tom yang terbaring kaku di rumah sakit, terluka parah akibat berusaha menyelamatkan Anjali. Gadis yang terbiasa hidup seorang diri di kota yang keras, membuat dirinya menjadi sosok yang tidak pernah mau memperdulikan orang lain selain dirinya sendiri, kali ini hatinya tergerak dengan kepolosan serta keberanian Tom. Maka Anjali bertekad membantu Tom untuk kembali ke tempat asalnya. Tapi dengan menghilangnya Vega Riaza atau Tar Man beserta mesin anehnya, maka ia harus mencari jalan lain, dan suatu kebetulan ia melihat berita di surat kabar yang memberikan ide baru guna membantu Tom …

Masing-masing karakter, berbeda tempat dan lokasi, berbeda tujuan, namun pada akhirnya semuanya bertemu dan bersinggungan pada saat dan tempat yang bersamaan. Dan peran serta Peter dan Kate, menjadi kunci penentu yang dapat mencegah terjadi gempa-waktu, akibat pergeseran waktu yang berbeda dengan penggunaan mesin anti-gravitasi, karena jika dibiarkan berlarut-larut, dunia akan hancur, perbedaan dunia satu dengan dunia pararlel lainnya akan bercampur-aduk ….dan bencana kiamat terjadi !!!

Kesan :
Buku ketiga dan terakhir dari Trilogy Gideon ini baru rilis dalam jeda tempo yang sangat lama dibandingkan buku kesatu dan kedua yang tidak terlalu jauh jaraknya. Akibatnya mode membaca sudah lama lenyap, dan diriku melupakan beberapa detil penting yang menjalin kisah ini. Memang resiko membaca novel berseri apalagi dengan jeda rilis satu tahun lebih … maka begitu sempat, kubaca ulang buku-buku sebelumnya, sekedar mendapatkan kembali ‘perasaan’ dalam menyelami kisah ini.

Ibarat kisah yang mendekati klimaks, maka kisah dalam buku ini berusaha menjawab berbagai pertanyaan serta kebingungan yang melanda para pembaca buku-buku sebelumnya. Tapi karena beberapa hal berhubungan dengan masalah tehnis, mungkin ada beberapa yang menganggap sedikit bertele-tele, membosankan dan semakin membingungkan. Janganlah hal tersebut mengurangi minat baca bahkan sampai tidak meneruskan kisahnya, justru kerugian akan berada di pihak Anda …

Dibandingkan buku kedua yang penuh dengan aksi menegangkan, maka buku ketiga sedikit berkurang, walau tetap saja mengasyikkan dengan adanya Lord Luxon dan kawanan pasukan tentara Sersan Thomas di abad 21, terutama saat pasukan tentara menonton bioskop ( belum pernah ada ‘layar-tancap’ di abad lampau haha .. ) dan mereka semua melihat film The Lord of The Ring … hua-ha-hah, tak terbayangkan ceritanya. ( and LOTR just the most best movie I’ve ever see, never gets bored even seeing for many times )

Tak kalah menarik yaitu keberadaan Marquis de Montfaron – bangsawan Prancis dari abad kedelapan belas yang sangat tertarik dengan berbagai penemuan dan diselamatkan dari kematian, dan dibawa ke abad 21 oleh Kate dan ayah Peter saat penjelajahan sebelumnya. Pria ramah dengan penampilan anggun, tapi sangat tergila-gila dengan berbagai hal yang dijumpainya di abad 21 … lucu sekali, apalagi ketika melihat cara kerja komputer dan internet, mengingatkan diriku yang juga agak ‘gaptek’ soal tehnologi hehe.

Dengan ending yang benar-benar mengakhiri kisah perjalanan Peter Schock dan Kate Dyer, pertemuan dua bersaudara Gideon “the Cutpurse” Seymour dan Nathaniel “Tar Man” maka suatu akhiran tak berbeda denga  suatu awalan, segala sesuatu di dunia ini meski melalui perjalanan yang jauh tetap akan kembali ke asal – kembali ke awal. Sebagai kisah fantasi yang berfokus pada pengembangan sejarah (fantasy-historical fiction) Trilogy Gideon menjadi salah satu kumpulan kisah favorit-ku, layak baca, harus dikoleksi (^o^) …. 

Jika saja Illustrasi cover serta isi disesuaikan dengan aslinya, maka ketiga buku ini benar-benar menjadi kesukaanku yang teramat sangat ( yang asli sangat bagus hehe )

Best Regards,
* HobbyBuku *    

Tuesday, April 3, 2012

Books "THE TAR MAN"


Books “PENJAHAT DARI MASA SILAM”
Judul Asli : THE TAR MAN ( book 2 of The Gideon Trilogy )
From Gideon Trilogy / The Enlightenment of Peter Schock
Copyright © 2007 by Linda Buckley – Archer
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Berliani M. Nugrahani
Proofreader : M. Eka Mustamar
Ilustrasi Isi : Sweta Kartika
Desain Sampul : Dodi Rosadi
Cetakan ke-1 : 612 hlm , April 2009

Kelanjutan kisah petualangan Peter Schock & Kate Dyer yang tanpa sengaja ‘terlempar’ ke abad-18 akibat kecelakaan mesin anti-gravitasi, dan bagaimana perjuangan mereka untuk dapat kembali ke masa dimana mereka berasal … 

Sinopsis :
Kate dan Dr. Dyer berhasil kembali ke abad-21… namun kebahagiaan bertemu dengan keluarganya tidak dapat dinikmati oleh Kate karena teringat akan Peter yang tertinggal di abad-18. Kate bertekad untuk segera kembali dan menyelamatkan Peter, terlebih saat ia teringat akan sumpah yang mereka ucapkan : bahwa mereka akan selalu bersama-sama di masa apa pun. Namun kendala baru menghambat, tanpa sengaja Kate mendengar perdebatan  ayah & ibunya yang mengungkap bahwa para ilmuwan hendak memusnahkan mesin anti-gravitasi yang ada, karena dianggap berbahaya, apalagi dengan lolosnya Tar Man – penjahat abad silam yang masuk dalam mesin menghalangi Peter dan sekarang ia lenyap di masa kini… bagi Kate ini berarti Peter tak akan dapat kembali !!! 

Maka hanya ada satu jalan, Kate harus menemukan jalannya sendiri guna menemukan & menjemput Peter. Bekerja sama dengan Sam, adiknya yang berusia sepuluh tahun serta bantuan Megan, sahabat karibnya – Kate menghubungi Mr. Schock, ayah Peter guna memberi penjelasan sebelum ia berangkat kembali ke abad-18 tepatnya pada tahun 1763 di Inggris guna menjemput Peter. Saat berusaha membuat mesin anti-gravitasi bekerja di dalam gudang tempat alat tersebut disembunyikan, Kate & Mr. Schock ketahuan oleh Dr. Dyer & Dr. Alice Pirretti – salah satu ilmuwan & kolega Dr. Dyer yang mengetahui rahasia mesin tersebut. Dalam ketergesaan karena takut dicegah, Kate segera masuk dalam mesin disusul oleh Mr. Schock yang ingin menyelamatkan putranya, Peter. Dalam sekejap mata keduanya lenyap bersama mesin tersebut di depan mata Dr. Dyer & Dr. Pirretti.

Saat Kate dan ayah Peter sibuk untuk kembali ke tahun 1763 di Inggris, maka Tar Man yang berada di abad-21 menjumpai bahwa meski banyak hal yang berubah namun ia mulai menyukai keberadaannya di masa yang lebih maju. Dalam usahanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, tanpa sengaja suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang menarik perhatiannya. Gadis tersebut bernama Anjali, memiliki keahlian serta pengetahuan yang ingin dimanfaatkannya guna memandu dirinya memahami serta melakukan penyesuaian pada abad-21. Anjali yang berhutang budi karena diselamatkan nyawanya, tertarik dengan keanehan Tar Man yang misterius. Apalagi saat ia mendapati bahwa bayaran yang diberikan oleh Tar Man dari hasil jarahan sangat besar, maka ia menyanggupi berperan sebagai pemandu sementara bagi Tar Man.

Tar Man yang tak pernah melupakan penderitaannya di masa lalu, bertekad guna mencapai kehidupan yang jauh lebih baik di masa yang baru. Ini berarti menjadi lebih kaya & lebih berkuasa bahwa ia bercita-cita melebihi kehidupan Lord Luxon – mantan majikannya di tahun 1763. Walau demikian ia masih terganggu dengan selentingan fakta yang diperoleh sebelum ia masuk dalam mesin yang membawanya ke masa depan, fakta bahwa dirinya dengan Gideon Seymour adalah kakak-adik. Hanya satu orang yang dapat memberikan penjelasan yaitu Lord Luxon yang telah membuat dirinya bermusuhan hingga nyaris saling bunuh dengan Gideon, namun itu berarti ia harus kembali ke tahun 1763. Dan Tar Man menemukan cara lebih efektif guna menjelajahi abad-18 & abad-21 secara bolak-balik, yaitu dengan memusatkan konsentrasi ‘memudar’ ( sama dengan yang dialami oleh Kate beberapa kali, namun lebih kuat karena Tar Man memusatkan focus & konsentrasi guna melakukan hal tersebut ). 

Kejahatan Tar Man semakin merajalela, merampok benda-benda seni dengan keahliannya ‘memudar’ membuat dirinya mampu menghilang & menembus pengamanan ketat, membuat pihak kepolisiaan pusing tujuh keliling. Tar Man bahkan memanfaatkan keahliannya guna menjalin hubungan kerjasama dengan Lord Luxon, panduan Anjali dalam menembus sosialisasi masyarakat yang lebih tinggi, serta kemunculan Tom ditemani tikus putihnya ( anggota Carrick Gang yang telah menolong Kate & Peter saat mereka ditawan, dan Tom tanpa sengaja masuk dalam mesin yang terbawa ke abad-21, sebelum Kate, Dr. Dyer, dan Tar Man berebut menggunakan mesin tersebut ) sangat membantu Tar Man yang mencari asisten setia bagi kelancaran bisnis serta kehidupan barunya. Tar Man semakin kuat & ganas, hingga ide-ide baru muncul di benaknya…

Sementara di abad-21, masyarakat resah dengan kejahatan baru yang merajalela, dan keluarga Dyer serta Mrs. Schock-ibu Peter yang turut bergabung, juga resah & bingung dalam menantikan kepulangan Kate & Mr. Schock membawa Peter, namun setelah lama perseni berselang tiada perubahan dalam penantian mereka, maka pada akhirnya Dr. Dyer mengambil keputusan guna menjemput mereka semua dengan menggunakan mesin prototype yang sedang dikembangkan … keputusan yang mendapat banyak halangan & kendala serta bahaya-bahaya baru.

Apakah Kate & Mr.Schock berhasil menemukan Peter di tahun 1763 ? Mengapa mereka tidak segera kembali setelah bertemu dengan Peter ? Mengapa mereka membuat keluarga masing-masing menanti penuh kecemasan dalam waktu yang lama ? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut tak dapat diterima oleh keluarga yang menanti, karena ternyata Kate & Mr. Schock berhasil ‘mendarat’ di Inggris di lokasi dekat kediaman Gideon Seymour, tapi bukan di tahun 1763 melainkan di tahun 1792, dua puluh tahun kemudian tepat saat Inggris terlibat dalam Perang Revolusi Prancis – dan celakanya mesin anti-gravitasi yang mereka bawa rusak tak dapat berfungsi kembali !!

Kesan :
Wuahh … begitu membuka halaman demi halaman, ketegangan berlangsung dan jalinan kisah antara 3 jaman yang berbeda dirajut dalam untaian kata-kata yang membuat diri-ku tak mampu melepas buku ini hingga selesai. Meski penggambaran akan detil dan latar belakang yang berbeda dengan buku pertama, namun pematangan karakter tokoh-tokoh utama sangat memikat, mampu membuat pembaca bersemangat, terharu sekaligus tegang silih berganti.

Jika dalam buku pertama diri-ku terpikat akan perkembangan sosok Gideon Seymour, maka di buku kedua ini sangat menarik melihat bagaimana Peter Schock yang telah dewasa bertemu dengan Kate yang masih berusia 12 tahun serta ayahnya yang menjadi sebaya usianya. Dan menjadi suatu tanda tanya besar, bagaimana penulis akan mengakhiri kisah menakjubkan ini dalam buku ketiga, karena telah disinggung akan terjadinya G30S PKI ‘kerusakan’ dan terbentuknya ‘dunia-dunia paralel baru’ akibat penggunaan mesin yang berulang-ulang. Bagaimana keberadaan Peter Schock dan rekan-rekannya pada tahun 1792 jika Peter dan teman-temannya di tahun 1763 mengalami ‘perubahan’ dan kembali di abad-21 …
 
Para penggemar fiksi ilmiah akan menyukai kisah yang dijalin dengan bumbu fantasi tanpa menghilangkan sisi manusiawi. Penulis mampu menghadirkan suatu polemik antara menjalani langkah serta mengambil keputusan berdasarkan logika akal sehat melawan keyakinan religi, karya manusia melawan karya cipta Tuhan, serta menampilkan sisi manusiawi yang mampu muncul dalam kondisi tergelap sekali pun.

Best Regards, 
* HobbyBuku * 
 

Books " GIDEON THE CUTPURSE"


Books “PARA  PENJELAJAH WAKTU”
Judul Asli : GIDEON THE CUTPURSE ( book 1 of Gideon Trilogy )
From The Gideon Trilogy
Copyright © 2006 by Linda Buckley – Archer
Penerbit Mizan Fantasi
Alih Bahasa : Berliani M. Nugrahani
Proofreader : M. Eka Mustamar
Ilustrasi Isi : Sweta Kartika
Desain Sampul : Dodi Rosadi
Cetakan ke-1 : 516 hlm , Februari 2009

Satu lagi kisah fantasi keluaran Mizan Fantasi dikeluarkan, kali ini mengangkat tema tentang ‘time-travelling’ dan baru saja daku menyelesaikan buku The Time Traveller’s Wife ( it’s very interesting story, too ), so akhirnya ku-ambil buku ini dari sekian banyak tumpukan buku yang belum sempat tersentuh, dan inilah kisahnya ….

Sinopsis :
Dimulai dengan salah satu tokoh utama, seorang bocah laki-laki bernama Peter Schock yang menantikan perayaan ulang tahunnya kedua belas bersama ayahnya. Walau telah lewat empat bulan, namun dikarenakan kesibukkan ayahnya, maka pada kesempatan hari pertama liburan Natal Peter akan meluangkan waktunya dengan ayahnya …. sesuatu yang sangat dinanti-nantikan olehnya. Namun pada pagi itu, kembali Peter harus menelan kekecewaan besar, lagi-lagi ayahnya membatalkan janjinya dengan alasan ‘pekerjaan’, Peter merasa seolah menjadi anak yatim-piatu dimana ayah & ibunya sibuk selalu dengan pekerjaan masing-masing tanpa mau meluangkan waktu bagi dirinya – putra mereka satu-satunya.

Sebagai pengganti acaranya dengan ayahnya, Peter dibawa berlibur ke kediaman keluarga Dyer – yang merupakan kenalan Margrit, pengasuh Peter yang menyayangi & memahami perasaan Peter saat itu. Kediaman Dyer yang berlokasi di Derbyshire, berada di luar kota London, membawa  perubahan suasana kota yang senantiasa ditemui Peter menuju kehidupan pedesaan serta keluarga besar yang akrab & ramai – paling tidak bagi Peter, sebagai anak tunggal ia merasakan sedikit perbedaan bertemu dengan anak-anak keluarga Dyer yang enam bersaudara.

Rencana liburan akhir pekan tersebut akan berjalan lancar seandainya tidak ada kejadian aneh yang akan menimpa mereka. Saat Dr. Dyer hendak pergi menuju tempat kerja, Kate Dyer – putri tertua mereka ikut serta bersama anjingnya Molly dan juga Peter. Dr. Dyer adalah seorang ilmuwan yang bekerjasama dengan NASA, dan saat beliau menunjukkan beberapa bagian dari hasil penelitian mereka, Molly kabur ketakutan akibat salah satu demontrasi yang dilakukan oleh Kate menggunakan energi listrik statis. Kate & Peter lari mengejar Molly, meninggalkan Dr. Dyer yang terjatuh tersandung … dan saat mereka berdua tiba kembali di ruangan tempat mesin anti-gravitasi hasil penelitian salah satu rekan kerja Dr. Dyer, terjadi keanehan, mesin sebesar itu lenyap … menyusul Peter & Kate.

Saat Peter & Kate terbangun, mereka mendapati berada pada lapangan rumput yang luas, bukan di dalam ruangan kantor. Setelah beberapa saat berulah mereka menyadari bahwa tempat tersebut bukanlah Inggris pada abad ke-21 namun Inggris atau tepatnya London pada abad ke-18. Pertemuan pertama dengan salah satu sosok dari abad tersebut menimbulkan kengerian dalam diri Peter, sosok aneh yang menyebut dirinya Tar Man dan ia telah menyaksikan kemunculan kedua anak tersebut secara ajaib disertai alat aneh yang kemudian dilarikan olehnya ( atau lebih tepatnya alat tersebut dibawa lari kuda penarik gerobak tempat alat tersebut dimuat olehnya dan Tar Man mengejarnya sembari meneriakan agar Peter & Kate menemuinya di suatu tempat )

Walau ketakutan & sedih memikirkan situasi yang dihadapi, Peter & Kate berusaha mencari jalan untuk dapat kembali ke tempat asalnya mereka. Kemungkinan terbesar hanyalah mencari Tar Man yang telah membawa alat yang menyerupai mesin anti-gravitasi yang pernah dilihat oleh Peter sebelum ia juga lenyap … pindah di masa yang berbeda. Di saat-saat mereka putus asa, muncullah seorang pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Gideon Seymour, dan ternyata ia turut menyaksikan kejadian muncullah kedua bocah tersebut dari tempat dimana ia bersembunyi dari Tar Man. Gideon menawarkan bantuan pada Peter & Kate, membawa mereka ke tempat dimana mereka bisa berlindung sambil berusaha menemukan Tar Man serta mesin anti-gravitasi tersebut. Maka dimulailah petualangan Peter & Kate di kota London pada abad ke-18, tepatnya di tahun 1763.

Sementara itu di waktu yang sama pada masa yang berbeda, Dr. Dyer yang menyadari lenyapnya Kate & Peter serta mesin anti-gravitasi dari ruangannya, akhirnya melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Sementara itu ayah Peter yang sangat menyesali pertengkaran hebat dengan putranya, telah berusaha menghubungi Peter di kediaman keluarga Dyer, mendapati bahwa Peter baru saja berangkat menuju ke kantor Dr Dyer dan akan kembali dalam waktu singkat untuk makan siang bersama. Namun beberapa saat kemudian ia menerima kabar bahwa putranya lenyap tanpa jejak, bahkan diduga diculik sehubungan dengan lenyapnya salah satu alat dari kantor Dr. Dyer. Istrinya segera menempuh perjalanan pulang dari California menuju London mendengar kabar tersebut, meninggalkan pekerjaannya. Dibawa pengawasan & penyelidikan Detektif Inspektur Wheeler dari pihak kepolisian, ditelusuri jejak dan petunjuk sekecil apapun yang dapat membantu menemukan kedua anak tersebut… walau pada akhirnya semua mengarah pada jalan buntu – setidaknya selama beberapa waktu hingga muncul kejadian-kejadian aneh di beberapa tempat.

Di daerah sekitar Derbyshire tahun 1763, Gideon membawa Peter & Kate menemui keluarga Byng di Baslow Hall. Gideon telah membuat suatu ‘cerita’ bahwa Peter & Kate merupakan keturunan keluarga terpandang dari luar Inggris yang mengalami musibah – di rampok habis-habisan ( guna menjelaskan penampilan & pakaian mereka yang aneh ), sehingga Mrs. Byng menerima mereka dengan tangan terbuka. Peter & Kate belajar menyesuaikan dengan situasi agar mereka tidak tampak begitu men-colok diantara orang-orang tersebut. Sebagian menerima mereka seperti si kecil Jack, sebagian menganggap acuh seperti Sidney – putra tertua keluarga Byng. Namun pada akhirnya masing-masing dari mereka harus menyesuaikan diri karena mereka akan bersama-sama menempuh perjalanan berbahaya - yaitu perjalanan dari Baslow Hall menuju Lincoln’s Inn Fields kediaman Sir Richard Picard, adik Mrs. Byng yang tinggal di London.      

Rombongan yang terdiri atas Peter, Kate, Sidney, si kecil Jack serta pengasuhnya Hannah dan Parson Ledbury, sepupu Mrs. Byng yang dipercaya menemani & mengawal rombongan tersebut – menempuh perjalanan dekat ( ‘jauh dan lama dan capek’ jika menurut perhitungan Peter & Kate, dibandingkan naik mobil ) menggunakan kereta kuda. Gideon yang semula hendak berangkat bersama-sama rombongan akhirnya memilih berangkat sendiri akibat persitegang antara dirinya dengan Parson di awal keberangkatan mereka.

Kate, terutama Peter yang sangat meng-harapkan bantuan dari Gideon dalam menemukan Tar Man serta mencari jalan kembali ke masa mereka, berusaha tetap kuat dan merahasiakan keadaan mereka dari rombongan. Bukan hal yang mudah,  apalagi saat Kate & Peter mendapati sewaktu-waktu mereka dapat mengalami peristiwa ‘pindah-waktu-tempat’ sesaat, dimana saat-saat dalam kondisi relax & santai, tubuh mereka akan tampak memudar laksana hantu & pindah di suatu tempat di masa asal mereka, walau hanya sesaat. Dan saat hal-hal tersebut mulai merisaukan & dirasakan berbahaya ( si kecil Jack tanpa sengaja melihat Peter ‘memudar’ saat tertidur ), datang bahaya baru yang dicemaskan sepanjang perjalanan yaitu kawanan perampok menghadang kereta.

Kembali di abad ke-21, peristiwa-peristiwa aneh memenuhi berita & surat kabar tentang kemunculan sosok hantu kedua anak yang dinyatakan hilang di berbagai tempat dalam kondisi aneh dan membuat beberapa saksi ketakutan. Hal ini terjadi akibat Peter & Kate ‘memudar’ dan mereka ‘pindah’ sesaat di lokasi-lokasi tertentu. Detektif Inspektur Wheeler mulai mencium ketidak-beresan, terutama saat suatu ia sendiri menyaksikan  kemunculan sosok gadis yang menyerupai Kate berbaring di rerumputan dengan pakaian aneh dan kemudian lenyap dalam sekejap tanpa jejak. Apalagi disusul dengan munculnya petunjuk-petunjuk aneh yang mengarahkan kembali pada tempat kerja Dr. Dyer atau tepatnya pada penelitian yang dilakukan di tempat itu.

Gideon Seymour ternyata tidak meninggalkan Peter & Kate begitu saja, dan ia muncul tepat pada waktunya guna menyelamatkan rombongan dari para perampok. Namun hal tersebut membongkar keberadaan Gideon yang ternyata menjadi ‘buronan’ dari majikannya Lord Luxon, orang yang cukup terpandang di London. Gideon sedikit demi sedikit membuka latar belakang kisahnya terutama kepada Peter, juga tentang siapa sesungguhnya Tar Man yang juga bekerja pada Lord Luxon. Peter satu-satunya yang percaya penuh pada Gideon & ia yakin bahwa Gideon benar-benar orang baik yang terlanjur memperoleh ‘image-jelek’ akibat perbuatannya di masa lalu. Bahkan Kate-pun pada awalnya tidak sepenuhnya percaya pada Gideon … hingga waktu akhirnya menjawab sejauh mana kesetiaan & janji ditepati, walaupun harus mengorbankan nyawa.

Kesan :
Pada awalnya kisah ini agak ‘menyendat’ dan ada beberapa bagian yang kurang mengena, alurnya ada yang tidak lancar dan penggambaran hal-hal yang bersifat tehnis ( terutama penggambaran penelitian Dr. Dyer ) terasa ala-kadarnya, kemungkinan karena kisah ini ditujukan bagi pembaca muda usia, jadi detil hanya seperlunya.

Namun pada saat Peter & Kate bertemu dengan keluarga Byng, kisah mulai seru, lucu sekaligus menegangkan. Bagaimana Kate yang belum pernah memakai rok, harus mengenakan gaun lebar & panjang disertai KORSET !!! ( ada yang tidak tahu apa itu ‘korset’ … sama donk dengan Peter, makanya ia bertanya pada Jack yang menjawab meringis dan menyembunyikan wajahnya dibalik serbet … ha..ha ). Juga pertemuan Peter dengan sosok nyata ( dan masih hidup ) Dr. Erasmus Darwin, kekocakan saat Kate mengatakan bahwa sapi keluarganya diberi nama Erasmus Darwin hingga tanpa sengaja terlontar ucapan bahwa cucu beliau ( yang belum ada masa itu ) yaitu Charles Darwin yang menemukan teori evolusi manusia yang merubah nasib manusia, sampai Gideon terpaksa mengatakan Kate memiliki bakal ‘peramal’ dari keluarganya.

Kisah ini terasa segar dengan adanya dialog antara Peter & Kate dalam menghadapi berbagai situasi yang berbeda dengan keadaan di masa sebelumnya. Bahkan sisi manusiawi turut tercermin pada konflik hubungan antara Peter & kedua orang tuanya, terutama saat-saat Peter teringat bahwa ucapan terakhir yang di-teriak-kan pada ayahnya adalah “Aku benci Ayah” dalam pertengkaran hebat, akhirnya dia sekarang berada di tahun 1763 tanpa mengetahui kapan bisa berjumpa atau sekedar menatap wajah kedua orang tuanya. Atau hubungan yang terjalin antara Gideon dengan Lord Luxon yang akhirnya berbuntut pada tragedy, sedangkan hubungan Gideon dan Parson Ledbery justru semakin erat pada akhirnya …

Kisah dalam buku pertama ini sangat menarik dan cocok bagi pembaca dari semua kalangan usia, karena bukan sekedar kisah fantasi belaka, tapi lebih banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran agar “Jangan pernah meng-hakimi siapa pun juga dari apa pun yang tampak, namun berusaha memahami dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya mengandalkan persepsi / praduga semata” entah itu orang asing yang baru dikenal, saudara, anak, istri, suami, ayah, ibu, … siapa pun juga. Walau buku ini daku dapat karena hadiah namun daku memberikan rekomendasi bagi yang belum memiliki : It’s worth to be one of your collections, at least is very interesting-entertaining story and I can wait to read the sequel. 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...