Translate

Showing posts with label 3 Star. Show all posts
Showing posts with label 3 Star. Show all posts

Thursday, October 31, 2013

Books "A WITCH'S AURA"

Judul Asli : A WITCH’S AURA
[ book 1 of THE WICHES CHRONICLES ]
Copyright © Devon Volkel
Penrose Publishing
First edition 2013 | 310 p (paperback) | 335 (e-book)
ISBN 978-1-909879-11-9 (English PDF)
Rate : 3 of 5
[ This review made by a request of Penrose Publishing ]

As one of BBI’s Reading Project this month, we challenge to read an author debut, and just in theright moment, Penrose Publishing over me to read and reviewing their selected works. I choose works of Devon Volkel, who starting her new debut in series The Witch Chronicles, who you can tell by the title it’s fantasy, my favorite genre ... so here’s my honest opinion on this story.

The story begin with the life of Shayde Gamic, who happen going turned sixteen the next day. Usually, a girl at her age, would be happier and celebrating with huge parties. But just happen, five month ago she lost her beloved brother on tragic’s car accident. Kain Gamic – older brother of Shayde, both of Gamic’s are popular kids, with their good looks and good attitude too. They both very close, and Kain always act as protective brother to his only sister. Shayde, even so pretty and good looking, never being a brat girl or spoiled one, she even really care about everyone else who neglected, unpopular, and being bullies. Both Gamic’s are known as peole who hate bullies in many form. So, when Kain is gone, Shayde life is never been the same again ... no wonder she did not eager to celebrate her birthday.

Tuesday, June 11, 2013

Books "CONFESSIONS OF AN UGLY STEPSISTER"

Judul Asli : CONFESSIONS OF AN UGLY STEPSISTER
Copyright ©Gregory Maguire, 1999
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Khairi Rumantati
Editor : Ida Wajdi, Nadia Luwis
Ilustrasi : Ella Elviana
Desain Sampul : Aniza Pujiati
Cetakan I : April 2013 ; 444 hlm
Rate : 3,5 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~
Apakah gunanya keindahan? Keindahan itu akan membantu melindungi jiwa umat manusia, membendungnya, menolongnya, sehingga kita bisa bertahan hidup. Keindahan tidaklah berjumlah banyak, tetapi kalau itu bisa membuat hidup kita tidak terlalu menderita sehingga kita menjadi lebih baik __well, kalau begitu, mari kita miliki keindahan, terlukis di porselen  kita, tergantung di dinding kita, diucapkan dalam cerita-cerita kita. Kita adalah bangsa binatang yang menyedihkan... [ p. 440-441 ]
Pernahkah engkau mendengar kisah dongeng tentang gadis cantik yang hidup dalam kekejaman ibu tiri serta siksaan saudara-saudara tirinya, bekerja keras melebihi seorang budak, berkutat dengan kotoran dan abu yang menyelimuti sekujur tubuhnya hingga ia dikenal sebagai Gadis Abu atau Cinderella ? Hingga suatu hari muncul ibu peri yang baik hati, membuat pakaian yang indah serta sepatu kaca, kereta dari labu serta para kusir dari tikus-tikus sahabatnya, agar ia dapat mengikuti pesta dansa dan bertemu sang pangeran ...


Saturday, December 1, 2012

Books "PARANORMAN"



Judul Asli : PARANORMAN
by Elizabeth Cody Kimmel
based on animated movie-screen by Chris Butler
Copyright © 2012 by Laika Inc.
Translation copyright © 2012 by Mizan Fantasi ; Penerbit NouraBooks
Alih Bahasa : Reni Indardini
Editor : Rina Wulandari
Illustrations by Ross Stewart ( cover and inside book )
Cover Design by Steve Scott
Indonesian edition by Hedotz
Cetakan I : Agustus 2012 ; 264 hlm 
Rate : 3 of 5 
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

Komentar pertama setelah membuka pembungkus plastik buku ini : “WOW ... desain sampulnya keren dan menarik” – bahkan penerbit mempertahankan edisi illustrasi asli, yang membuatku semakin kegirangan ( karena pengalaman sebelumnya, dimana beberapa novel-novel fantasi justru dirubah atau tidak ditampilkan edisi aslinya ). Sebelum diriku memulai membaca kisah ini, terlebih dahulu ku-ingat-kan bahwa sampai selesai membaca buku ini, belum pernah kutonton filmnya, jadi review ini murni dari hasil baca bukunya. Selain desain sampul, illustrasi yang menggoda, nama penulis sudah kukenal lewat serialnya Suddenly Supernatural yang tidak kalah menariknya. Maka semakin mantap diriku untuk memasukan buku ini sebagai koleksi bacaan, dan kini mari kita mulai bersama perjalanan ‘mengintip’ apa sebenarnya isi di dalamnya ...

[ source ]
Norman terlihat sebagai bocah biasa, yang tidak populer di kalangan anak-anak sebayanya maupun orang-orang dewasa. Tapi akhir-akhir ini Norman menjadi sorotan serta bahan pembicaraan di mana-mana. Karena Norman bukan bocah biasa, ia anak aneh yang harus dijauhi. Kisah sebenarnya, Norman adalah bocah dengan kemampuan khusus, ia bisa melihat serta berkomunikasi dengan para arwah gentayangan. Nah, mungkin ada yang menganggap itu suatu kemampuan yang menakjubkan atau bahkan keren abis. Tapi percayalah, bagi Norman kehidupan sehari-hari yang senantisa berada di dua dunia yang berbeda, itu lebih sering membuatnya capek dan mengalami hal-hal tidak enak. 


Friday, November 23, 2012

Books "VACATIONS FROM HELL"



Books “LIBURAN DARI NERAKA”
Judul Asli : VACATIONS FROM HELL
“Cruisin” copyright © 2009 by Sarah Mlynowski
“I Don’t Like Your Girlfriend” copyright © 2009 by Amy Vincent / Claudia Gray
“The Law of Suspects” copyright © 2009 by Maureen Johnson
“The Mirror House” copyright © 2009 by Cassandra Claire, LLC
“Nowhere Is Safe” copyright © 2009 by Libba Bray
Translation copyright © 2012 by PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Primadonna Angela
Desain Sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : November 2012 ; 288 hlm 
Rate : 3 of 5

Jika ada yang pernah mengatakan tentang ‘selalu mengulang kesalahan yang sama’ – maka untuk kasus ini bisa jadi merupakan contoh seperti itu, karena sekali lagi diriku mencoba untuk membaca jenis cerita yang biasanya justru membuatku kecewa dan mengomel panjang-lebar. Namun dengan berusaha tetap berpikiran positif, kali ini kucoba sekali lagi membaca kumpulan kisah dari Neraka ini, apalagi para penulisnya termasuk lumayan bagus dalam menghasilkan karya-karyanya, sepanjang pengetahuanku. 

[ Sarah Mlynowski ]
Maka dimulailah kembali petualanganku dengan berbagai kisah paranormal-romance ini. Dibuka dengan ‘Cruisin’ (Vampir Kapal Pesiar), tanpa sempat memperhatikan lebih jelas judul yang tertera, kisah ini cukup menarik. Tentang 2 orang remaja putri yang berlibur di atas kapal pesiar. Tipikal 2 orang sahabat yang bertolak-belakang, Liz yang cantik, menarik, mudah bergaul, sedang Kristin kikuk, selalu ragu-ragu, dan masih perawan. Misi mereka adalah bagaimana membuat Kristin berhasil ‘menjerat’ pria pilihan yang akan membuatnya kehilangan keperawanannya. Pertemuan mereka dengan gadis bernama Hannah, membawa merek ke petualangan mencari pria yang tepat diantara isu-isu serangan vampir yang membuat beberapa orang menghilang di atas kapal pesiar. Kisah ini lumayan menarik dengan kejutan mendekati endingnya. Judul aslinya sungguh tepat, sedangkan terjemahannya sedikit mengurangi efek kejutan yang ada dalam kisah ini. Kuberi bintang 3 untuk kisah ini.


[ source ]
Kisah kedua ‘I Don’t Like Your Girlfriend’ (Aku Tidak Suka Cewekmu), tentang CecilyHarper – gadis remaja yang terpaksa harus mengikuti acara liburan keluarga di pantai wilayah Outer Banks, North Carolina. Bukan karena ia tak suka, karena sebenarnya acara ini merupakan ‘kamuflase’ pertemuan rutin perkumpulan rahasia The Craft – para penyihir wanita yang mewariskan kekuatannya kepada putri-putrinya. Melainkan karena Cecily harus bertemu kembali dengan Kathleen Pruitt – putri sahabat ibunya, yang sangat-sangat menyebalkan sekaligus mampu bertingkah laku keji demi memalukan Cecily. Dan kali ini Kathleen membawa serta cowok cakep, keren, sekaligus menakjubkan sebagai pacarnya. Masalahnya Cecily merasa Scott – cowok sempurna itu, jauh lebih cocok dengan dirinya, selera mereka sama, kegemaran serta pembicaraan mereka selalu mampu menyatu. Cecily tak habis berpikir apa yang dilihat Scott pada diri Kathleen yang egois, suka memerintah, dan tidak tertarik dengan topik-topik non-populer. Hingga suatu hari Cecily menemukan rahasia kelam yang melibatkan Kathleen, sesuatu yang bisa digunakan untuk membalas dendam ... ( kuberi bintang 2,5 )

[ Maureen Johnson ]
"The Law of Suspects’ (Hukum Praduga), berkisah tentang 2 saudara Marie-Louise ‘Marylou’ dan Charlotte ‘Charlie’ mendapati undangan berlibur ke Paris oleh saudara sepupu mereka Claude, berubah menjadi terdampar di suatu pedesaan terpencil di Prancis. Tiada hiburan atau kegiatan yang mampu memberikan penghiburan, membawa Charlie berjalan-jalan di sekitar kediaman mereka. Di sana ia bertemu dengan Henri – pria aneh yang selalu mencari anjingnya yang hilang, dan istrinya yang entah berada dimana. Lebih aneh lagi ketika suatu saat muncul Gerard – cowok menarik dengan kisah yang luar biasa tak masuk akal, tentang The Law of Suspects – kisah yang ada di dalam dokumen rahasia, mampu mempengaruhi siapa saja yang membacanya. Sang pembaca akan berubah dan segera melakukan pembunuhan, dan ketika akhirnya pelaku sudah diambang batas kewarasan, ia akan membunuh dirinya, namun sebelumnya akan bercerita kepada orang lain yang akan menjadi penerusnya. Kisah tentang tokoh-tokoh sejarah Perancis yang mengalami kematian tragis – ini akan terjadi kembali, berulang hingga ada yang memutuskan rantai-setan tersebut. Wow ___ ini kisah yang really spooky, sekaligus sangat menarik dengan memanfaatkan sejarah kerajaan Prancis. Dapat kubayangkan jika diangkat dalam wujud film, akan sangat mengerikan sekaligus menegangkan. Sayangnya penulis sedikit terjebak dengan memasukan adegan yang dianggap ‘romance’ tapi justru membuat bagai roman picisan, menurutku. Anyway, untuk ide serta plot yang menegangkan, kuberi 4 bintang. 

‘The Mirror House’ (Rumah Cermin), mmm ... kisah ini mencampur tentang legenda serta mitos masyarakat Haiti, tentang pengisap  jiwa muda serta kutukan. Terlibat di dalamnya pasangan keluarga baru yang seharusnya dalam rangka bulan madu, namun justru terjebak dalam serangkaian pertengkaran, penganiayaan, serta ketidakbahagiaan. Dan akhirnya demi kelangsungan kehidupan orang-orang yang dikasihinya, Violet harus memilih antara ibunya, Philip – suami baru ibunya, serta Evan – putra Philip yang sangat menarik. Pilihan yang mengharuskan dirinya memilih salah satu jiwa untuk dikorbankan kepada penyihir kuno. Kuberi bintang 3 untuk kisah ini.

[ Libra Bray ]
Last but not least ‘Nowhere Is Safe’ (Di Mana Pun, Tidak Aman), kisah tentang petualangan 4 orang remaja yang baru lulus SMA dan merayakannya dengan wisata di Eropa Timur, mengunjungi Necuratul –Kota Terkutuk, yang semenjak abad pertengahan sering dilanda malapetaka : kekeringan, wabah penyakit, penyiksaan dan pembantaian, serta kematian aneh. Kota tersebut akan segera dipugar menjadi fasilitas industri, maka ini adalah kesempatan terakhir jika hendak melihat-lihat kota legenda itu. John, Isabel, Baz serta Poe Yamamoto, mendapati berbagai keanehan dan kejanggalan itu sangat menghibur, hingga menjelang tanggal 13 Agustus – puncak perayaan festival Necuratul, memperingati peristiwa pengorbanan anak-anak terhadap iblis yang dilakukan oleh para leluhur. Dan ke-4 anak ini menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak ada di jaman modern. Pengorbanan itu masih berjalan, dan kini para jiwa penasaran bangkit membalas dendam pada manusia yang masih hidup. Yeahh ... mirip The Rise of the Zombie, but with a little-bit-twist. Menarik ? Lumayanlah, maka kuberi bintang 3,5

Best Regards,
* Hobby Buku * 

Thursday, October 18, 2012

Books "PROM NIGHTS FROM HELL"



Judul Asli : PROM NIGHTS FROM HELL
“The Exterminator’s Daughter” copyright © 2007 by Meg Cabot LLC
“The Corsage” copyright © 2007 by Lauren Myracle
“Madison Avery and the Dim Reaper” copyright © 2007 by Kim Harrison
“Kiss and Tell” copyright © 2007 by Michele Jaffe
“Hell on Earth” copyright © 2007 by Stephenie Meyer
Translation copyright © 2012 by PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Primadonna Angela
Cetakan I : Agustus 2012 ; 312 hlm 
Rate : 3 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

Terus terang keinginan membaca buku ini sudah padam lebih dulu, gara-gara selesai membaca Kisses From Hell yang  juga merupakan antologi para penulis, namun karena sudah ada diantara tumpukan, akhirnya kumulai saja membuka halaman pertama, dengan harapan semoga tidak terlalu mengecewakan ...

[ source ]
Kisah pertama The Exterminator’s Daughter’ (Putri Sang  Pembantai), membuatku teringat dengan Terminator gara-gara judulnya, tapi setelah membaca, kisahnya justru mirip Buffy The Vampire’s Slayer, walau tokoh utamanya tidak sekuat dan seheroik Buffy. Mary putri seorang slayer yang mencari-cari kesempatan membalas dendam kepada Dracula, akhirnya menemui jalan lewat putra Dracula, Sebastian Drake yang sedang memikat Lila – sahabat Mary sebagai mangsanya. Rencana pembunuhan itu mengalami bencana akibat campur tangan Teddy Hancock – mantan pacar Lila, serta sahabatnya Adam Blum. Maka terbentuklah konspirasi baru guna mengalahkan Sebastian Drake. Tema serta idenya bukan sesuatu yang baru, beberapa hal sudah bisa ditebak bagaimana endingnya, namun Meg Cabot mampu menyajikannya dengan lumayan manis. [ Kuberi bintang 2,5 ]

Kisah kedua ‘The Corsage’ (Korsase),tentang 3 remaja, Frankie, Yun Sun dan Will, yang iseng-iseng berkonsultasi kepada Madame Zanzibar, sang peramal ulung. Sebagaimana tingkah laku remaja pada umumnya, mereka tak berpikir panjang dalam meminta ‘saran’ Madame Zanzibar. Terutama Frankie, karakter cewek yang kurang ajar, seenaknya sendiri, pikirannya yang berpusat pada dirinya sendiri (benar-benar karakter yang menyebalkan). Meski diberi saran serta nasehat penting, semuanya masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Alhasil petaka yang terjadi akibat 3 permintaan yang ia ajukan pada sebuah korsase ajaib yang diminta dengan paksa dari tempat Madame Zanzibar. Penulis mengingatkan bahwa ide kisah ini diambil dari ‘The Monkey’s Paw’ karya W.W. Jacobs (1902), sebuah kisah yang mencekam. Namun kisah ini justru mengingatkan diriku akan kisah ‘Days Living of The Dead’ – menjadikan kisah kedua ini lumayan ‘spooky’ : beware of what you wish for !!! [ Untuk ide tidak terlalu orisinil, tapi ketegangan yang dibentuk cukup menarik. Rencana mau kuberi bintang 3, tapi karakter Frankie ini sungguh menjengkelkan, kuberi bintang 2,5. ]

Wednesday, October 17, 2012

Books "WARPED"



Judul Asli : WARPED
Copyright © 2011 Maurissa Guibord
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Anggun Prameswari
Editor : Fenty Nadia ; Ida Wajdi
Desain Sampul : Indra Bayu
Cetakan I : Agustus 2012 ; 370 hlm 
Rate : 3 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

Period : sepanjang masa ; sepanjang waktu terus berjalan ... 
[ source ]
Di suatu tempat, yang tergambar ada sebuah lereng bukit, dengan pohon Ash raksasa  tinggi menjulang memenuhi seluruh wilayah, pohon yang dikenal dengan Yggdrasil, di sanalah tinggal ketiga sosok yang disebut Norn Bersaudari, atau sang Takdir – tiga saudari yang sampai akhir waktu dunia, memutar, memintal, dan mencabut helai-helai benang kehidupan manusia. Yang pertama bernama Spyn – bertugas di bawah pohon, mengumpulkan kabut-kabut dan merubahnya menjadi gumpalan padat, yang akan mengeluarkan seutas benang. Benang itu diserahkan kepada Weavyr – yang akan memintal benang-benang itu menjadi suatu kain. 

Kain itu membentang ke segala arah, saling bertautan satu sama lain, ini yang dusebut sebagai Wyrd – benang-benang kehidupan manusia yang terus terpintal dan dipelihara tanpa henti oleh Norn Bersaudari.  Dan saudari ketiga bernama Schyta – sosok yang jauh lebih besar dan menakutkan, apalagi ia selalu membawa-bawa gunting besar dan berat, yang akan memutus benang kehidupan manusia kapan saja.  Namun kini kelangsungan proses terganggu, karena ada benang-benang yang hilang, benang-benang kehidupan manusia yang lenyap dari Wyrd, ada yang mencurinya, dan tugas Norn Bersaudari untuk menemukan, mengembalikan sekaligus menghukum sang pencuri ...


Wednesday, September 12, 2012

Books "THE EYES OF THE DRAGON"




Judul Asli : THE EYES OF THE DRAGON
Copyright © Stephen King, 1987
Illustration copyright © David Palladini, 1987 
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Rosemary Kesauly
Desain sampul : Ratu Lakhsmita Indira
Cetakan I : Mei 2012 ; 472 hlm 
Rate : 3 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

[ source ]
Raja Roland dari Kerajaan Delain tidak tertarik dengan wanita, hingga mendadak di usia menjelang 50 tahun, ia diingatkan untuk mencari pewaris kerajaan. Nah, pewaris tentunya harus merupakan keturunannya. Maka tergopoh-gopohlah pihak istana mencari wanita yang cocok menjadi sang Ratu. Dari 6 calon, Raja Roland tertarik dengan Sasha yang baru berusia 17 tahun. Singkat cerita, mereka menjadi Raja dan Ratu yang baik, memiliki 2 putra yaitu Peter dan Thomas. Peter adalah pewaris Kerajaan Delain maka semenjak kanak-kanak ia telah dipersiapkan dan dilatih sebagai calon Raja Delain. Rakyat Delain mencintai dan menghormati Ratu Sasha yang bijaksana dan sangat cerdas. Maka ketika beliau meninggal saat melahirkan Thomas, dan Peter baru berusia 5 tahun.

Raja Roland kehilangan pegangan. Maka beliau mencari dukungan dari satu-satunya orang yang ia percaya, yaitu Flagg – sang penyihir istana. Tiada yang mengetahui bahwa justru Flagg dalang dibalik kematian sang Ratu. Ia bahkan telah membuat rencana untuk  melenyapkan Raja Roland sekaligus menggusur Peter dari posisi pewaris Kerajaan Delain. Dan ketika semua rencana busuk namun sangat cerdik itu berjalan sesuai rencana, Raja Roland tewas dan Peter dituduh sebagai pembunuhnya, Flagg tinggal ‘meletakkan’ Thomas – putra kedua yang mudah dipengaruhi, sebagai Raja Delain yang baru. 

Tuesday, August 7, 2012

Books "WITCH CATCHER"


Judul Asli : WITCH CATCHER
Copyright © 2006 Mary Downing Hahn
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Ferry Halim
Editor : Fenty Nadia ; Ida Wadji
Desain Sampul : Bea Ariani
Cetakan I : Juli 2012 ; 294 hlm 
Rate : 3 of 5
~Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

Apakah kau percaya dengan adanya peri dan penyihir ? Bukan seperti yang ada di dongeng-dongeng, karena para peri dan penyihir ini bukan makhluk-makhluk yang baik hati, mereka suka berbohong, menipu, mencari akal muslihat untuk menjebak makhluk lain, terutama manusia – yang dianggap makhluk paling lemah dan bodoh ... 

Jika kau tidak percaya akan hal-hal seperti itu, coba simak pengalaman hidup Jen yang menegangkan ini, siapa tahu suatu hari nanti dirimu akan berhadapan dengan peri-peri nakal serta penyihir jahat yang mengurungmu, menjadikan dirimu sebagai budak ...

Jen – gadis cilik yang hanya hidup berdua dengan sang ayah, sepeninggalan ibunya saat ia masih kanak-kanak. Kali ini mereka akan pindah dari Maryland ke Kastil Mostyn, di wilayah Virginia Barat. Kastil ini merupakan warisan paman Thaddeus kepada satu-satunya kerabatnya yang masih hidup, Hugh, ayah Jen. Kastil ini sangat besar, dengan pintu-pintu raksasa yang penuh ukiran aneh. Namun yang sangat menarik perhatian Jen adalah rumah menara yang ada di bagian belakang kastil tersebut. Jen beserta Tink – kucing kesayangannya, langsung menyukai kediaman baru mereka. Hingga muncul kabar baru yang tak terduga, kabar yang menggelisahkan hati Jen.


Saturday, July 7, 2012

Books "SNOW WHITE and THE HUNTSMAN"



Judul Asli : SNOW WHITE & THE HUNTSMAN
Penulis Lily Blake
Based on the Motion Picture Screenplay by Evan Daugherty & John Lee Hancock & Hossein Amini.
Penerbit : Noura Books ( Mizan Fantasi )
Alih Bahasa : Dina Begum
Editor : Reni Indardini
Cetakan I : Juni 2012 ; 247 hlm 
Rate : 3 of 5
~ Re-Blogged from Alice's Wonderland ~

Raja Magnus sangat menderita setelah kematian sang permaisuri –sosok yang telah menjadi belahan jiwanya. Hari demi hari ia jalani dalam kehampaan, hati dan perasaannya telah mati, membeku, bahkan saat ia melihat putri tunggalnya : Snow White. Selama setahun kehampaan menyelimuti dirinya. Hingga setahun kemudian, beliau menyelamatkan seorang wanita cantik dari tawanan pasukan bayang-bayang yang menyerang kerajaannya. Wanita cantik jelita yang mengingatkan sang Raja akan permaisuri yang telah wafat. Wanita mempesona bernama Ravenna – yang segera memikat hati Raja Magnus dan memintanya menjadi permaisuri baru dan ibu tiri bagi Snow White. 

Maka diadakan perayaan besar guna memperingati pernikahan baru itu. Namun kegembiraan dan kebahagiaan yang terjadi, dalam sekejap lenyap tersapu awan kelam yang mencekam. Karena sang Permaisuri baru : Ratu Ravenna telah membunuh sang Raja dan menguasai Kerajaan dengan menghabisi semua pengikut dan pendukung Raja. Semuanya tewas terbunuh secara mengerikan, hanya segelintir dari mereka yang sempat melarikan diri, sedangkan yang terkurung dalam istana semuanya tewas ... kecuali satu orang, putri Raja Snow White yang baru berusia 7 tahun, entah mengapa Ratu Ravenna mengampuni nyawanya dan memilih mengurung sang putri dalam penjara bawah tanah yang tak pernah dikunjungi oleh siapa pun. 

Mantra ini dibuat ... Dengan darah yang paling murni 

Sepuluh tahun berlalu ... 

Kekuasaan Ratu Ravenna telah meluas, menimbulkan penderitaan serta kesengsaraan bagi rakyat. Tiada yang berani melawannya. Jika pun ada, segera ditumpas oleh pasukan kegelapan yang diberi kekuatan sihir oleh sang Ratu. Ratu Ravenna masih tetap cantik dan menawan, bahkan tak terlihat menua sedikit pun. Rahasianya terletak pada ‘mantra-sihir’ yang mengikat dirinya semasa remaja, membuat dirinya tetap muda dan kuat, dengan kompensasi ia harus ‘mengambil’ jiwa dan kemudaan dari para korban-korbannya, wanita serta gadis-gadis muda yang cantik serta belia. Kekuatan sihir Ratu Ravenna semakin kuat, namun hal itu juga berimbas pada semakin seringnya ia harus memulihkan tenaga, yang berarti semakin banyak korban gadis muda yang harus disediakan. Namun rakyat telah menyembunyikan para gadis muda, bahkan rela berkorban agar sang Ratu tidak berhasil mendapatkan mangsa-mangsa baru. Sumber kekuatan semakin menipis ... hingga suatu hari sang cermin ajaib mengucapkan perkataan yang menimbulkan kemurkaan bagi sang Ratu : bahwa ada sosok lain yang lebih cantik daripada dirinya, ia adalah Snow White. 
“...dia juga hartamu yang paling berharga, Ratuku. Bijaksana sekali kau menahannya di sini. Sebab, kepolosan dan kemurnian yang bisa menghancurkan sekaligus bisa menyembuhkan. Genggamlah jantungnya dengan tanganmu, maka kau takkan perlu lagi mereguk kemudaan. Kau takkan pernah lagi melemah atau menua. Kekal tanpa syarat ...” 
Snow White bertahan hidup selama 10 tahun dalam kurungan penjara bawah tanah. Tiada yang mengetahui keberadaan dirinya, kecuali sang Ratu dan adiknya Finn – yang setiap hari selalu menyempatkan waktu, menatap dan memandang Snow White tanpa suara, selama 10 tahun lamanya. Kini, tanpa ia sadari, dirinya telah berubah menjadi gadis cantik dibalik segala kelusuhan dan penampilan compang-camping. Dan setelah sekian lama tanpa diduga dirinya ‘dijemput’ untuk menghadap sang Ratu. Namun Snow White telah mempersiapkan diri, terutama setelah melihat kondisi gadis yang berada kurungan sebelahnya, betapa ia berubah menjadi sosok nenek tua renta dan sekejap. Dan pada saat yang tepat, Snow White berhasil melukai Finn, dan melarikan diri – bebas keluar dari kurungan, berlari menuju alam bebas, menghindari kejaran para pasukan, hingga ia memasuki Hutan Kelam yang Terlarang. 

Tiada satu pun manusia yang berani memasuki Hutan Kelam yang penuh misteri serta berbagai kehidupan aneh yang menakutkan dan penuh bahaya serta jebakan di sana-sini. Jika Snow White memilih memasuki wilayah itu, bisa dikatakan ia telah tewas. Namun Ratu Ravenna tidak bersedia membuang peluang guna mendapatkan kekuatan dari Snow White, maka ia memerintahkan agar dilakukan pengejaran serta penangkapan dengan segala cara. Satu-satunya jalan adalah menemukan pemandu yang mengetahui kondisi Hutan Kelam. Dan hanya ada satu orang yang pernah masuk dan keluar dengan selamat dari Hutan tersebut. Ia adalah Eric – sang pemburu, yang selalu bersedia menyambung nyawa sepeninggalan istrinya tercinta yang tewas terbunuh. Maka dimulailah pengejaran terhadap Snow White di dalam Hutam Kelam, dipandu Eric, Finn dan pasukannnya berhasil memasuki wilayah hutan... 

Kesan :
- Illustration by Franz Juttner -

Membaca tentang kisah Snow White mau tidak mau kita selalu membandingkan dengan gambaran akan kisah Snow White and the  Seven Dwarfs yang dikeluarkan oleh Disney. Namun versi asli kisah ini justru tidak terlalu banyak diketahui terutama oleh anak-anak, karena kisah ini berasal dari adaptasi Grimm Bersaudara  yang mengumpulkan berbagai legenda dan dongeng kuno dari negara Jerman, yang cukup dikenal oleh masyarakat Eropa. Dongeng Snow White and the Seven Dwarfskarya Grimm Bersaudara ini rilis pada tahun 1812, dengan menggunakan elemen seperti ‘magic-mirror’ , ‘poison-apple’, ‘a glass coffin’, ‘seven dwarfs’ – yang belum memiliki nama, hingga pada pementasan di Broadway pada tahun 1912 masing-masing kurcaci memiliki julukan tersendiri, dan akhirnya melalui film yang dibuat Walt Disney pada tahun 1937, muncul nama-nama baru bagi ke-7 kurcaci yang kita kenal sampai sekarang : Doc, Grumpy, Happy, Sleepy, Bashful, Sneezy dan Dopey.

- Snow White & the Seven Dwarfs by Disney -

Dengan adanya berbagai versi kisah, novel, cergam, kartun, bahkan film layar lebar, kisah Snow White mengalami berbagai perubahan dan perombakan, masing-masing memperoleh pujian serta kecaman yang tidak sedikit, dan sekali kali, cukup sulit untuk bersanding dengan ‘ikon’ yang sudah melekat di benak khalayak umum. Demikian pula dengan versi film Snow White & the Huntsman, dibintangi oleh Charlize Theron, Kristin Stewart, dan Chris Hemsworth, yang dirilis oleh Universal Pictures ini, apalagi jadwal tayangnya hampir bersamaan dengan film versi lain dari Snow White yang berjudul “Mirror, Mirror” – dibintangi oleh Julia Roberts dan Lily Collins. Namun review yang kubahas bukan tentang filmnya melainkan berdasarkan novel adaptasi dari film layar lebarnya.


Dimulai dengan pembukaan tentang pertemuan Raj Magnus dan Ravenna – yang kelak menjadi sang Ratu, ibu tiri Snow White, kemudian alur cerita berubah menjadi lebih cepat, menuju pernikahan akbar yang disertai dengan pembunuhan dan pembantaian seluruh anggota kerajaan, menyisakan satu orang : putri Snow White yang masih berusia 7 tahun. Dan kisah dipercepat melampaui 10 tahun kemudian, saat Snow White telah beranjak remaja, dan kekuatan sang Ratu semakin besar, kejahatan merajalela, pelarian Snow White dari tahanan, pengejaran dan perburuan ... semuanya mirip dengan kisah-kisah serupa, tiada perbedaan yang khusus. Meski demikian, lewat penuturan yang intens, maka ketegangan serta alur cerita yang cepat, mampu memberikan sedikit daya tarik pada novel ini. 

Perbedaan yang terasa bagiku, sebagai penikmat bacaan (suka film juga, tapi saat membaca kisah ini, diriku belum sempat menonton, jadi review ini murni berdasarkan bacaan) yang bisa memuaskan berbagai ‘indera’  dan ‘imajinasi’ – maka novel ini kunilai sangat kurang dalam penyajiannya. Kemungkinan karena ini merupakan novel kategori movie-tie-in, yang dibuat hanya berdasarkan film, tanpa adanya tambahan atau penjelasan lebih dalam. Jika sebuah novel diadaptasi ke sebuah film, seringkali kita mendapati adanya beberapa faktor yang membuat kisah itu menari, justru tidak ditampilkan pada film itu. Terutama hal ini banyak terjadi pada novel-novel kategori fantasi. Mengapa hal ini sering terjadi ? Karena sebuah kisah yang dituturkan lewat buku menuntut daya imajinasi sang pembaca untuk mengintrepretasikannya dalam wujud nyata, dan pembaca sering kali dibebaskan oleh penulis untuk mewujudkannya secara bebas. Maka jika kita menonton sebuah film adaptasi dari sebuah novel, maka film itu adalah salah satu hasil perwujudan intrepretasi sang sutradara, yang bisa jadi berbeda dengan sang penulis bahkan dengan khalayak umum. 


Maka bagaimana jika sebuah film yang sudah jelas tercetak tentang bagaimana karakter-karakternya berkembang, bagaimana gambaran situasi yang terjadi, bagaimana suasana yang terbentuk, diwujudkan dalam bentuk buku ? Dengan banyaknya batasan yang dimuat, maka tidak ada penambahan yang mampu memberikan nilai plus pada kisah ini. Buku ini hanya  menjadi salah alat untuk mempromosikan filmnya, seperti berbagai merchandise yang dibuat untuk film ini. Apalagi menjelang ending, dengan suasana yang menggantung, tiada penjelasan lebih lanjut ... I hate ending like this !! Tetapi karena , sekali lagi ini merupakan buku hasil adaptasi film – yang menurut rumors akan melanjutkan kisahnya menjadi sebuah trilogi, well ... mungkin saja kisah ini akan menjadi lebih menarik jika dikemas menjadi satu buku kompilasi trilogi (jika memang ternyata jadi dibuat oleh produser film). Jika tidak, maka kisah ini berhenti sampai di sini, demikian pula review-ku (^_^) 

 
Best Regards,
* Hobby Buku * 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...